
- PLTS On-Grid terhubung dengan jaringan PLN dan cocok untuk rumah, kantor, maupun industri yang ingin menghemat tagihan listrik.
- PLTS Off-Grid bekerja secara mandiri menggunakan baterai sehingga ideal untuk daerah terpencil yang belum memiliki akses listrik PLN.
- PLTS Hybrid menggabungkan panel surya, baterai, dan jaringan PLN sehingga memberikan pasokan listrik yang lebih stabil dan andal.
Sobat EBT Heroes! Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) semakin banyak digunakan sebagai solusi penyediaan listrik yang bersih, hemat, dan berkelanjutan. Selain membantu mengurangi tagihan listrik, PLTS juga berperan penting dalam mendukung transisi energi menuju pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).
Namun, sebelum memasang panel surya, ada satu hal penting yang perlu dipahami, yaitu jenis sistem PLTS yang akan digunakan. Secara umum, terdapat tiga tipe utama, yakni PLTS On-Grid, PLTS Off-Grid, dan PLTS Hybrid. Ketiganya memiliki cara kerja, kebutuhan komponen, hingga fungsi yang berbeda.
Lalu, apa perbedaan masing-masing sistem tersebut? Simak penjelasannya berikut ini.
1. PLTS On-Grid, Terhubung Langsung dengan Jaringan PLN
PLTS On-Grid merupakan sistem panel surya yang terhubung langsung dengan jaringan listrik PLN. Sistem ini banyak digunakan pada rumah tinggal, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga kawasan industri yang telah memiliki akses listrik.
Cara kerjanya cukup sederhana. Panel surya menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi listrik arus searah (DC). Selanjutnya, inverter mengonversi listrik DC menjadi arus bolak-balik (AC) agar dapat digunakan oleh peralatan listrik di dalam bangunan.
Karena terhubung dengan jaringan PLN, pengguna tidak memerlukan baterai sebagai media penyimpanan energi. Saat produksi listrik dari panel surya berkurang, misalnya pada malam hari atau ketika cuaca mendung, kebutuhan listrik akan dipenuhi secara otomatis oleh pasokan PLN.
Kelebihan PLTS On-Grid
- Investasi lebih rendah karena tidak membutuhkan baterai.
- Cocok untuk rumah, kantor, dan industri di wilayah yang telah terjangkau jaringan PLN.
- Mampu membantu menekan konsumsi listrik dari PLN sehingga tagihan listrik menjadi lebih hemat.
2. PLTS Off-Grid, Solusi Listrik Mandiri untuk Daerah Terpencil
Berbeda dengan sistem sebelumnya, PLTS Off-Grid bekerja secara mandiri tanpa terhubung ke jaringan PLN. Seluruh kebutuhan listrik dipenuhi dari energi matahari yang kemudian disimpan ke dalam baterai.
Sistem ini sering disebut juga sebagai Stand Alone Photovoltaic (PV) dan umumnya digunakan di daerah terpencil, pulau kecil, kawasan pegunungan, atau lokasi yang belum mendapatkan akses listrik dari PLN.
Pada siang hari, panel surya menghasilkan listrik sekaligus mengisi baterai. Energi yang tersimpan tersebut kemudian digunakan pada malam hari atau saat intensitas matahari rendah. Dalam beberapa kondisi, sistem ini juga dilengkapi dengan genset sebagai sumber listrik cadangan ketika kapasitas baterai menipis.
Kementerian ESDM bahkan merekomendasikan kapasitas baterai yang mampu menyuplai kebutuhan listrik selama minimal tiga hari sebagai antisipasi ketika cuaca tidak mendukung.
Kelebihan PLTS Off-Grid
- Tidak bergantung pada jaringan PLN.
- Sangat cocok untuk wilayah terpencil yang belum teraliri listrik.
- Memberikan kemandirian energi bagi masyarakat maupun fasilitas umum.
Baca Juga:
- 7 Komponen Panel Surya dan Fungsinya dalam Sistem PLTS
- Prospek PLTS Atap 2026 Kian Cerah, Permintaan Industri dan Rumah Tangga Meningkat
3. PLTS Hybrid, Menggabungkan Panel Surya, Baterai, dan PLN
PLTS Hybrid merupakan kombinasi antara sistem On-Grid dan Off-Grid. Selain terhubung dengan jaringan PLN, sistem ini juga menggunakan baterai sebagai penyimpan energi.
Saat matahari bersinar, panel surya akan memenuhi kebutuhan listrik sekaligus mengisi baterai. Ketika produksi listrik menurun, energi dari baterai akan digunakan terlebih dahulu. Jika kapasitas baterai tidak mencukupi, sistem secara otomatis mengambil pasokan dari jaringan PLN.
Dengan sistem tersebut, pasokan listrik menjadi lebih stabil dan risiko pemadaman dapat diminimalkan. Oleh karena itu, PLTS Hybrid banyak dipilih untuk bangunan yang membutuhkan kontinuitas pasokan listrik, seperti rumah sakit, pusat data, hotel, hingga kawasan industri.
Kelebihan PLTS Hybrid
- Pasokan listrik lebih stabil karena memiliki dua sumber cadangan.
- Tetap dapat menggunakan energi yang tersimpan di baterai saat terjadi pemadaman listrik.
- Meningkatkan pemanfaatan energi surya secara optimal.
Mana Sistem PLTS yang Paling Tepat?

Tidak ada sistem yang paling baik untuk semua kondisi. Pilihan terbaik bergantung pada lokasi, kebutuhan listrik, dan anggaran yang tersedia.
- Jika lokasi sudah memiliki jaringan PLN dan tujuan utamanya adalah menghemat tagihan listrik, PLTS On-Grid menjadi pilihan yang paling ekonomis.
- Jika berada di wilayah yang belum terjangkau listrik PLN, PLTS Off-Grid merupakan solusi yang tepat karena mampu menyediakan listrik secara mandiri.
- Sementara itu, bagi pengguna yang menginginkan efisiensi sekaligus keandalan pasokan listrik, PLTS Hybrid menawarkan kombinasi terbaik antara panel surya, baterai, dan jaringan PLN.
PLTS Jadi Solusi Energi Masa Depan
Terlepas dari jenis sistem yang digunakan, PLTS menjadi salah satu teknologi yang berperan penting dalam mendukung transisi energi di Indonesia. Pemanfaatan energi matahari tidak hanya membantu mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, tetapi juga mampu menekan emisi karbon dan meningkatkan ketahanan energi nasional.
Seiring harga panel surya yang semakin kompetitif dan teknologi yang terus berkembang, penggunaan PLTS diperkirakan akan semakin luas, baik untuk rumah tangga, sektor komersial, industri, maupun wilayah terpencil. Dengan memilih sistem yang sesuai kebutuhan, masyarakat dapat menikmati manfaat energi bersih sekaligus berkontribusi pada pembangunan yang lebih berkelanjutan.
#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan #PLTS