Pemilu Usai, Problematik Persampahan Kampanye Masih Lalai

Persampahan
Pemilu Usai, Problematik Sampah Politik masih Lalai
  • Persampahan pemilu, seperti selebaran, spanduk, baliho, dan plastik dari peralatan kampanye, dapat mencemari lingkungan.
  • Penggunaan bahan-bahan seperti plastik dan kertas dalam kampanye politik dapat merusak ekosistem, terutama jika tidak didaur ulang atau dibuang dengan benar.
  • Pesta demokrasi pemilihan umum seringkali meninggalkan dampak besar terhadap lingkungan karena peningkatan penggunaan material kampanye.

Persampahan Pemilu bikin Ngilu

Pesta demokrasi lima tahun sekali telah usai, baik pemilihan umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden serta para calon anggota legislatif (caleg) lainnya mulai dari DPD, DPRD, dan DPR Republik Indonesia sudah tuntas terlaksana. Namun apakah yang tersisa? Ribuan baliho, jutaan kertas suara serta alat peraga kampanye (APK) yang sebelumnya terpasang di sepanjang jalan raya di berbagai kota.

Sejak tahap awal produksi, plastik telah menimbulkan beberapa masalah. Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OCED) menyatakan bahwa bahan bakar fosil digunakan dalam 93% produksi plastik, yang menyumbang 4% emisi gas rumah kaca global. Tentunya hal ini sangat berdampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan. Ditambah penggunaan alat peraga kampanye (APK) ini lebih banyak menggunakan limbah yang sulit terurai, yaitu plastik.

Ke manakah limbah tersebut akan berakhir? Bagaimana para peserta caleg dan perkumpulan menyikapi dan menangani persampahan yang mereka hasilkan dari visi misi yang mereka usung tersebut?

Baca juga


Mitigasi Perubahan Iklim dengan Percepatan Energi Terbarukan
Pertamina Berinovasi: PLTS Mengubah Sampah Menjadi Energi
Kampung Pemulung: Anugerah Terindah di Antara Tumpukan Sampah


Dampak Persampahan Pemilu

Merujuk pada limbah yang dihasilkan selama proses pemilihanumum, termasuk kampanye politik, pemungutan suara, dan pengumuman hasil contohnya seperti banner baliho partai, surat suara, dan alat peraga kampanye lainnya. Dampak dari sampahan pemilu bisa beragam, antara lain:

  • Pencemaran Lingkungan
    Limbah pemilu, seperti selebaran, spanduk, baliho, dan plastik dari peralatan kampanye, dapat mencemari lingkungan. Limbah ini seringkali dibuang sembarangan dan tidak terurai dengan baik, menyebabkan pencemaran tanah dan air.
  • Kerusakan Ekosistem
    Penggunaan bahan-bahan seperti kertas dan plastik dalam kampanye politik dapat merusak ekosistem, terutama jika tidak didaur ulang atau dibuang dengan benar. Karena bisa menciptakan masalah bagi hewan-hewan liar dan flora lokal.
  • Keselamatan Masyarakat
    Bekas-bekas kertas atau plastik yang berserakan di jalan-jalan atau daerah umum dapat menyebabkan bahaya bagi keselamatan masyarakat. Misalnya, spanduk atau poster yang terpasang di tempat yang tidak aman dapat jatuh dan menyebabkan kecelakaan.
  • Biaya Pembersihan
    Pembersihan membutuhkan biaya tambahan bagi pemerintah daerah atau lembaga terkait. Dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan atau program lainnya harus dialokasikan untuk membersihkan tempat tersebut.
  • Pemanfaatan Sumber Daya
    Produksi bahan-bahan kampanye seperti kertas, plastik, dan barang-barang promosi lainnya menghabiskan sumber daya alam seperti air, energi, dan bahan baku. Penggunaan berlebihan sumber daya ini dapat mengakibatkan degradasi lingkungan.
  • Pengaruh Sosial dan Budaya
    Peningkatan konsumsi dan produksi selama masa pemilu juga dapat memengaruhi sikap sosial dan budaya masyarakat terhadap lingkungan. Misalnya, meningkatnya kesadaran akan dampak yang dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Untuk mengurangi masalah yang ditimbulkan, tentunya diperlukan upaya-upaya seperti kampanye kesadaran. Lalu bagaimana strategi yang pas untuk menanggulangi hal tersebut?

Baca juga


Peran Pengukuran Karbon dalam Keberlanjutan Lingkungan
Efisiensi Energi: Menghadapi Tantangan Lingkungan dan Ekonomi
5 Daerah di Indonesia: Denda Bagi yang Membuang Sampah Sembarangan


Strategi Penanggulangan Sampah Pemilu

Proses daur ulang, Sumber: pixabay.com

Pemilu seringkali meninggalkan dampak besar terhadap lingkungan karena peningkatan penggunaan material kampanye, seperti spanduk, selebaran, dan poster, yang pada akhirnya berujung pada meningkatnya limbah. Jika hal ini dibiarkan, maka akan berdampak negatif bagi sekitar mulai dari faktor lingukngan, kesehatan, dan faktor penunjang kehidupan lainnya. Berikut strategi untuk menanggulangi dampak negatif yang ditimbulkan:

Edukasi dan Kesadaran Mengenai Limbah Persampahan

Dalam konteks tersebut mengenai dampak negatif, pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, edukasi bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat dan pihak terlibat tentang masalah tersebut dan bagaimana cara mengatasi masalah tersebut.

Penggunaan Bahan Ramah Lingkungan

“Penggunaan Bahan Ramah Lingkungan” merujuk pada praktik atau kebijakan menggunakan bahan-bahan yang tidak merusak lingkungan atau setidaknya memiliki dampak yang minimal terhadap lingkungan alam. Dalam konteks kampanye atau kegiatan apapun, termasuk kampanye pemilu, penggunaan bahan ramah lingkungan penting untuk mengurangi jejak ekologis dan meningkatkan keberlanjutan.

Beberapa contoh bahan kampanye ramah lingkungan termasuk spanduk yang terbuat dari bahan yang dapat didaur ulang seperti kertas daur ulang atau kain, bahan-bahan organik yang mudah terurai seperti kertas atau kain organik, atau bahan-bahan alternatif lainnya yang tidak mencemari lingkungan saat pembuatannya maupun saat akhir pemakaiannya.

Praktik ini mempromosikan kesadaran akan perlunya bertindak secara bertanggung jawab terhadap lingkungan dalam semua aspek kehidupan, termasuk dalam aktivitas politik dan kampanye.

Pengelolaan Sampah yang Efektif

Pengelolaan sampah yang efektif mengacu pada serangkaian tindakan dan kebijakan yang dirancang untuk mengelola dengan cara yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan efisien. Hal ini melibatkan penyediaan fasilitas yang memadai, termasuk tempat pembuangan sementara, program daur ulang, dan kegiatan kampanye pembersihan bersama setelah pemilu.

Dengan menerapkan strategi-strategi ini secara efektif, diharapkan dampaknya dapat dikelola dengan lebih baik, yang pada akhirnya akan mendukung upaya pelestarian lingkungan dan keberlanjutan.

Penegakan Peraturan

Penegakan peraturan mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh pihak berwenang untuk menerapkan dan menegakkan aturan, hukum, atau regulasi yang telah ditetapkan terkait dengan suatu masalah atau aktivitas tertentu. Dalam konteks penanganan sampah pemilu, penegakan peraturan mencakup penerapan aturan dan sanksi yang ketat terhadap pelanggaran terkait dengan penanganannya

Tujuan dari penegakan peraturan dalam konteks ini adalah untuk memastikan bahwa penanganan yang dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, serta untuk mendorong kesadaran dan kepatuhan terhadap praktik pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

Inovasi Teknologi Bidang Persampahan

Inovasi teknologi mengacu pada penggunaan ide, konsep, atau metode baru dalam pengembangan atau penerapan teknologi untuk menciptakan solusi yang lebih efektif, efisien, atau memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Dalam konteks penggunaan aplikasi pintar untuk melaporkan lokasi limbah dan memobilisasi upaya pembersihan dengan lebih efektif, inovasi teknologi mencakup pengembangan dan pemanfaatan aplikasi pintar yang memanfaatkan teknologi seperti pemosisian global (GPS), pemrosesan citra, dan komunikasi nirkabel untuk memberikan solusi yang lebih baik dalam mengelola dan membersihkan.

Dengan menerapkan strategi-strategi ini secara efektif, diharapkan masalah persampahan pemilu dapat dikelola dengan lebih baik, yang pada akhirnya akan mendukung upaya pelestarian lingkungan dan keberlanjutan.

#ZonaEBT #SebarTerbarukan #EBTHeroes

Editor: Nadia Istikomatuz Zulfa

Referensi
[1] Sampah Pemilu Perlu Ditangani Khusus
[2] Sampah Alat Peraga Kampanye Pemilu, Bagaimana Penanganannya?
[3] Baliho atau Sampah Pemilu bisa Didaur Ulang
[4] Meminimalisir Sampah Pemilu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 Comment

  1. I’ve been a loyal follower of this amazing website for the last few days. The brilliant content provided to users shows the site owner’s dedication. I’m extremely impressed and hope they continue posting such excellent content.

  2. Your means of telling the whole thing in this piece of writing is genuinely fastidious, every one can effortlessly understand it,
    Thanks a lot.