15 Pembangkit Listrik di Indonesia, dari PLTU hingga PLTS!

Potret kebun angin pertama dan terbesar di Indonesia: PLTB Sidrap di Sulawesi Selatan, foto: ZONAEBT.
  • Indonesia memiliki beragam jenis pembangkit listrik, mulai dari PLTU, PLTA, PLTP, PLTS, hingga PLTB.
  • Sejumlah pembangkit memanfaatkan energi terbarukan seperti air, panas bumi, matahari, dan angin.
  • PLTS Terapung Cirata dan PLTB Sidrap menjadi contoh pengembangan pembangkit berbasis energi terbarukan di Indonesia.

Sobat EBT Heroes! Indonesia memiliki banyak jenis pembangkit listrik yang tersebar di berbagai wilayah. Ada yang memanfaatkan batu bara, aliran sungai, panas bumi, hingga sinar matahari dan angin.

Kondisi geografis Indonesia ikut menentukan jenis pembangkit yang dikembangkan di suatu daerah. Karena itu, pembangkit listrik di Indonesia tidak hanya berbeda dari sumber energinya, tetapi juga dari lokasi dan teknologi yang digunakan. Berikut 15 di antaranya yang telah dirangkum oleh ZONAEBT:

1. PLTU Suralaya

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya berada di Cilegon, Banten. Pembangkit ini menggunakan batu bara sebagai bahan bakar dan menjadi salah satu penopang sistem kelistrikan Jawa-Bali. Kompleks pembangkit ini berada di kawasan pesisir Banten dan memiliki kapasitas sekitar 3.400 MW.

2. PLTU Paiton

Berada di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, PLTU Paiton merupakan salah satu kompleks pembangkit batu bara terbesar di Indonesia. Lokasinya yang berada di tepi pantai juga mendukung kegiatan bongkar muat batu bara untuk kebutuhan pembangkit.

3. PLTU Tanjung Jati B

PLTU Tanjung Jati B berada di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pembangkit berbahan bakar batu bara ini memiliki kapasitas sekitar 2.600 MW dan menjadi salah satu pembangkit besar yang memasok listrik ke sistem Jawa-Bali.

4. PLTA Saguling

Berbeda dari tiga pembangkit sebelumnya, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling memanfaatkan aliran air untuk menghasilkan listrik. Pembangkit yang berada di Jawa Barat ini memiliki kapasitas sekitar 700 MW dan menjadi bagian dari rangkaian pembangkit di sepanjang Sungai Citarum bersama PLTA Cirata dan Jatiluhur.

5. PLTA Cirata

Masih di Jawa Barat, ada PLTA Cirata dengan kapasitas sekitar 1.008 MW. Pembangkit ini memanfaatkan air Waduk Cirata dan memiliki rumah pembangkit yang berada di bawah tanah.

Yang menarik, Waduk Cirata kini tidak hanya dimanfaatkan untuk PLTA. Di permukaannya juga berdiri PLTS Terapung Cirata, sehingga satu kawasan waduk menjadi tempat pemanfaatan dua sumber energi, yakni air dan matahari.

6. PLTA Sutami

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sutami atau Karangkates berada di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pembangkit ini memanfaatkan aliran Sungai Brantas dan keberadaan Waduk Sutami untuk menghasilkan listrik.

Kawasan waduk tersebut juga memiliki fungsi penting dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah sekitar.

Baca Juga:



7. PLTA Bakaru

Di Sulawesi Selatan terdapat PLTA Bakaru yang memanfaatkan aliran Sungai Mamasa. Pembangkit ini berada di kawasan perbukitan dan pegunungan sehingga pembangunan infrastrukturnya harus menyesuaikan kondisi medan.

PLTA Bakaru memiliki kapasitas sekitar 227 MW berdasarkan data yang dicantumkan sumber awal.

8. PLTP Kamojang

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang memanfaatkan panas dari dalam bumi untuk menghasilkan listrik. Lokasinya berada di kawasan Kamojang, Jawa Barat, yang sejak lama dikenal sebagai salah satu wilayah pengembangan panas bumi Indonesia.

Berbeda dengan pembangkit batu bara atau gas, PLTP menggunakan fluida panas bumi dari reservoir untuk menghasilkan uap yang kemudian menggerakkan turbin.

9. PLTP Lahendong

Pemanfaatan panas bumi juga dilakukan melalui PLTP Lahendong di Sulawesi Utara. Kawasan Lahendong berada di wilayah yang memiliki aktivitas vulkanik dan potensi panas bumi.

Fluida panas dari dalam bumi dimanfaatkan untuk menghasilkan uap dan menggerakkan turbin pembangkit. Lahendong menjadi salah satu contoh pemanfaatan potensi panas bumi di wilayah timur Indonesia.

10. PLTS Terapung Cirata

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata memanfaatkan panel surya yang dipasang di atas permukaan Waduk Cirata, Jawa Barat. Pembangkit ini memiliki kapasitas 192 MWp dan dibangun di area sekitar 200 hektare.

PLTS Terapung Cirata menjadi salah satu proyek energi surya terbesar di Indonesia. Saat diresmikan pada 2023, pembangkit ini juga disebut sebagai PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara.

11. PLTB Sidrap

Di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, angin dimanfaatkan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap. Istilah bayu merupakan sebutan untuk angin.

Turbin-turbin berukuran besar berdiri di kawasan perbukitan dan mengubah energi gerak angin menjadi listrik. PLTB Sidrap memiliki kapasitas sekitar 75 MW dan menjadi salah satu proyek penting dalam pengembangan energi angin di Indonesia.

12. PLTGU Muara Karang

Di kawasan Jakarta Utara terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang. Pembangkit ini menggunakan turbin gas dan turbin uap dalam satu sistem untuk menghasilkan listrik.

Lokasinya yang berada dekat pusat beban listrik membuat Muara Karang memiliki peran penting dalam memasok kebutuhan listrik Jakarta dan sekitarnya.

13. PLTD Apung Aceh

Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Apung merupakan pembangkit yang memiliki kisah berbeda. Kapal pembangkit ini terbawa gelombang tsunami Aceh pada 2004 dan terdampar cukup jauh dari garis pantai di Banda Aceh.

Kini, PLTD Apung tidak lagi menjadi pembangkit yang beroperasi seperti pada masa sebelumnya. Kapal tersebut menjadi situs edukasi dan pengingat bencana tsunami Aceh.

14. PLTGU Grati

Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Grati berada di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Pembangkit ini menggunakan sistem combined cycle atau siklus gabungan.

Dalam sistem tersebut, gas digunakan untuk menggerakkan turbin gas, sementara panas yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan uap. Uap tersebut kembali digunakan untuk menggerakkan turbin sehingga satu proses pembangkitan dapat menghasilkan energi melalui dua tahap.

15. PLTMH di Daerah Terpencil

Selain pembangkit berkapasitas besar, Indonesia juga memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Pembangkit ini memanfaatkan aliran air dalam skala kecil, misalnya sungai atau saluran air yang tersedia di sekitar desa.

PLTMH dapat menjadi pilihan untuk wilayah yang belum terhubung dengan jaringan listrik utama. Skala pembangkitnya memang jauh lebih kecil dibandingkan PLTA besar, tetapi listrik yang dihasilkan bisa menjadi sumber energi penting bagi masyarakat di daerah terpencil.

Beragam Cara Indonesia Menghasilkan Listrik

Kelima belas pembangkit tersebut memperlihatkan betapa beragamnya sumber energi yang digunakan untuk menghasilkan listrik di Indonesia. Batu bara masih digunakan pada pembangkit berkapasitas besar seperti PLTU, sementara air dimanfaatkan melalui PLTA dan panas bumi melalui PLTP.

Di sisi lain, pengembangan energi terbarukan juga semakin terlihat melalui PLTS Terapung Cirata dan PLTB Sidrap. Setiap pembangkit memiliki karakteristik sendiri, menyesuaikan sumber energi dan kondisi wilayah tempatnya dibangun.

Dari pesisir Banten hingga perbukitan Sulawesi Selatan, dari panas bumi Kamojang sampai panel surya di atas Waduk Cirata, pembangkit listrik Indonesia berkembang dengan memanfaatkan berbagai sumber energi yang tersedia di Nusantara.

#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan

Bot
ZEBot Asisten Digital ZonaEBT
Hai Kak!
Aku ZEBot, asisten digital ZonaEBT. Ada yang bisa kubantu hari ini?