
- Proyek energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia berpotensi menciptakan sekitar 760 ribu lapangan kerja baru, seiring percepatan transisi menuju energi bersih.
- Energi surya menjadi sektor dengan peluang kerja terbesar, mencapai sekitar 348 ribu pekerjaan, diikuti energi air yang berpotensi membuka lebih dari 129 ribu lapangan kerja.
- Teknologi pendukung seperti sistem penyimpanan energi dan baterai juga ikut berkembang, menciptakan puluhan ribu peluang kerja dalam ekosistem energi bersih.
Sobat EBT Heroes! Transisi menuju energi bersih sering kali dianggap akan mengurangi kebutuhan tenaga kerja karena semakin banyak proses industri yang menggunakan teknologi otomatis. Namun dalam konteks Indonesia, realitasnya justru menunjukkan hal yang berbeda.
Percepatan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) diperkirakan mampu membuka peluang kerja dalam jumlah besar di berbagai sektor energi bersih. Seiring meningkatnya investasi pada proyek pembangkit listrik rendah emisi, kebutuhan tenaga kerja juga ikut meningkat, mulai dari tahap pembangunan proyek, instalasi teknologi, hingga operasional dan pemeliharaan sistem energi.
Secara keseluruhan, proyek EBT di Indonesia diperkirakan dapat menciptakan sekitar 760 ribu lapangan kerja baru mengutip data dari Katadata. Angka ini menunjukkan bahwa transisi energi tidak hanya penting untuk mengurangi emisi karbon dan menjaga lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru.
Energi Surya dan Air Jadi Penyumbang Terbesar
Dari berbagai sumber energi terbarukan yang dikembangkan, sektor energi surya diperkirakan menjadi penyumbang peluang kerja terbesar. Potensi lapangan kerja di sektor ini mencapai sekitar 348 ribu pekerjaan. Hal ini tidak terlepas dari fleksibilitas teknologi surya yang dapat diterapkan dalam berbagai skala, mulai dari pembangkit listrik skala besar hingga instalasi panel surya di atap bangunan.
Proses instalasi, integrasi sistem, hingga perawatan panel surya membutuhkan tenaga kerja dengan beragam keahlian, mulai dari teknisi, insinyur, hingga tenaga konstruksi.

Selain itu, sektor energi air juga memberikan kontribusi besar dengan potensi sekitar 129 ribu lapangan kerja. Pengembangan pembangkit listrik tenaga air melibatkan berbagai tahap pekerjaan, mulai dari pembangunan infrastruktur bendungan hingga pengoperasian turbin dan sistem distribusi listrik.
Baca Juga:
- Apa Itu Renewable Energy Engineering? Ini Peluang Kerja dan Perannya di Transisi Energi
- Kuota PLTS Atap 2024 Sampai dengan 2028
Sistem Penyimpanan Energi dan Teknologi Baru Ikut Berkembang

Selain pembangkit listrik, teknologi pendukung seperti sistem penyimpanan energi juga mulai membuka peluang kerja yang cukup besar. Teknologi pumped storage diperkirakan dapat menciptakan sekitar 94 ribu lapangan kerja, sementara sistem penyimpanan berbasis baterai berpotensi membuka lebih dari 68 ribu pekerjaan.
Kehadiran teknologi penyimpanan energi menjadi semakin penting karena dapat membantu menyeimbangkan pasokan listrik dari sumber energi terbarukan yang sifatnya tidak selalu stabil, seperti energi surya dan angin.
Di sisi lain, sektor energi angin juga mulai berkembang dengan potensi sekitar 58 ribu peluang kerja. Pembangunan turbin angin, pengelolaan ladang angin, hingga pengembangan teknologi pendukung menjadi bagian dari ekosistem pekerjaan baru dalam industri energi bersih.
Dengan potensi sekitar 760 ribu lapangan kerja, transisi energi di Indonesia menunjukkan bahwa pengembangan energi terbarukan tidak hanya berkontribusi pada upaya penurunan emisi gas rumah kaca, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui terciptanya berbagai jenis pekerjaan di sektor energi masa depan.
#LapanganKerja #GreenJobs #ZONAEBT #TransisiEnergi #EBT
Sumber:
[1] Katadata