
- Pertamina memiliki lima subholding utama untuk mengelola bisnis energi dari hulu hingga hilir
- Power & NRE Subholding fokus mengembangkan energi baru terbarukan seperti panas bumi dan PLTS
- Struktur subholding membantu Pertamina lebih efisien dan siap menghadapi transisi energi
Sobat EBT Heroes! Pertamina tidak hanya bergerak di sektor BBM atau SPBU saja. Sebagai perusahaan energi terbesar di Indonesia, Pertamina memiliki banyak lini bisnis yang dikelola melalui sistem subholding.
Pembentukan subholding ini dilakukan agar pengelolaan bisnis energi menjadi lebih fokus, terintegrasi, dan efisien. Mulai dari eksplorasi minyak dan gas, distribusi energi, pengembangan gas bumi, hingga energi baru terbarukan (EBT), semuanya dikelola oleh subholding yang berbeda sesuai bidangnya.
Struktur ini juga menjadi bagian dari transformasi Pertamina untuk menghadapi tantangan transisi energi dan kebutuhan energi nasional yang terus meningkat.
Apa Itu Subholding Pertamina?
Subholding adalah pengelompokan lini bisnis Pertamina berdasarkan sektor operasional tertentu. Dengan sistem ini, setiap bidang usaha bisa lebih fokus menjalankan strategi bisnis dan pengembangannya masing-masing.
Saat ini, Pertamina memiliki lima subholding utama yang mencakup sektor hulu, hilir, gas, energi baru terbarukan, hingga logistik maritim.

Baca Juga:
- Apa Itu Sekolah Energi Berdikari? Cara Kenalkan Energi Bersih ke Pelajar
- Prospek PLTS Atap 2026 Kian Cerah, Permintaan Industri dan Rumah Tangga Meningkat
1. Upstream Subholding
Upstream Subholding dijalankan melalui PT Pertamina Hulu Energi (PHE).
Subholding ini berfokus pada kegiatan eksplorasi dan produksi minyak serta gas bumi, baik di Indonesia maupun luar negeri.
Aktivitasnya mencakup pencarian cadangan energi, pengeboran, hingga produksi migas untuk mendukung kebutuhan energi nasional.
PHE juga mengelola beberapa anak perusahaan seperti Pertamina EP, Pertamina Internasional EP, hingga Pertamina Drilling Services Indonesia.
2. Downstream Subholding
Downstream Subholding dijalankan melalui PT Pertamina Patra Niaga.
Bidang ini bertugas mengelola bisnis hilir energi, mulai dari distribusi BBM, pengolahan energi, perdagangan, hingga pemasaran produk energi ke masyarakat.
Pada 2026, Pertamina juga melakukan konsolidasi beberapa bisnis hilir untuk memperkuat rantai pasok energi nasional dan meningkatkan efisiensi operasional.
Subholding ini punya peran penting karena langsung berkaitan dengan distribusi energi yang digunakan masyarakat sehari-hari.
3. Gas Subholding
Gas Subholding dijalankan melalui PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).
PGN bergerak di sektor transmisi dan distribusi gas bumi, perdagangan LNG, hingga pengembangan infrastruktur gas nasional.
Selain menyalurkan gas untuk industri dan rumah tangga, PGN juga mengembangkan jaringan pipa gas dan fasilitas energi berbasis gas lainnya.
Gas bumi dinilai menjadi salah satu energi transisi sebelum Indonesia menuju energi bersih sepenuhnya.
4. Power & NRE Subholding
Power & New Renewable Energy (NRE) Subholding dijalankan melalui PT Pertamina Power Indonesia.
Subholding ini fokus pada pengembangan energi baru terbarukan seperti panas bumi, tenaga surya, hingga pembangkit listrik berbasis energi bersih lainnya.
Pertamina juga aktif mengembangkan proyek panas bumi melalui Pertamina Geothermal Energy (PGE), yang kini menjadi salah satu pemain geothermal terbesar di Indonesia.
Keberadaan subholding ini menunjukkan keseriusan Pertamina dalam mendukung transisi energi dan target net zero emission.
5. Integrated Marine Logistics Subholding
Integrated Marine Logistics Subholding dijalankan melalui PT Pertamina International Shipping (PIS).
Subholding ini bertanggung jawab pada sektor transportasi dan logistik energi, terutama pengiriman minyak, gas, dan produk energi lainnya melalui jalur laut.
Peran logistik sangat penting untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar ke berbagai wilayah Indonesia.
Selain itu, keberadaan PIS juga mendukung penguatan rantai pasok energi nasional agar lebih efisien dan terintegrasi.
Kenapa Struktur Subholding Ini Penting?
Pembentukan subholding membuat Pertamina bisa lebih fokus mengembangkan setiap sektor energi secara terpisah namun tetap saling terhubung.
Selain meningkatkan efisiensi bisnis, struktur ini juga membantu Pertamina lebih adaptif menghadapi perubahan industri energi global, termasuk transisi menuju energi rendah karbon.
Melalui Power & NRE Subholding misalnya, Pertamina mulai memperbesar porsi investasi di sektor energi bersih seperti panas bumi dan PLTS.
Di sisi lain, subholding gas dan logistik tetap dibutuhkan untuk menjaga ketahanan energi nasional selama proses transisi berlangsung.
#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan
Sumber:
[1] https://www.instagram.com/p/DYwmMVezxji/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=NTc4MTIwNjQ2YQ==