
- Kapasitas PLTS Indonesia meningkat dari 12,94 MW pada 2016 menjadi 36,34 MW pada 2025 atau tumbuh sekitar 181%.
- Pertumbuhan PLTS mulai meningkat signifikan sejak 2021 seiring percepatan pengembangan energi terbarukan.
- PLTS menjadi salah satu teknologi utama dalam mendukung transisi energi dan target bauran EBT di Indonesia.
Sobat EBT Heroes! Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi salah satu teknologi energi terbarukan yang perkembangannya semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pemanfaatan energi matahari dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung transisi energi di Indonesia karena sumbernya melimpah, ramah lingkungan, dan dapat diterapkan mulai dari skala rumah tangga hingga pembangkit berkapasitas besar.
Data PT PLN (Persero) menunjukkan bahwa kapasitas PLTS di Indonesia terus mengalami peningkatan dalam satu dekade terakhir. Meski sempat mengalami penurunan pada 2017, tren pertumbuhannya kembali berlanjut dan semakin cepat sejak 2021.

Perkembangan Kapasitas PLTS Indonesia 2016–2025
Berdasarkan data PLN, kapasitas PLTS Indonesia meningkat dari 12,94 MW pada 2016 menjadi 36,34 MW pada 2025. Secara keseluruhan, kapasitas tersebut tumbuh sekitar 181% dalam kurun waktu sepuluh tahun.
Berikut perkembangan kapasitas PLTS Indonesia setiap tahunnya:
- 2016: 12,94 MW
- 2017: 7,98 MW
- 2018: 12,07 MW
- 2019: 14,65 MW
- 2020: 16,71 MW
- 2021: 21,34 MW
- 2022: 28,62 MW
- 2023: 32,33 MW
- 2024: 33,65 MW
- 2025: 36,34 MW
Data tersebut menunjukkan bahwa setelah mengalami penurunan pada 2017, kapasitas PLTS kembali meningkat secara konsisten hingga mencapai titik tertinggi pada 2025.
Baca Juga:
- HydroOpt Menjadi Inovasi Digitalisasi Masa Depan PLTA
- Pembangkit Listrik Tenaga Air: Keunggulan dan Tantangan
Pertumbuhan PLTS Semakin Cepat Sejak 2021
Lompatan pertumbuhan paling signifikan mulai terlihat sejak 2021. Dalam rentang empat tahun, kapasitas PLTS bertambah sekitar 15 MW, dari 21,34 MW menjadi 36,34 MW.
Peningkatan ini mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan energi surya di Indonesia. Selain didorong oleh perkembangan teknologi panel surya yang semakin efisien, berbagai kebijakan pemerintah juga mulai memberikan ruang yang lebih besar bagi pengembangan energi baru terbarukan (EBT).
PLTS menjadi salah satu pembangkit yang dinilai memiliki waktu pembangunan relatif cepat dibandingkan beberapa jenis pembangkit lainnya. Teknologi ini juga dapat diterapkan secara fleksibel, baik melalui PLTS skala utilitas maupun PLTS atap untuk sektor rumah tangga, komersial, dan industri.
PLTS Berperan Penting dalam Transisi Energi
Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar karena berada di wilayah khatulistiwa dengan intensitas penyinaran matahari yang tinggi sepanjang tahun. Potensi tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan bauran energi terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar fosil.
Ke depan, pengembangan PLTS diperkirakan akan terus meningkat seiring implementasi RUPTL PLN 2025–2034, yang menempatkan energi surya sebagai salah satu teknologi prioritas dalam pembangunan pembangkit EBT. Dukungan regulasi, investasi, serta pengembangan industri panel surya dalam negeri diharapkan mampu mempercepat pemanfaatan energi matahari sebagai sumber listrik yang lebih bersih, berkelanjutan, dan terjangkau.
#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan
Sumber:
[1] https://www.instagram.com/p/Da-Dtnzv1SF/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==