SUN Energy dan Huawei Luncurkan Pemantau PLTS berbasis IoT

  • SUN Energy dan Huawei luncurkan ruang pemantauan kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis Internet of Things (IoT) pertama di Indonesia.
  • Sistem perangkat yang dipasang mampu mengidentifikasi, menginformasikan, dan mendiagnosis masalah.
  • Teknologi itu mampu membantu sistem PLTS dipantau di mana pun dan kapan pun.

Startup energi Surya Utama Nuansa atau SUN Energy dan Huawei luncurkan pemantau PLTS berbasis Internet of Thing (IoT), bernama SUN Energy Tech Space di Sinarmas Land Plaza Jakarta Pusat, Kamis (14/7).

SUN Energy dan Huawei luncurkan ruang pemantauan kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis Internet of Things (IoT) pertama di Indonesia. Perusahaan rintisan ini pun menggaet raksasa teknologi asal Cina, Huawei.

Chief Executive Officer (CEO) SUN Energy Philip Lee mengatakan sistem SUN Energy Tech Space mengerahkan tim ahli untuk memantau serta mengontrol kinerja sistem PLTS perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia hingga Thailand.

Sistem perangkat yang dipasang mampu mengidentifikasi, menginformasikan, dan mendiagnosis masalah.

“Sistem perangkat yang dipasang mampu mengidentifikasi, menginformasikan, serta mendiagnosis masalah sehingga kegiatan operasi dan pemeliharaan sistem energi surya di lokasi pelanggan dapat dimonitor secara real-time selama 24/7,” ujarnya saat konferensi pers pada Kamis, 14 juli 2022.

Philip melanjutkan, fitur perangkat di SUN Energy Tech Space didukung oleh Huawei mengedepankan aspek keselamatan yang proaktif dan memberikan pengalaman perkembangan teknologi dengan konektivitas IoT, komputasi awan (cloud), serta kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI).

Teknologi itu mampu membantu sistem PLTS dipantau di mana pun dan kapan pun.

Investor SUN Energy

SUN Energy berhasil meraih pendanaan seri A US$ 25 juta atau lebih dari Rp 360 miliar tahun lalu. Pendanaan ini dipimpin oleh TBS Energi Utama, melalui anak usahanya PT Toba Bara Energi (TBAE).

SUN Energy merupakan startup energi surya yang berdiri pada 2016. SUN Energy menyediakan layanan terintegrasi bagi para pelanggan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di Asia Pasifik.

“Sejak berdiri pada 2016, portofolio SUN Energy tersebar di lebih dari 25 kota Indonesia dan tiga negara lainnya. Kami mengantongi proyek 280 megawatt peak (MWp),” kata Chief Executive Officer SUNterra & SUN Mobility Fanda Soesilo.

Sejumlah korporasi dari berbagai sektor menjadi pelanggan dari SUN Energy misalnya Sinarmas Land, Unilever hingga Djarum.

Selain itu, SUN Energy menawarkan solusi sistem energi surya bagi pelanggan residensial melalui SUNterra. SUN Energy juga meluncurkan layanan terbaru yang menyasar pasar kendaraan listrik yakni SUN Mobility.

Investor lain yang terlibat yakni PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), induk perusahaan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA).

Sementara itu, Chief Commercial Officer (CCO) SUN Energy Dion Jefferson menjelaskan, ke depan sistem tenaga surya akan menjadi energi masa depan untuk sektor rumah tangga, sosial, komersial, hingga industri.

Melalui perkembangan teknologi, sistem tenaga surya akan semakin dekat dengan pengguna.

Baca juga:


Bahaya Asap Sampah! Dapat Sebabkan Kanker

Kurangi Sampah Plastik Pada Kemasan Daging Qurban


“Kami pun terbuka kepada masyarakat luas yang ingin mempelajari sistem PLTS untuk berkunjung ke SUN Energy Tech Space dan berdiskusi bagaimana SUN Energy dapat membantu mewujudkan masa depan rendah karbon melalui pemanfaatan PLTS,” jelas Dion.

Dion berharap, kehadiran SUN Energy Tech Space dapat memberikan nilai tambah bagi para pelanggan untuk menerapkan prinsip berkelanjutan dengan mudah agar mencapai efisiensi yang lebih tinggi.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, 60% dari 587 gigawatt (GW) kapasitas pembangkit energi baru terbarukan berasal dari energi surya.

PLN juga mencatat terdapat lebih dari 5.000 konsumen PLN yang memanfaatkan sistem PLTS per awal kuartal II.

“Permintaan masyarakat juga akan berkembang terus. Apalagi, rasio elektrifikasi Indonesia masih rendah. Jadi banyak orang Indonesia yang belum memiliki listrik,” tutup Dion.

Zonaebt.com

Referensi:
[1] Startup RI SUN Energy Gaet Huawei Buat Teknologi Pantau Panel Surya
[2] SUN Energy Luncurkan Ruang Pantau Sistem PLTS Terintegrasi Berbasis IoT

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.