10 Daerah Penyumbang Sampah Terbesar di Indonesia 2025, Jakarta Timur Peringkat Pertama

Daerah dengan setoran sampah terbesar di Indonesia, foto: Shutterstock.
  • Daftar 10 daerah penyumbang sampah terbesar di Indonesia 2025 berdasarkan data SIPSN Kementerian Lingkungan Hidup, dengan Jakarta Timur menempati posisi pertama.
  • Timbulan sampah Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
  • Pengelolaan sampah melalui prinsip 3R dan ekonomi sirkular menjadi solusi penting untuk mengurangi beban lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Sobat EBT Heroes! Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah di Indonesia. Seiring meningkatnya jumlah penduduk, urbanisasi, dan aktivitas ekonomi, volume sampah yang dihasilkan setiap tahun juga terus bertambah. Kondisi ini membuat pengelolaan sampah menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup, Kota Jakarta Timur menjadi daerah dengan timbulan sampah terbesar di Indonesia dengan total 866.563 ton. Posisi berikutnya ditempati Kota Jakarta Barat dan Kota Jakarta Selatan, yang sama-sama mencatatkan volume sampah di atas 700 ribu ton.

Berikut daftar 10 daerah penyumbang sampah terbesar di Indonesia berdasarkan data SIPSN Kementerian Lingkungan Hidup.

Baca Juga:



1. Kota Jakarta Timur

Kota Jakarta Timur menempati posisi pertama dengan timbulan sampah mencapai 866.563 ton. Sebagai wilayah dengan jumlah penduduk yang besar serta aktivitas permukiman, perdagangan, dan jasa yang tinggi, Jakarta Timur menjadi kontributor sampah terbesar di Indonesia.

2. Kota Jakarta Barat

Kota Jakarta Barat berada di posisi kedua dengan total timbulan sampah 807.967 ton. Aktivitas ekonomi, pusat perbelanjaan, kawasan permukiman padat, hingga sektor usaha menjadi faktor yang turut memengaruhi tingginya produksi sampah di wilayah ini.

3. Kota Jakarta Selatan

Kota Jakarta Selatan menghasilkan 731.983 ton sampah dan menempati peringkat ketiga. Sebagai salah satu pusat bisnis dan kawasan hunian di Jakarta, wilayah ini memiliki tingkat konsumsi yang tinggi sehingga berdampak pada besarnya volume sampah yang dihasilkan.

4. Kota Surabaya

Kota Surabaya berada di posisi keempat dengan timbulan sampah 660.947 ton. Sebagai kota metropolitan terbesar di Jawa Timur, tingginya aktivitas industri, perdagangan, dan rumah tangga turut berkontribusi terhadap jumlah sampah yang dihasilkan.

5. Kota Medan

Kota Medan mencatat timbulan sampah sebesar 635.245 ton, menempatkannya di posisi kelima nasional. Sebagai pusat ekonomi Sumatera Utara, Medan menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah perkotaan.

6. Kota Jakarta Utara

Kota Jakarta Utara menghasilkan 624.714 ton sampah. Aktivitas pelabuhan, kawasan industri, perdagangan, dan permukiman menjadi beberapa faktor yang memengaruhi tingginya timbulan sampah di wilayah ini.

7. Kabupaten Cirebon

Kabupaten Cirebon menempati posisi ketujuh dengan total timbulan sampah 456.230 ton. Pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi daerah turut mendorong peningkatan volume sampah setiap tahunnya.

8. Kabupaten Indramayu

Kabupaten Indramayu mencatat timbulan sampah sebesar 419.175 ton. Pengelolaan sampah di wilayah ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan seiring berkembangnya aktivitas masyarakat.

9. Kabupaten Cianjur

Kabupaten Cianjur menghasilkan 400.161 ton sampah dan berada di posisi kesembilan. Volume sampah yang terus meningkat menunjukkan pentingnya penguatan sistem pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga hingga pemerintah daerah.

10. Kota Pekanbaru

Kota Pekanbaru menutup daftar 10 besar dengan timbulan sampah mencapai 383.556 ton. Sebagai ibu kota Provinsi Riau, pertumbuhan kawasan perkotaan dan aktivitas ekonomi turut berkontribusi terhadap meningkatnya produksi sampah.

Pengelolaan Sampah Jadi Tantangan Bersama

Besarnya timbulan sampah di berbagai daerah tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah penduduk, tetapi juga pola konsumsi masyarakat, tingkat urbanisasi, serta perkembangan sektor perdagangan dan industri. Semakin tinggi aktivitas ekonomi suatu wilayah, umumnya semakin besar pula volume sampah yang dihasilkan.

Karena itu, upaya pengurangan sampah dari sumbernya menjadi semakin penting. Penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R), peningkatan fasilitas daur ulang, pengolahan sampah yang lebih modern, serta penguatan ekonomi sirkular menjadi langkah strategis untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA). Dengan pengelolaan yang lebih baik, sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber daya yang bernilai ekonomi.

#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan #Sampah

Sumber:

[1] https://www.instagram.com/p/DaDRDpxPGlT/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==

Bot
ZEBot Asisten Digital ZonaEBT
Hai Kak!
Aku ZEBot, asisten digital ZonaEBT. Ada yang bisa kubantu hari ini?