
- Panel surya dapat dimanfaatkan untuk berbagai bidang pekerjaan, mulai dari nelayan, petani, peternak hingga pelaku UMKM.
- Nelayan dapat menggunakan energi surya untuk freezer, cold storage, dan mesin pembuat es guna menjaga kualitas hasil tangkapan.
- Petani dapat memanfaatkan PLTS untuk pompa irigasi, sementara sektor perikanan dan peternakan dapat menggunakannya untuk pompa, aerator, dan peralatan produksi.
Sobat EBT Heroes! Panel surya tidak hanya dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik bagi rumah atau gedung. Teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) juga dapat mendukung berbagai aktivitas pekerjaan, terutama yang membutuhkan listrik di lokasi terpencil atau memiliki kebutuhan energi cukup besar.
Pemanfaatan energi surya dapat ditemukan pada sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga usaha pengolahan hasil pangan. Dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi, panel surya dapat digunakan untuk mengoperasikan peralatan seperti pompa air, mesin pendingin, hingga fasilitas produksi.
Lantas, apa saja contoh pemanfaatan panel surya untuk berbagai bidang pekerjaan?
1. Pekerja di Wilayah Terpencil untuk Listrik dan Telekomunikasi

Panel surya juga dapat dimanfaatkan oleh pekerja atau individu yang menjalankan aktivitas di wilayah terpencil dan tidak terjangkau jaringan listrik. Sistem PLTS off-grid memungkinkan listrik dihasilkan langsung dari sinar matahari dan disimpan dalam baterai untuk digunakan saat malam atau ketika matahari tidak bersinar.
Salah satu contohnya adalah rumah keluarga Andrew Kalaweit yang berada di kawasan Pararawen, Barito Utara, Kalimantan Tengah. Rumah yang berada di tengah hutan tersebut memanfaatkan panel surya sebagai sumber listrik untuk kebutuhan sehari-hari. Keluarga Kalaweit menggunakan panel surya dan baterai penyimpanan untuk memenuhi kebutuhan listrik di rumah, sementara antena juga digunakan untuk mendukung konektivitas internet.
Pemanfaatan ini menunjukkan bahwa panel surya tidak hanya relevan untuk rumah perkotaan, tetapi juga dapat mendukung aktivitas konservasi hutan dan pekerjaan lapangan di lokasi yang jauh dari jaringan listrik. Hal tersebut sejalan dengan aktivitas Kalaweit dalam perlindungan hutan dan satwa liar di Kalimantan dan Sumatra.
2. Nelayan untuk Freezer dan Pembuatan Es
Salah satu pemanfaatan panel surya yang relevan bagi nelayan adalah untuk mendukung kebutuhan rantai dingin (cold chain), seperti freezer, cold storage, dan mesin pembuat es. Listrik dari panel surya dapat digunakan untuk menjaga hasil tangkapan tetap dingin sehingga kualitas ikan lebih terjaga sebelum dijual.
Kementerian ESDM pernah mengembangkan pemanfaatan PLTS untuk cold storage sektor perikanan. Di Pulau Sulamu, Nusa Tenggara Timur, pemerintah juga mengembangkan Solar Ice Maker berkapasitas 25 kWp yang mampu menghasilkan hingga 1 ton es balok per hari. Sistem tersebut dirancang untuk membantu nelayan mempertahankan kesegaran hasil tangkapan.
Pemanfaatan ini juga relevan bagi wilayah pesisir dan pulau-pulau terpencil yang memiliki keterbatasan akses listrik. FAO mencatat teknologi solar-powered refrigeration dan pembuatan es dapat membantu nelayan skala kecil mengurangi kehilangan hasil tangkapan sekaligus meningkatkan peluang ekonomi.
Baca Juga:
- 3 Skill yang Wajib Dimiliki GIS Analyst di Bidang Energi
- 5 Negara dengan Teknologi GIS Paling Canggih, Bisa Monitoring Deforestasi hingga Perubahan Iklim!
3. Petani untuk Pompa Irigasi
Bagi petani, panel surya dapat dimanfaatkan untuk mengoperasikan pompa air tenaga surya. Listrik yang dihasilkan panel digunakan untuk menggerakkan pompa sehingga air dari sumber tertentu dapat dialirkan menuju lahan pertanian.
Di Indonesia, Kementerian ESDM mencatat pemanfaatan pompa tenaga surya untuk membantu sistem irigasi petani. Salah satunya diterapkan di Desa Keliki, Ubud, Bali, untuk membantu meningkatkan ketersediaan air irigasi sawah.
PLTS juga dimanfaatkan untuk sistem irigasi di Tanjung Raja. Sebelumnya, petani setempat mengandalkan sawah tadah hujan sehingga aktivitas pertanian terhenti saat musim kemarau. Setelah tersedia PLTS untuk irigasi, petani dapat meningkatkan intensitas tanam hingga memungkinkan panen dua kali setahun.
Pemanfaatan panel surya untuk pertanian juga telah banyak dikaji oleh FAO. Sistem pompa berbasis fotovoltaik dapat digunakan untuk mengambil, mengangkat, dan mendistribusikan air irigasi, termasuk di wilayah yang belum terhubung jaringan listrik.
4. Peternak dan Pembudidaya Ikan untuk Pompa serta Peralatan Produksi
Panel surya juga dapat membantu pekerjaan peternak dan pembudidaya ikan yang membutuhkan listrik untuk mengoperasikan peralatan produksi. Pada kegiatan akuakultur, misalnya, listrik dapat digunakan untuk pompa air, aerator, pemberi pakan, hingga penerangan.
FAO menyebut sistem fotovoltaik dapat digunakan untuk mengoperasikan berbagai peralatan dalam kegiatan akuakultur, termasuk feeders, pompa, aerator, dan sistem penerangan. Pemanfaatannya menjadi semakin relevan bagi wilayah perdesaan atau lokasi budidaya yang memiliki akses listrik terbatas.
Dalam praktiknya, kapasitas PLTS perlu disesuaikan dengan kebutuhan peralatan dan pola penggunaan listrik. Sistem penyimpanan baterai juga dapat dipertimbangkan ketika peralatan harus tetap beroperasi di luar jam matahari.
5. Pelaku Usaha Pengolahan Hasil Pertanian dan Perikanan
Pelaku usaha yang bergerak dalam pengolahan hasil pertanian dan perikanan juga dapat memanfaatkan energi surya untuk mendukung proses produksi. Salah satu contohnya adalah pengeringan hasil pertanian dan perikanan menggunakan energi surya.
Kementerian ESDM mencatat teknologi energi surya termal telah digunakan untuk mengeringkan hasil pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, dan tanaman pangan. Sementara teknologi fotovoltaik dapat digunakan untuk menyediakan listrik bagi berbagai kebutuhan peralatan.
Bagi UMKM pengolah hasil pangan, pemanfaatan energi matahari dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar atau listrik konvensional, terutama dalam proses yang membutuhkan panas atau listrik secara rutin.
Panel Surya Semakin Dekat dengan Aktivitas Pekerjaan
Berbagai contoh tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan panel surya tidak terbatas pada pembangkit listrik skala besar. Teknologi ini dapat menjadi sumber energi pendukung bagi nelayan, petani, peternak, pembudidaya ikan, pelaku UMKM, hingga pekerja di wilayah terpencil.
Pemanfaatan energi surya untuk berbagai bidang pekerjaan juga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan jaringan listrik konvensional. Namun, penerapannya tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan daya, kondisi lokasi, pola konsumsi listrik, kapasitas baterai, serta biaya investasi agar sistem yang digunakan dapat bekerja secara optimal.
#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan
Sumber: