11 Sektor EBT dengan Peluang Kerja Terbesar Menurut RUPTL PLN 2025-2034

Peluang kerja dari perkembangan sektor energi terbarukan, foto: ICA Solar.
  • PLTS diproyeksikan menjadi subsektor energi terbarukan dengan penyerapan tenaga kerja terbesar dalam RUPTL PLN 2025–2034, mencapai 348.057 orang.
  • Selain PLTS, PLTA, PLTA Pump Storage, baterai, PLTB, dan PLTP juga diperkirakan membuka puluhan ribu lapangan kerja baru.
  • Transisi energi tidak hanya mendukung target bauran energi nasional, tetapi juga menciptakan peluang karier di bidang konstruksi, manufaktur, operasi, hingga teknologi energi bersih.

Sobat EBT Heroes! Transisi energi di Indonesia bukan hanya soal mengganti pembangkit listrik berbahan bakar fosil dengan energi yang lebih bersih. Di balik pembangunan berbagai proyek energi baru terbarukan (EBT), terdapat peluang besar bagi terciptanya lapangan kerja baru di berbagai sektor.

Hal ini terlihat dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 yang diterbitkan Kementerian ESDM. Dokumen tersebut memproyeksikan ratusan ribu tenaga kerja akan dibutuhkan untuk mendukung pembangunan pembangkit energi terbarukan, mulai dari tahap perencanaan, konstruksi, hingga operasional.

PLTS Jadi Penyerap Tenaga Kerja Terbesar

Dari seluruh subsektor energi terbarukan, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) diproyeksikan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kebutuhan mencapai 348.057 orang. Angka ini jauh melampaui subsektor EBT lainnya.

Di posisi berikutnya terdapat PLTA dan PLTM yang diperkirakan menyerap 129.759 tenaga kerja, disusul PLTA Pump Storage sebanyak 94.195 orang. Sementara itu, industri baterai yang menjadi pendukung penting transisi energi juga diproyeksikan membuka 68.193 lapangan kerja.

Peluang kerja juga akan hadir dari pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dengan proyeksi 58.938 tenaga kerja, serta Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang diperkirakan membutuhkan 42.700 pekerja.

Tak hanya itu, subsektor lain seperti PLTBm (7.197 tenaga kerja), PLTN (6.850), PLTSa (2.429), PLTBg (1.481), hingga PLTAL (341) juga diproyeksikan turut menciptakan peluang kerja baru meski dalam jumlah yang lebih kecil.

Baca Juga:



Transisi Energi Membuka Banyak Profesi Baru

Besarnya kebutuhan tenaga kerja tersebut menunjukkan bahwa transisi energi akan menciptakan peluang karier yang sangat beragam. Tidak hanya bagi lulusan teknik, tetapi juga profesi lain yang mendukung pengembangan industri energi bersih.

Kebutuhan tenaga kerja mencakup bidang konstruksi, manufaktur komponen, instalasi, operasi dan pemeliharaan pembangkit, pengembangan teknologi, riset, hingga berbagai layanan pendukung lainnya. Seiring bertambahnya proyek energi terbarukan, permintaan terhadap tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang energi bersih juga diperkirakan akan terus meningkat.

Kondisi ini menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin mengarah pada ekonomi rendah karbon.

Energi Bersih Tak Hanya Menjaga Lingkungan, tetapi Juga Menciptakan Lapangan Kerja

Selama ini transisi energi sering dikaitkan dengan upaya menekan emisi karbon dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Padahal, manfaatnya jauh lebih luas.

Investasi pada energi terbarukan juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan investasi, serta berkembangnya industri pendukung di dalam negeri. Semakin cepat pengembangan energi terbarukan dilakukan, semakin besar pula peluang kerja yang dapat dinikmati masyarakat.

Karena itu, transisi energi tidak hanya menjadi langkah menuju sistem energi yang lebih bersih, tetapi juga menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi dan penciptaan pekerjaan di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan

Sumber:

[1] https://www.instagram.com/p/DaP482LP5-4/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==

Bot
ZEBot Asisten Digital ZonaEBT
Hai Kak!
Aku ZEBot, asisten digital ZonaEBT. Ada yang bisa kubantu hari ini?