
- Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.
- PSEL Bali dirancang mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik untuk sekitar 50.000 rumah.
- Proyek ini diperkirakan menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja sekaligus mendukung pengelolaan sampah dan pemanfaatan energi dari limbah.
Sobat EBT Heroes! Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Proyek yang dikenal sebagai PSEL Denpasar Raya ini diharapkan menjadi salah satu upaya untuk mengurangi timbunan sampah di Bali sekaligus memanfaatkan sampah sebagai sumber energi listrik.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan harapan tersebut saat menghadiri Gala Dinner Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia ke-22 (PIT ISOI XXII 2026) di Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (15/10/2026).
Zulkifli berharap fasilitas tersebut dapat mulai beroperasi pada 2027, dengan target penyelesaian sekitar Oktober atau November.
“Mudah-mudahan tahun depan, 2027, mudah-mudahan bisa sudah jadi. Oktober, November sudah jadi,” ujar Zulkifli.
PSEL Bali Dirancang Olah 1.500 Ton Sampah per Hari

PSEL Denpasar Raya merupakan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik yang dibangun di Desa Pedungan, Denpasar Selatan. Pembangunan fasilitas ini dimulai pada Juli 2026 dan menjadi bagian dari program percepatan pengolahan sampah menjadi energi listrik yang didorong pemerintah pusat melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.
Fasilitas PSEL Bali dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.500 ton sampah per hari. Dengan kapasitas tersebut, proyek ini diharapkan dapat membantu mengurangi volume sampah yang harus ditangani sekaligus mengubahnya menjadi sumber energi yang bermanfaat.
Pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste-to-energy merupakan pendekatan yang memanfaatkan sampah sebagai bahan baku untuk menghasilkan energi. Penerapannya membutuhkan teknologi pengolahan yang sesuai serta pengendalian dampak lingkungan agar proses pemanfaatan energi berjalan secara aman dan berkelanjutan.
Berpotensi Memasok Listrik untuk 50.000 Rumah
Selain mengurangi timbunan sampah, PSEL Bali diproyeksikan menghasilkan listrik untuk memenuhi kebutuhan sekitar 50.000 rumah. Proyek tersebut juga diperkirakan mampu menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja.
Zulkifli menyebut pemanfaatan teknologi dapat mengubah sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna.
“Kalau jadi, itu bisa mengurangi sampah 1.500 ton sehari. Jadi sampah diolah jadi listrik bisa menerangi 50.000 rumah. Menyerap kira-kira 2.000 tenaga kerja,” katanya.
Potensi tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi dapat memberikan manfaat dalam beberapa aspek sekaligus, mulai dari pengelolaan limbah, penyediaan energi, hingga penciptaan lapangan kerja.
Meski demikian, kapasitas pengolahan, proyeksi pasokan listrik, dan penyerapan tenaga kerja tersebut merupakan target yang direncanakan untuk proyek. Manfaat aktualnya akan bergantung pada kesiapan fasilitas, ketersediaan pasokan sampah, teknologi yang digunakan, serta operasional pembangkit setelah mulai beroperasi.
Baca Juga:
- PSEL Legok Nangka, Ubah 2.131 Ton Sampah per Hari Jadi Energi Listrik
- Mengenal PSEL: Dari Sampah Menjadi Energi Listrik
PSEL dan Tantangan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Kehadiran PSEL Denpasar Raya menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk menangani persoalan sampah di Bali. Pemanfaatan sampah sebagai sumber energi dapat membantu mengurangi volume limbah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir, sekaligus menghasilkan listrik untuk kebutuhan masyarakat.
Namun, teknologi waste-to-energy tetap perlu ditempatkan sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah yang menyeluruh. Upaya pengurangan sampah dari sumbernya, pemilahan, penggunaan kembali, dan daur ulang tetap diperlukan untuk mendukung pengelolaan yang berkelanjutan.
Pengoperasian PSEL juga perlu disertai pengawasan emisi, pengelolaan residu hasil pembakaran, serta pemenuhan standar lingkungan yang berlaku. Dengan demikian, manfaat pengolahan sampah menjadi energi dapat dioptimalkan tanpa mengabaikan perlindungan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Jika berjalan sesuai target, PSEL Denpasar Raya berpotensi menjadi salah satu infrastruktur penting bagi Bali dalam mengintegrasikan pengelolaan sampah dan pemanfaatan energi. Keberhasilan proyek ini nantinya akan bergantung pada kesiapan teknologi, tata kelola operasional, serta pengawasan lingkungan secara berkelanjutan.
#ZONAEBT #PSEL #Bali