
- Batubara masih menjadi sumber energi terbesar PLN dengan nilai penggunaan mencapai Rp79,48 triliun pada 2025.
- Total beban bahan bakar dan pelumas PLN mencapai Rp198,61 triliun, didominasi batu bara, gas alam, dan BBM.
- Energi terbarukan seperti panas bumi, biomassa, dan tenaga air mulai berkontribusi, meski porsinya masih jauh di bawah energi fosil.
Sobat EBT Heroes! Kebutuhan listrik Indonesia yang terus meningkat membuat PT PLN (Persero) masih mengandalkan beragam sumber energi untuk menjaga pasokan listrik tetap andal. Mulai dari batu bara, gas alam, hingga energi terbarukan seperti panas bumi, biomassa, dan tenaga air, seluruhnya memiliki peran masing-masing dalam sistem kelistrikan nasional.
Berdasarkan Laporan Keuangan PLN 2025, total beban bahan bakar dan pelumas PLN mencapai Rp198,61 triliun. Angka tersebut menunjukkan besarnya biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memastikan listrik tetap mengalir ke rumah tangga, industri, bisnis, hingga fasilitas publik di seluruh Indonesia.
Batubara Masih Menjadi Tulang Punggung Pembangkitan Listrik

Hingga 2025, batu bara masih menjadi sumber energi terbesar yang digunakan PLN. Nilai penggunaan batu bara mencapai sekitar Rp79,48 triliun, menjadikannya komponen biaya bahan bakar paling besar dibandingkan sumber energi lainnya.
Selain harganya yang relatif kompetitif, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara masih mendominasi kapasitas pembangkit di Indonesia. Namun, ketergantungan yang tinggi terhadap batu bara juga menjadi tantangan karena menghasilkan emisi karbon yang lebih besar dibandingkan sumber energi lainnya.
Baca Juga:
- Daftar 10 Independent Power Producer (IPP) dengan Nilai Pembelian Listrik Terbesar oleh PLN
- 10 Cara Meningkatkan Skill GIS agar Tetap Kompetitif di Dunia Kerja
Daftar 7 Komposisi Energi PLN Tahun 2025

Berikut komposisi sumber energi yang digunakan PLN berdasarkan nilai beban bahan bakar pada 2025:
1. Batubara – Rp79,48 triliun
Masih menjadi sumber energi utama pembangkit listrik nasional dan menyumbang porsi biaya terbesar.
2. Gas Alam – Rp60,11 triliun
Gas alam banyak digunakan pada pembangkit listrik berbahan bakar gas maupun pembangkit siklus gabungan karena memiliki emisi lebih rendah dibanding batu bara.
3. Bahan Bakar Minyak (BBM) – Rp52,10 triliun
BBM masih digunakan terutama pada daerah terpencil, sistem kelistrikan kecil, maupun sebagai pembangkit cadangan ketika pasokan energi utama terganggu.
4. Panas Bumi (Geothermal) – Rp4,55 triliun
Sebagai negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia, Indonesia mulai meningkatkan pemanfaatan geothermal sebagai sumber listrik rendah emisi yang mampu beroperasi sepanjang waktu.
5. Biomassa – Rp1,37 triliun
Biomassa dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif, termasuk melalui program co-firing pada PLTU untuk mengurangi penggunaan batu bara.
6. Tenaga Air – Rp618 miliar
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) memanfaatkan aliran sungai maupun bendungan sebagai sumber listrik yang bersih dan terbarukan.
7. Minyak Pelumas – Rp383,9 miliar
Selain bahan bakar, PLN juga mengeluarkan biaya untuk pelumas yang digunakan menjaga performa berbagai mesin pembangkit agar tetap optimal.
Energi Terbarukan Mulai Bertumbuh, tetapi Porsinya Masih Kecil
Meski energi fosil masih mendominasi biaya operasional PLN, penggunaan energi terbarukan terus menunjukkan perkembangan. Panas bumi menjadi kontributor terbesar di antara energi bersih yang digunakan PLN, disusul biomassa dan tenaga air.
Ke depan, peningkatan pemanfaatan energi terbarukan dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang rentan terhadap fluktuasi harga global sekaligus mendukung target penurunan emisi karbon Indonesia. Semakin besar bauran energi bersih dalam sistem kelistrikan nasional, semakin kuat pula fondasi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan, efisien, dan tangguh menghadapi tantangan masa depan.
#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan #PLN
Sumber:
[1] https://www.instagram.com/p/DaKs9wbv3Fk/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==