5 Perusahaan Geothermal Terbesar, PGE Masuk Jajaran Dunia

Top 5 perusahaan geothermal menurut produksi listrik panas bumi, foto: Dunia Energi.
  • Top 5 perusahaan geothermal terbesar di dunia berdasarkan produksi listrik panas bumi.
  • Pertamina Geothermal Energy (PGE) menjadi perusahaan geothermal terbesar kedua di dunia.
  • Potensi panas bumi Indonesia mendukung pengembangan energi terbarukan dan transisi energi nasional.

Sobat EBT Heroes! Industri panas bumi (geothermal) terus berkembang sebagai salah satu pilar transisi energi global. Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik rendah emisi, sejumlah perusahaan menjadi pemain utama dalam pengembangan dan pengoperasian pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di berbagai negara.

Berdasarkan data yang ditampilkan, lima perusahaan dengan produksi listrik panas bumi terbesar di dunia berasal dari Amerika Serikat, Indonesia, Australia, Kenya, dan Selandia Baru. Kehadiran PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) di posisi kedua menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam industri geothermal global.

Daftar 5 Perusahaan Geothermal Terbesar di Dunia

1. Ormat Technologies (Amerika Serikat) – Sekitar 7.585 GWh

Ormat Technologies menempati posisi pertama sebagai perusahaan geothermal dengan produksi listrik panas bumi terbesar di dunia, mencapai sekitar 7.585 GWh. Perusahaan asal Amerika Serikat ini mengoperasikan proyek panas bumi di berbagai negara dan dikenal sebagai salah satu pelopor teknologi geothermal modern.

2. Pertamina Geothermal Energy (Indonesia) – 5.095 GWh

Di posisi kedua terdapat Pertamina Geothermal Energy (PGE) dengan produksi listrik panas bumi sebesar 5.095 GWh. Capaian ini menempatkan perusahaan Indonesia sebagai salah satu produsen listrik geothermal terbesar secara global.

PGE mengelola sejumlah Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) di Indonesia dan menjadi salah satu motor pengembangan energi panas bumi nasional untuk mendukung target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT).

Baca Juga:



3. Contact Energy (Selandia Baru) – 4.543 GWh

Perusahaan energi asal Selandia Baru, Contact Energy, berada di posisi ketiga dengan produksi sekitar 4.543 GWh. Perusahaan ini memanfaatkan potensi panas bumi yang melimpah di Selandia Baru sebagai salah satu sumber utama pembangkitan listrik rendah emisi.

4. KenGen (Kenya) – Sekitar 4.509 GWh

KenGen dari Kenya mencatat produksi sekitar 4.509 GWh, menjadikannya salah satu perusahaan geothermal terbesar di Afrika. Kenya sendiri dikenal sebagai negara dengan pemanfaatan panas bumi yang sangat maju berkat potensi geothermal di kawasan Rift Valley.

5. Mercury NZ (Selandia Baru) – 2.559 GWh

Posisi kelima ditempati Mercury NZ dengan produksi listrik panas bumi sebesar 2.559 GWh. Selain mengembangkan pembangkit listrik tenaga air, perusahaan ini juga mengoperasikan sejumlah PLTP yang berkontribusi terhadap sistem kelistrikan Selandia Baru.

Indonesia Punya Potensi Besar di Industri Geothermal

Masuknya Pertamina Geothermal Energy ke dalam jajaran perusahaan geothermal terbesar di dunia menunjukkan besarnya potensi panas bumi Indonesia. Sebagai negara yang berada di jalur cincin api (Ring of Fire), Indonesia memiliki salah satu cadangan panas bumi terbesar di dunia yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.

Pengembangan PLTP tidak hanya berperan dalam meningkatkan kapasitas energi bersih nasional, tetapi juga mendukung target dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, panas bumi dapat menjadi sumber listrik andal yang beroperasi selama 24 jam tanpa bergantung pada kondisi cuaca, sehingga menjadi pelengkap penting bagi pengembangan energi terbarukan lainnya seperti tenaga surya dan angin.

#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan

Sumber:

[1] https://www.instagram.com/p/DbQZiXxPydC/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==

Bot
ZEBot Asisten Digital ZonaEBT
Hai Kak!
Aku ZEBot, asisten digital ZonaEBT. Ada yang bisa kubantu hari ini?