Mengenal Tesla, Perusahaan Mobil Listrik Terbesar di Dunia!

Pabrik Tesla di Tilburg, Belanda. Teslarati.com
  • Tesla menjadi perusahaan dengan penjualan terbanyak untuk kendaraan listrik
  • Produk Tesla terkenal dengan fasilitas Supercharger dan fitur Autopilot nya
  • Tesla akan memulai investasi dengan membangun pabrik di Indonesia

Saat ini banyak produsen mobil listrik yang telah meningkatkan penjualannya seiring dengan gencarnya upaya untuk mengurangi emisi karbon dari berbagai negara. Sejauh ini, Tesla masih menjadi perusahaan dengan penjualan terbanyak untuk kendaraan listrik.

Menurut laporan Tesla, total penjualan mobil listrik nya telah mencapai 1.313.851 unit pada tahun 2022. Angka penjualan itu diperkirakan naik sebesar 40% dari tahun sebelumnya dan menjadi rekor baru bagi Tesla.

Penjualan mobil listrik Tesla tahun 2022 bersaing dengan BYD, perusahaan kendaraan asal Cina yang didukung oleh Warren Buffet. Bahkan, pada semester pertama 2022 BYD sempat mengungguli Tesla dengan menjual sebanyak 323.519 unit kendaraan listrik bateral dan 314.638 unit PHEV. Sementara itu, Tesla hanya mengirimkan total 564.743 unit mobil listrik.

Namun, penjualan Tesla melesat pada kuartal IV-2022 sebanyak 405.278 unit dengan total produksi sebanyak 439.701 unit. Secara total penjualan Tesla selama 2022 sebanyak 1,31 juta dengan jumlah produksi 1,37 juta unit.

Profil Perusahaan Tesla

Tesla,Inc., Electrek

Tesla, Inc. merupakan perusahaan yang merancang, mengembangkan, memproduksi, memasarkan, dan menyewakan kendaraan serba listrik, didirikan pada 2003 oleh pengusaha Amerika Martin Eberhard dan Marc Tarpenning. Nama Tesla terinspirasi dari Nikola Tesla, ilmuwan Serbia-Amerika yang memiliki banyak kontribusi terhadap sistem kelistrikan arus bolak-balik.

Pada awalnya perusahaan ini bernama Tesla Motors yang dibentuk untuk mengembangkan mobil sport listrik, dengan Eberhard sebagai chief executive officer (CEO) nya dan Tarpenning sebagai chief finansial officer (CFO) nya. Pendanaan perusahaan saat itu diperoleh dari berbagai sumber dan salah satu pendanaan terbanyak berasal dari pendiri PayPal, Elon Musk.

Elon Musk memberikan kontribusi lebih dari 30 juta dolar AS dan mulai menjabat sebagai ketua (chairman) perusahaan pada tahun 2004. Elon Musk naik posisi menjadi CEO Tesla pada tahun 2008 setelah Eberhard dan Tarpenning mengundurkan diri dari kursi jabatannya sejak setahun sebelumnya.

Tesla Motors kemudian berganti nama pada tahun 2017 menjadi Tesla, Inc. seperti yang kita kenal hingga saat ini.

Daftar lini model mobil Tesla

Tesla Roadster, Tesla Model X, Tesla Model S, dan Tesla Model 3. idntimes.com, antaranews.com

Pada tahun 2008, Tesla memproduksi mobil pertamanya bernama Roadster yang berhasil menempuh jarak mencapai 394 km dengan sekali pengisian daya. Mobil tersebut kemudian dijual dengan harga 100 ribu dolar AS atau sekitar Rp1,5 miliar dan tergolong ke dalam mobil mewah pada saat itu.

Tesla kemudian menghentikan produksi Roadster dan berfokus untuk mengembangkan mobil sedan Model S. Dengan menyediakan tiga pilihan baterai berbeda yang memberikan perkiraan jarak tempuh 379-489 km, kecepatan tertinggi 209 km per jam, ditambah dengan lokasi baterai di bawah lantai mobil serta fitur Tesla Autopilot, model ini menjadi lebih diminati.

Hingga saat ini, portofolio produk Tesla mencakup sedan Model S dan Model 3, Model X, SUV Model Y, dan produk masa depan termasuk Cyber Truk, Tesla Roadster, dan kendaraan komersial Tesla Semilight.

Di Indonesia sendiri telah terdapat 3 jenis mobil yang dijual, yaitu Tesla Model S, Tesla Model 3, dan Tesla Model X.

Tidak hanya memproduksi mobil listrik, Tesla juga membangun stasiun pengisian daya pada tahun 2012 yang kemudian disebut dengan Supercharger. Fasilitas ini dibangun di Amerika Serikat dan Eropa dan tidak memerlukan biaya tambahan bagi pemilik kendaraan Tesla.

Tesla juga memproduksi baterai dari energi surya untuk digunakan di rumah dan bisnis pada tahun 2015, yang kemudian menginisiasi Tesla untuk membeli perusahaan panel surya SolarCity pada tahun 2016.

Baca Juga:



Kelebihan dan kekurangan mobil Tesla

Fasilitas Supercharger Tesla. Gridoto.com

Mobil listrik tentunya memiliki kelebihan tidak menghasilkan emisi sehingga lebih ramah lingkungan daripada mobil BBM dan dapat membantu mengurangi pencemaran udara serta memperbaiki kualitas udara di lingkungan sekitar.

Namun, lebih daripada itu, Tesla menawarkan kelebihan lain dengan adanya fasilitas Supercharger. Fasilitas ini membantu pengemudi agar dapat mengisi daya hanya selama 15 menit dan mobil dapat mencapai jarak tempuh hingga 200 km.

Fitur canggih yang dihadirkan oleh Tesla yakni fitur Autopilot memungkinkan pengemudi tidak perlu repot-repot mengendarai mobil tersebut. Pengemudi cukup mengatur tujuan dan mobil agar bergerak dengan navigasi canggihnya menuju arah yang dituju.

Interior mobil Tesla juga didesain dengan apik. Fungsi-fungsi mobil dijadikan satu dalam monitor yang terletak di dashboard depan mobil sehingga memiliki tampilan yang semi-minimalis. Mobil listrik yang tidak menghasilkan suara bising saat dikendarai pun akan membuat pengemudi nyaman saat mengendarai mobil Tesla di jalanan.

Dengan segala kecanggihan yang ditawarkan Tesla, produk-produknya masih tergolong mahal. Harga mobil Tesla dibanderol mulai dari Rp1,5 miliar. Tidak hanya itu, biaya perawatannya pun tidak murah.

Penggantian ban mobil listrik saja diperkirakan membutuhkan biaya sebesar Rp16,5 jutaan. Hal ini karena ban yang digunakan adalah ban khusus yang disarankan, yaitu Michelin Primacy MXM4. Ban yang digunakan pada mobil listrik juga dua kali lebih cepat haus dibandingkan mobil konvensional sehingga memerlukan pemantauan yang rutin.

Meskipun tidak memerlukan oli untuk melumasi mesin, tetapi sejumlah komponen seperti kaliper rem tetap memerlukan pelumasan setiap tahun atau setelah menempuh jarak 20 km.  Dikutip dari Autoevolution, salah seorang pemilik Tesla Model 3 mengaku harus mengeluarkan biaya hingga Rp600 ribuan untuk tiga kali pelumasan kaliper.

Selain ban dan pelumasan, Tesla Model 3 juga memerlukan perawatan lain seperti atap kaca dan kaca depan yang tergores. Apabila ingin melakukan penggantian, pemilik mobil membutuhkan biaya sekitar Rp40 jutaan.

Selain masalah biaya, lokasi perbaikan atau bengkelnya pun masih sangat terbatas sehingga pemilik masih belum memiliki alternatif lain ketika harus melakukan pengecekan kendaraan.

Baca Juga:



Meskipun begitu, Tesla masih menjadi pilihan utama masyarakat global terkait mobil listrik. Terbukti, sebanyak lebih dari 3 juta unit mobil listrik terjual di seluruh dunia. Hingga saat ini, perusahaan tersebut mampu menguasai 13,6% pangsa pasar produsen mobil listrik global pada Januari-Mei 2022 lalu. Persentase tersebut masih lebih besar dari para pesaing nya, seperti SAIC-GM-Wuling (9,3%), BYD Automobile dan Volkswagen (8,5%), serta Hyundai-KIA dan Geely-Volvo (6,2%). Sementara itu, sebanyak 47,7% merupakan pangsa pasar mobil listrik dari para produsen lainnya.

Kabar terbaru, Tesla akan memulai investasi dengan membangun pabrik di Indonesia. Mari kita tunggu saja bagaimana produk-produk yang ditawarkan Tesla bisa dinikmati oleh lebih banyak orang di Indonesia.

Apakah kalian tertarik ingin membeli mobil Tesla?

Referensi:

[1] Profil Tesla, Raksasa Otomotif AS yang Mau Tanamkan Uangnya di RI

[2] Mobil Listrik Tesla: Tipe dan Harga Terbaru

[3] Tesla, Produsen Mobil Listrik Terbesar Global

[4] Dominasi Tesla Sebagai Produsen Mobil Listrik Terbesar di Dunia Digeser BYD dari Cina

[5] Tesla Memimpin, Berikut Lima Besar Produsen Mobil Listrik di Dunia

[6] Pecah Rekor! Penjualan Mobil Tesla Tembus 1,31 Juta Unit

[7] Jangan Kaget, Segini Biaya Perawatan Rutin Mobil Listrik Tesla

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.