5 Fakta Unik PLTS: Sejarah, Biaya, Lapangan Kerja, hingga Nilai Properti

Fakta unik PLTS dari sejarah penemuan, biaya yang makin murah, sumber lapangan kerja, hingga mendongkrak nilai properti, foto: Xurya.
  • PLTS memiliki sejarah panjang sejak penemuan efek fotovoltaik pada abad ke-19.
  • Biaya teknologi PLTS terus menurun dan pengembangannya turut membuka lapangan kerja di sektor energi terbarukan.
  • PLTS memiliki berbagai manfaat dan pemanfaatan, mulai dari pembangkit listrik hingga potensi meningkatkan nilai properti.

Sobat EBT Heroes! Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) semakin banyak digunakan sebagai salah satu sumber energi terbarukan. Panel surya kini dapat ditemukan di atap rumah, gedung, lahan terbuka hingga permukaan waduk.

Namun, perkembangan PLTS ternyata memiliki sejumlah fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui. Mulai dari sejarah teknologinya hingga penurunan biaya, berikut lima fakta unik tentang PLTS.

1. Teknologi PLTS Sudah Ada Sejak Abad ke-19

Teknologi PLTS ternyata bukan teknologi baru. Efek fotovoltaik yang memungkinkan cahaya matahari menghasilkan listrik pertama kali ditunjukkan pada 1839 oleh ilmuwan Prancis, Edmond Becquerel.

Kemudian pada 1883, Charles Fritts menciptakan sel surya pertama. Setahun setelahnya, PLTS pertama di atap disebut telah dipasang di New York. Perkembangan sel surya kemudian berlanjut hingga Bell Laboratories mengembangkan sel surya praktis pada 1954.

2. Biaya PLTS Turun hingga 82%

Salah satu perkembangan menarik dari teknologi energi surya adalah penurunan biayanya. Mengutip laporan IRENA yang digunakan Kompas, biaya PLTS disebut telah turun hingga 82% dalam satu dekade.

Penurunan tersebut berkaitan dengan perkembangan teknologi produksi, dukungan insentif, serta pendanaan. Biaya yang semakin kompetitif turut mendorong penggunaan energi surya di berbagai negara.

Baca Juga:



3. Industri Energi Surya Membuka Banyak Lapangan Kerja

Pengembangan energi terbarukan juga berkaitan dengan kebutuhan tenaga kerja. Kompas mengutip data PBB yang menyebut sektor energi terbarukan menciptakan lebih dari 700.000 lapangan kerja baru secara global pada 2022.

Pertumbuhan industri PLTS membutuhkan tenaga kerja dalam berbagai bidang, mulai dari manufaktur, instalasi, operasi, pemeliharaan hingga pengembangan proyek.

4. PLTS Tidak Hanya Dipasang di Atap

PLTS memiliki fleksibilitas dalam penempatan. Panel surya dapat dipasang di atap, tanah, permukaan air, bahkan lahan pertanian dengan konsep tertentu.

Di Indonesia, salah satu contohnya adalah PLTS Terapung Cirata di Jawa Barat. Fleksibilitas tersebut membuat pemanfaatan energi surya tidak selalu bergantung pada ketersediaan lahan kosong di daratan.

5. PLTS Dapat Menambah Nilai Properti

Pemasangan PLTS juga dapat memberikan nilai tambah pada rumah. Artikel Kompas mengutip studi RICS terhadap properti di Inggris yang menemukan bahwa rumah dengan PLTS mengalami kenaikan nilai sekitar 2%.

Selain potensi nilai tambah properti, pemilik rumah juga dapat memperoleh manfaat dari penghematan penggunaan listrik selama sistem PLTS beroperasi. Namun, dampak terhadap nilai properti dapat berbeda berdasarkan lokasi dan kondisi pasar.

PLTS Terus Berkembang

Perjalanan PLTS menunjukkan bahwa teknologi energi surya telah berkembang selama lebih dari satu abad. Dari penemuan efek fotovoltaik pada abad ke-19 hingga penurunan biaya dan pemanfaatannya di berbagai lokasi, PLTS kini menjadi salah satu teknologi penting dalam pengembangan energi terbarukan.

#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan

Bot
ZEBot Asisten Digital ZonaEBT
Hai Kak!
Aku ZEBot, asisten digital ZonaEBT. Ada yang bisa kubantu hari ini?