The 14th Indonesia Korea Energy Forum (IKEF): Indonesia-Korea Selatan Kerja Sama dalam Teknologi Penangkapan Karbon CCS

Perwakilan dari Indonesia-Korea Selatan dalam The 14th Indonesia Korea Energy Forum (IKEF). zonaebt.com
Perwakilan dari Indonesia-Korea Selatan dalam The 14th Indonesia Korea Energy Forum (IKEF). Sumber: migas.esdm
  • Indonesia Korea Energy Forum (IKEF); forum kerja sama antara Indonesia-Korea Selatan.
  • Forum ke-14 yang diadakan ke 14, membahas tentang kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan dalam mengembangkan CCS.
  • Indonesia berupaya mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060.

Sobat EBT Heroes, tahukah kalian? Ternyata, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara aktif telah menerapkan teknologi Penangkapan dan Penyimpanan Karbon (CCS/CCUS) di industri minyak dan gas. Secara sederhana, CCS/CCUS adalah teknologi yang menangkap emisi karbon dioksida (CO2) dari bahan bakar fosil atau kegiatan industri dan menyimpannya di bawah tanah. Untuk memfasilitasi pengembangan teknologi ini, Pemerintah Indonesia menjalin kerja sama dengan Korea Selatan dalam acara “The 14th Indonesia Korea Energy Forum (IKEF)” di Jakarta pada Selasa, 28 November 2023.

Oleh karena itu, yuk kenali lebih lanjut mengenai The 14th Indonesia Korea Energy Forum (IKEF)!

Forum IKEF ini diselenggarakan di Jakarta dengan tujuan untuk mempertemukan perwakilan Indonesia dengan Korea Selatan untuk menjalin kerja sama di sektor energi. Misi utamanya adalah meningkatkan kemitraan di sektor energi dan sumber daya mineral.

Pertemuan ke-14 Indonesia-Korea Energy Forum (IKEF) di Jakarta, Selasa (28/11). Sumber: migas.esdm

Forum ini membahas berbagai bidang kerja sama, dengan fokus pada energi terbarukan, penangkapan dan penyimpanan/pemanfaatan karbon (CCS/CCUS), dan mineral-mineral esensial. Menjajaki kolaborasi dengan Korea Selatan dalam teknologi CCS/CCUS, Indonesia merencanakan investasi sebesar $7,97 miliar untuk proyek-proyek terkait. Indonesia juga telah memberlakukan peraturan yang mengatur implementasi penangkapan dan penyimpanan karbon.

Untuk mendorong kolaborasi dan kemitraan di sektor energi dan sumber daya mineral, Indonesia mempresentasikan peluang kerja sama dalam CCS/CCUS selama Forum Energi Indonesia-Korea ke-14. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji, dalam pidato pembukaannya, menyoroti komitmen Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission pada 2060 dan menguraikan peta jalan untuk transisi energi yang mulus.

Selama IKEF ke-14, para delegasi Indonesia-Korea mengikuti presentasi dari para pemangku kepentingan utama di sektor minyak dan gas. Diskusi yang berlangsung selama tiga sesi ini, mencakup minyak dan gas, mineral, listrik, dan energi terbarukan, yang menekankan pada potensi kolaborasi.

Baca juga



Dalam pidato penutupannya, Tutuka Ariadji mengakui adanya tantangan ke depan untuk kemitraan bilateral, namun menunjukkan optimisme untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi antar kedua negara. Menyoroti prevalensi CO2 di ladang gas Indonesia, Tutuka menekankan pentingnya kerja sama dalam CCS untuk upaya di masa depan.

Tutuka mengakui adanya tantangan yang signifikan dalam mengurangi biaya teknologi CCS/CCUS, terutama pada fase penangkapan, yang merupakan sekitar 75% dari total biaya CCS. Dia melihat penelitian dalam teknologi CCS sebagai jalan potensial untuk kolaborasi di masa depan dalam Penelitian & Pengembangan.

Membahas kebijakan hilirisasi, Tutuka menguraikan komitmen Indonesia untuk mengembangkan proyek-proyek seperti pabrik Urea Amoniak di Papua dan rencana mendatang untuk kompleks petrokimia berskala besar. Ia menggarisbawahi potensi kolaborasi dalam energi terbarukan yaki perpaduan antara teknologi canggih Korea dan sumber daya Indonesia yang melimpah merupakan kombinasi yang menjanjikan.

Penuturan Tutuka Ariadji, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi dalam The 14th Indonesia Korea Energy Forum (IKEF) pada Selasa (28/11). Sumber: migas.esdm

Dalam menjawab tantangan pengurangan emisi, Tutuka merinci upaya Indonesia yang sedang berlangsung dengan 15 proyek CCS/CCUS di seluruh negeri dengan fokus untuk mencapai status operasional pada 2030. Total investasi yang diperkirakan untuk proyek-proyek ini adalah sekitar $7,97 miliar. Tutuka menyambut baik diskusi dengan delegasi Korea Selatan, yang menyajikan peluang untuk kolaborasi dalam CCS/CCUS dan potensi kemitraan karbon lintas batas.

“Kami menargetkan pengurangan 231,2 juta ton CO2 ekuivalen pada tahun 2025, 388 juta ton pada tahun 2035, dan 1.043,8 juta ton pada tahun 2050,” jelas Tutuka.

Tutuka menyatakan kesiapannya untuk berdiskusi dengan delegasi Korea Selatan untuk menjajaki potensi kolaborasi dalam CCS/CCUS dan kemitraan karbon lintas batas. Ia juga menyoroti upaya regulasi pemerintah, termasuk Peraturan Menteri No. 2 tahun 2023 tentang Pelaksanaan Penangkapan dan Penyimpanan Karbon, serta Penangkapan, Pemanfaatan, dan Penyimpanan Karbon pada Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

Baca Juga



Peraturan Menteri ini menetapkan tata cara pelaksanaan Penangkapan dan Penyimpanan Karbon, serta Penangkapan, Pemanfaatan, dan Penyimpanan Karbon dalam kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi dengan mengklarifikasi istilah yang digunakan dalam pengaturannya. Lingkup regulasi ini mencakup aspek pengaturan terkait: 1) Pelaksanaan CCS; dan 2) Pelaksanaan CCUS.

Peraturan lain yang sedang dalam proses adalah rancangan Peraturan Presiden tentang CCS di luar kegiatan minyak dan gas bumi, yang akan mengatur izin usaha untuk eksplorasi dan pengoperasian penyimpanan karbon. Persyaratan untuk transportasi CO2 lintas batas akan dicakup oleh kerja sama antar pemerintah yang diuraikan dalam perjanjian internasional sebelum dieksekusi melalui pengaturan bisnis-ke-bisnis.

Singkatnya, selain aktif bekerjasama di bidang ekonomi, Indonesia secara aktif menjajaki kerja sama dengan Korea Selatan di bidang teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon, seperti yang ditunjukkan dalam diskusi di Forum Energi Indonesia-Korea ke-14. Komitmen pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060 dan investasi besar dalam proyek CCS/CCUS menandakan langkah yang signifikan menuju praktik energi yang berkelanjutan dan rendah karbon.

#zonaebt #sebarterbarukan #ebtheroes

Editor: Tika Sari Safitri

Referensi

[1] Indonesia Jajaki Kerja Sama Penangkap Karbon dengan Korea Selatan

[2] The 14th Indonesia Korea Energy Forum (IKEF), Tingkatkan Kerja Sama Bidang Energi Indonesia-Korea

[3] Indonesia-Korea Gelar The 14th Indonesia Korea Energy Forum (IKEF), Indonesia Ajak Kerja Sama CCS/CCUS

[4] Indonesia-Korsel Buka Peluang Kerja Sama Menyimpan CO2 dari Bahan Bakar Fosil Dalam Tanah

[5] Penyelenggaraan Penangkapan dan Penyimpanan Karbon, serta Penangkapan, Pemanfaatan, dan Penyimpanan Karbon pada Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 Comment