Mengenal Zakat Hijau, Pendekatan Baru Muslim Indonesia Hadapi Ancaman Perubahan Iklim

Mengenal Kerangka Zakat Hijau sebagai upaya umat muslim menghadapi perubahan iklim, freepik
  1. Zakat hijau memperluas peran zakat dalam isu lingkungan dan perubahan iklim: Konsep ini menempatkan zakat tidak hanya sebagai instrumen sosial, tetapi juga sebagai sarana mendukung keberlanjutan dan mitigasi krisis iklim.
  2. Pemanfaatan zakat diarahkan pada kegiatan ramah lingkungan: Zakat hijau mendukung pembiayaan energi bersih, pertanian berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.
  3. Umat didorong berperan aktif menjaga lingkungan sebagai tanggung jawab moral dan spiritual: Pendekatan ini menegaskan keterlibatan Muslim dalam pembangunan berkelanjutan dan perlindungan alam.

Pernahkah Sobat EBT Heroes mendengar tentang zakat hijau? Kira-kira apa maksud dan tujuannya, mari simak informasi lengkapnya dalam artikel ini.

Di tengah krisis iklim yang kian terasa dan kebutuhan pembiayaan pembangunan berkelanjutan yang terus membengkak, Indonesia mulai melangkah dengan pendekatan yang tidak biasa. Bukan semata mengandalkan anggaran negara atau investasi swasta, melainkan menggali kekuatan yang telah lama hidup di tengah masyarakat, yakni zakat.

Indonesia hari ini membuka babak baru dalam pembiayaan sosial Islam melalui peluncuran Kerangka Zakat Hijau, sebuah instrumen inovatif hasil kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia. Kerangka ini secara resmi diserahkan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia, menandai adopsi formalnya sebagai rujukan strategis pemerintah dalam mengintegrasikan zakat dengan prinsip hijau dan ramah lingkungan.

Langkah ini menegaskan bahwa zakat tidak lagi dipandang semata sebagai instrumen karitatif, tetapi juga sebagai bagian dari solusi strategis dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Apa Itu Zakat Hijau?

Selama ini zakat dikenal sebagai pilar keadilan sosial yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat miskin dan rentan. Melalui pendekatan zakat hijau, fungsi tersebut diperluas tanpa meninggalkan esensi utamanya.

Zakat hijau adalah pendekatan pengelolaan zakat yang mengintegrasikan tujuan sosial dengan keberlanjutan lingkungan. Zakat tetap disalurkan kepada mustahik, namun diarahkan pada program-program yang mampu memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim, seperti pengembangan energi terbarukan, pertanian berkelanjutan, hingga restorasi ekosistem.

Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa peluncuran Green Zakat Framework merupakan bagian dari visi besar Indonesia di masa depan.

“Kita punya ambisi menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban dunia Islam baru. Kita paling stabil ekonominya, paling stabil politiknya, dan paling harmonis meskipun kita paling plural. We are the most harmonious country in the world today,” tegasnya.

Menurutnya, zakat hijau diharapkan menjadi kekuatan ekonomi umat yang sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga:



Skema Zakat Hijau Menjawab Kesenjangan Pembiayaan Iklim

Indonesia telah menetapkan target ambisius dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan kebutuhan pembiayaan mencapai USD 8,7 triliun, sementara kesenjangan pendanaan diperkirakan sekitar USD 1,7 triliun. Khusus untuk target iklim dalam Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC), Indonesia membutuhkan pembiayaan sekitar USD 281 hingga 285 miliar.

Kebutuhan pembiayaan yang besar ini menjadi tantangan sekaligus membuka ruang inovasi. Kerangka Zakat Hijau hadir sebagai peluang unik untuk menggerakkan sumber daya berbasis keagamaan dan komunitas.

Dengan penghimpunan zakat nasional yang terus meningkat hingga mencapai sekitar USD 2,53 miliar serta dana wakaf sekitar USD 216 juta, pembiayaan sosial Islam memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap. Melalui kerangka ini, zakat dapat diarahkan ke program-program responsif iklim, seperti energi terbarukan di desa, pertanian berkelanjutan, dan penguatan ekonomi berbasis lingkungan, tanpa meninggalkan misi utamanya yaitu memberdayakan kelompok rentan.

Manfaat Nyata dan Harapan Zakat Hijau ke Depan

Peluncuran Kerangka Zakat Hijau tidak berhenti pada tataran konsep. Implementasinya diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata, baik bagi kesejahteraan masyarakat maupun kelestarian lingkungan.

Deputy Resident Representative UNDP Indonesia, Sujala Pant, menjelaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.

“Melalui kerangka ini, zakat dapat diperluas pemanfaatannya untuk mendukung inisiatif ramah lingkungan seperti energi terbarukan di desa, pertanian berkelanjutan, maupun usaha perempuan yang memperkuat pendapatan dan ketangguhan masyarakat,” jelasnya.

Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam implementasi zakat hijau. Menurutnya, pengelolaan zakat yang mengedepankan aspek lingkungan akan memastikan zakat terus berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.

Zakat hijau mendorong perubahan cara pandang, bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan isu pinggiran, melainkan bagian dari tanggung jawab spiritual umat Islam.

Mayoritas Muslim Indonesia Mendukung Zakat untuk Aksi Iklim

Dukungan publik terhadap zakat hijau tercermin dari hasil survei Yale Program on Climate Change Communication (YPCCC) melalui laporan Climate Change and Energy in the Indonesian Mind yang dirilis pada November 2025.

Survei ini menelaah pandangan muslim Indonesia terkait penggunaan zakat, infak, wakaf, dan sedekah untuk mendukung transisi dari energi fosil ke energi terbarukan. Hasilnya menunjukkan bahwa 79% responden muslim Indonesia mendukung gagasan tersebut, terdiri dari 48% yang sangat mendukung dan 31% yang cukup mendukung. Sementara itu, hanya 19% responden yang menyatakan penolakan.

Zakat hijau kini menjadi jembatan antara nilai keimanan, keadilan sosial, dan aksi iklim. Jika dikelola secara konsisten dan kolaboratif, zakat berpotensi menjadi kekuatan besar dalam menjaga bumi sekaligus membangun masa depan Indonesia yang lebih adil dan berkelanjutan.

#zonaebt #EBTHeroes #Sebarterbarukan

Sumber:

[1] BAZNAS, BSI, dan UNDP Resmi Luncurkan Kerangka Zakat Hijau untuk Membangun Ketangguhan Masyarakat dan Mengatasi Perubahan Iklim

[2] Mayoritas Muslim Setuju Sedekah untuk Dukung Transisi Energi

Bot
ZEBot Asisten Digital ZonaEBT
Hai Kak!
Aku ZEBot, asisten digital ZonaEBT. Ada yang bisa kubantu hari ini?