
- Jawa Barat menjadi provinsi dengan kapasitas PLTS terbesar, mencapai 145 MW.
- NTB, NTT, Sulawesi Utara, dan Gorontalo masuk lima besar dengan kapasitas PLTS di atas 12 MW.
- Bali berada di peringkat keenam dengan kapasitas PLTS sebesar 4,6 MW berdasarkan data yang diberikan.
Sobat EBT Heroes! Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terus dilakukan di berbagai wilayah Indonesia. Kapasitas PLTS yang terpasang di setiap provinsi pun berbeda-beda, dipengaruhi oleh potensi energi surya, kondisi wilayah, kebutuhan listrik, hingga perkembangan proyek energi terbarukan di daerah tersebut.
Berdasarkan data yang tersedia, Jawa Barat menjadi provinsi dengan kapasitas PLTS terbesar, mencapai 145 megawatt (MW). Angka ini terpaut cukup jauh dari provinsi yang berada di posisi berikutnya. Berikut 10 provinsi dengan kapasitas PLTS terbesar berdasarkan data tersebut.
1. Jawa Barat
Jawa Barat berada di posisi pertama dengan kapasitas PLTS mencapai 145 MW. Kapasitas ini menjadi yang terbesar dalam daftar dan menunjukkan adanya pengembangan PLTS dalam skala yang jauh lebih besar dibandingkan provinsi lainnya.
Posisi Jawa Barat juga memiliki selisih yang cukup besar dengan peringkat kedua, yakni lebih dari 120 MW.
2. Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat (NTB) menempati posisi kedua dengan kapasitas PLTS sebesar 21,14 MW. Meski berada di peringkat kedua, kapasitasnya masih terpaut jauh dari Jawa Barat.
Potensi energi surya dan karakteristik wilayah NTB menjadi salah satu konteks penting dalam pengembangan pembangkit berbasis tenaga surya di provinsi ini.
3. Nusa Tenggara Timur
Di posisi ketiga terdapat Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan kapasitas PLTS sebesar 19,02 MW.
Wilayah kepulauan seperti NTT memiliki kebutuhan pengembangan infrastruktur energi yang beragam. PLTS dapat menjadi salah satu teknologi yang digunakan untuk mendukung penyediaan listrik, termasuk di wilayah yang memiliki tantangan akses jaringan.
4. Sulawesi Utara
Sulawesi Utara berada di peringkat keempat dengan kapasitas PLTS sebesar 17,1 MW.
Kapasitas tersebut menempatkan Sulawesi Utara sebagai salah satu provinsi dengan pengembangan PLTS terbesar dalam data ini. Pengembangan pembangkit tenaga surya dapat menjadi bagian dari diversifikasi sumber energi listrik di wilayah tersebut.
5. Gorontalo
Selanjutnya terdapat Gorontalo dengan kapasitas PLTS mencapai 12,04 MW. Provinsi ini menjadi wilayah kelima dalam daftar dengan kapasitas pembangkit tenaga surya terbesar.
Jika dibandingkan dengan posisi keempat, terdapat selisih sekitar 5 MW antara kapasitas PLTS Gorontalo dan Sulawesi Utara.
6. Bali
Bali berada di posisi keenam dengan kapasitas PLTS sebesar 4,6 MW.
Pengembangan energi surya di Bali menjadi bagian dari upaya pemanfaatan energi terbarukan di sektor kelistrikan. Posisi Bali dalam daftar ini juga menunjukkan adanya perbedaan kapasitas yang cukup besar dibandingkan lima provinsi teratas.
7. Sulawesi Selatan
Di bawah Bali terdapat Sulawesi Selatan dengan kapasitas PLTS sebesar 3,28 MW.
Provinsi ini berada di peringkat ketujuh. Selisih kapasitas antara Sulawesi Selatan dan Bali mencapai sekitar 1,32 MW.
8. Papua Selatan
Papua Selatan menjadi salah satu dari dua provinsi di Pulau Papua yang masuk dalam daftar 10 besar. Kapasitas PLTS di provinsi ini tercatat sebesar 2,58 MW.
Kehadiran Papua Selatan menunjukkan bahwa pengembangan PLTS juga berlangsung di kawasan Indonesia bagian timur.
9. Papua Tengah
Provinsi berikutnya adalah Papua Tengah dengan kapasitas PLTS sebesar 2,48 MW.
Kapasitas tersebut hanya terpaut sekitar 0,10 MW dari Papua Selatan. Dengan demikian, kedua provinsi Papua tersebut memiliki kapasitas PLTS yang relatif berdekatan dalam daftar ini.
10. Kepulauan Riau
Posisi terakhir ditempati Kepulauan Riau (Kepri) dengan kapasitas PLTS sebesar 2,36 MW.
Kepulauan Riau melengkapi daftar 10 provinsi dengan kapasitas PLTS terbesar. Kondisi geografis kepulauan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sistem kelistrikan dan pemanfaatan energi surya di wilayah tersebut.
Kapasitas PLTS Berbeda di Setiap Daerah
Data tersebut menunjukkan bahwa kapasitas PLTS di Indonesia masih memiliki perbedaan yang cukup besar antardaerah. Jawa Barat berada jauh di atas provinsi lainnya dengan kapasitas 145 MW, sementara provinsi di posisi berikutnya berada pada kisaran 2–21 MW.
Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti potensi radiasi matahari, kebutuhan listrik, kondisi geografis, infrastruktur jaringan, kebijakan daerah, serta jumlah dan skala proyek PLTS yang telah dikembangkan. Pengembangan energi surya di berbagai daerah menjadi bagian penting dalam memperluas pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia.
#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan
Sumber:
[1] https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/31/c4f7aade5d4801236ec79b81/statistik-listrik-2020-2024.html