
- Papua Selatan menjadi provinsi dengan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) tertinggi di Indonesia pada 2023 dengan skor 85,08
- DKI Jakarta mencatat nilai IKLH terendah akibat tingginya urbanisasi, aktivitas industri, dan tekanan lingkungan perkotaan
- Rata-rata IKLH Indonesia berada di angka 72,54, menunjukkan pentingnya keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan
Sobat EBT Heroes! Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kondisi lingkungan di setiap provinsi di Indonesia. Indeks ini menggambarkan kualitas udara, kualitas air, hingga tutupan lahan yang berpengaruh terhadap keberlanjutan lingkungan hidup.
Semakin tinggi nilai IKLH, maka kondisi lingkungan suatu daerah dinilai semakin baik. Sebaliknya, nilai yang rendah menunjukkan adanya tekanan lingkungan akibat aktivitas manusia, urbanisasi, hingga industri.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diperbarui pada 16 September 2025, rata-rata IKLH Indonesia pada 2023 berada di angka 72,54.
Papua Selatan Jadi Provinsi dengan IKLH Tertinggi

Papua Selatan mencatat nilai IKLH tertinggi secara nasional dengan skor 85,08. Posisi berikutnya diisi Papua Barat dengan skor 83,31 dan Papua Barat Daya sebesar 81,91.
Dominasi provinsi di kawasan timur Indonesia menunjukkan bahwa kondisi lingkungan di wilayah tersebut relatif masih terjaga. Tutupan hutan yang luas, kepadatan penduduk yang lebih rendah, serta aktivitas industri yang belum terlalu masif menjadi beberapa faktor yang memengaruhi tingginya nilai IKLH.
Selain wilayah Papua, sejumlah provinsi lain yang juga mencatat skor tinggi adalah Kalimantan Utara (80,77), Maluku Utara (80,36), dan Sulawesi Tengah (79,93).
Wilayah Padat Penduduk Hadapi Tantangan Lingkungan

Di sisi lain, beberapa provinsi dengan tingkat urbanisasi dan aktivitas ekonomi tinggi justru memiliki nilai IKLH yang lebih rendah dibanding rata-rata nasional.
DKI Jakarta menjadi provinsi dengan nilai IKLH terendah di Indonesia, yakni 54,57. Setelah itu disusul Banten sebesar 62,52 dan Jawa Barat sebesar 64,77.
Kondisi ini menunjukkan bahwa wilayah perkotaan menghadapi tantangan besar terkait kualitas udara, pengelolaan limbah, hingga berkurangnya ruang terbuka hijau akibat pembangunan yang masif.
Selain itu, tingginya jumlah kendaraan bermotor dan aktivitas industri juga menjadi faktor yang memengaruhi kualitas lingkungan di daerah perkotaan.
Baca Juga:
- Indeks Ketahanan Energi Indonesia 2015–2024 Terus Naik, Tapi Masih di Kategori “Tahan”
- WALHI: Garda Terdepan dalam Pelestarian Lingkungan Indonesia
Daftar 10 Provinsi dengan IKLH Tertinggi
- Papua Selatan — 85,08
- Papua Barat — 83,31
- Papua Barat Daya — 81,91
- Papua — 81,31
- Papua Pegunungan — 81,18
- Kalimantan Utara — 80,77
- Maluku Utara — 80,36
- Sulawesi Tengah — 79,93
- Gorontalo — 79,52
- Maluku — 78,75
Daftar lengkapnya dapat dilihat melalui infografis berikut:

Keseimbangan Ekonomi dan Lingkungan Jadi Tantangan
Perbedaan nilai IKLH antarprovinsi menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan perlu berjalan seimbang. Daerah dengan pertumbuhan industri dan urbanisasi tinggi memang memiliki aktivitas ekonomi besar, tetapi juga menghadapi tekanan lingkungan yang lebih berat.
Karena itu, pengembangan energi bersih, transportasi rendah emisi, pengelolaan sampah, serta perlindungan kawasan hijau menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas lingkungan hidup di masa depan.
IKLH juga menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana menjaga kualitas lingkungan agar tetap layak untuk generasi berikutnya.
#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan
Sumber:
[1] https://www.instagram.com/p/DYeuXUnPlrK/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==