Perjalanan Emisi CO2 Penduduk Indonesia Selama 20 Tahun Terakhir: Tren Fluktuatif dan Implikasinya

Perjalanan Emisi CO2 Penduduk Indonesia Selama 20 Tahun Terakhir: Tren Fluktuatif dan Implikasinya zonaebt.com
  • Bank Dunia atau World Bank telah menghimpun data mengenai rata-rata emisi karbon dioksida (CO2) per penduduk Indonesia selama dua dekade terakhir.
  • Pada tahun 2000, Indonesia mencatatkan volume emisi CO2 sebesar 1,3 metrik ton per kapita per tahun.
  • Pada tahun 2020, terjadi penurunan menjadi 2,1 metrik ton per kapita.

Bank Dunia atau World Bank telah menghimpun data mengenai rata-rata emisi karbon dioksida (CO2) per penduduk Indonesia selama dua dekade terakhir. Analisis dilakukan dengan memanfaatkan data dari Climate Watch, dalam laporan Historical GHG Emission. Angka-angka ini memberikan gambaran mengenai fluktuasi emisi CO2 per kapita yang menjadi isu krusial dalam konteks pemanasan global dan perubahan iklim.

Terdapat tren fluktuatif emisi CO2 di Indonesia. Pada tahun 2000, Indonesia mencatatkan volume emisi CO2 sebesar 1,3 metrik ton per kapita per tahun. Lalu pada tahun 2020, terjadi penurunan menjadi 2,1 metrik ton per kapita. Penurunan ini menandakan bahwa ada perubahan volume emisi CO2 di Indonesia. Mengingat pada tahun tersebut, kita mengalami situasi baru.

Covid-19 menyebabkan banyaknya kegiatan dibatasi. Hal ini kemudian berdampak bukan hanya di kehidupan sosial, namun juga di lingkungan. Terbukti bahwa emisi CO2 di Indonesia mengalami penurunan di tahun tersebut karena kegiatan yang bisa menghasilkan CO2 dikurangi.

Tren Fluktuatif Emisi CO2 Indonesia

Tren Volume Emisi CO2. Sumber: World Bank

Pada tahun 2000, Indonesia mencatatkan volume emisi CO2 sebesar 1,3 metrik ton per kapita per tahun. Tren fluktuatif dimulai dengan peningkatan menjadi 1,4 metrik ton per kapita pada tahun 2001. Dari tahun 2002 hingga 2010, volume emisi terus naik dalam kisaran 0,1-0,3 metrik ton per kapita, menunjukkan peningkatan yang berlangsung perlahan sebesar 0,1 metrik ton per kapita per tahunnya.

Namun, pada transisi dari tahun 2010 ke 2011, terjadi kenaikan yang lebih signifikan, mencapai 0,2 metrik ton per kapita. Volume emisi pada tahun 2010 yang sebesar 1,7 metrik ton per kapita meningkat menjadi 1,9 metrik ton per kapita pada tahun 2011. Tahun berikutnya, pada 2012, angkanya mengalami penurunan sebesar 0,1 metrik ton, menjadi 1,8 metrik ton per kapita.

Baca Juga



Tren fluktuatif ini terus berlanjut dari 2012 hingga 2016, dengan kenaikan dan penurunan yang tipis, seperti yang terlihat pada grafik. Puncak emisi tertinggi tercatat pada tahun 2019, mencapai 2,2 metrik ton per kapita. Namun, pada tahun 2020, terjadi penurunan menjadi 2,1 metrik ton per kapita, memberikan gambaran bahwa meskipun fluktuatif, ada upaya penurunan yang mungkin diakibatkan oleh berbagai faktor termasuk perubahan dalam kebijakan lingkungan.

Implikasi Emisi CO2 sebagai Bagian dari Gas Rumah Kaca

Perjalanan Emisi CO2 Penduduk Indonesia Selama 20 Tahun Terakhir: Tren Fluktuatif dan Implikasinya zonaebt.com
Ilustrasi Gas Rumah Kaca. Sumber: suara.com

Menurut World Bank, emisi CO2 merupakan bagian terbesar yang bisa menyebabkan pemanasan global dari gas rumah kaca. Emisi CO2 dikenal sebagai antropogenik, yang berarti berasal dari aktivitas manusia, baik yang disengaja maupun tidak disengaja dan terus dilakukan secara terus-menerus. Hal ini kemudian menyebabkan dampak atau bencana. Aktivitas penyumbang emisi CO2, contohnya adalah pembakaran minyak, batu bara, dan gas untuk penggunaan energi, pembakaran kayu dan bahan limbah, serta proses industri seperti produksi semen.

Dampak dan Keseimbangan Radiasi Bumi

Perjalanan Emisi CO2 Penduduk Indonesia Selama 20 Tahun Terakhir: Tren Fluktuatif dan Implikasinya zonaebt.com
Ilustrasi Keseimbangan Radiasi Bumi. Sumber: unsplash.com

Penambahan gas rumah kaca dari kegiatan-kegiatan manusia mengganggu keseimbangan radiasi bumi ke atmosfer, hal tersebut sesuai dengan penjelasan World Bank. Fenomena ini membawa konsekuensi serius terhadap iklim global, termasuk peningkatan suhu permukaan bumi, kenaikan permukaan laut, dan dampak pada pertanian dunia.

“Ini mengarah pada peningkatan suhu permukaan bumi dan efek terkait pada iklim, kenaikan permukaan laut, dan pertanian dunia,” tulis World Bank dalam laporan mereka. Implikasi ini menunjukkan bahwa fluktuasi emisi CO2 per kapita Indonesia tidak hanya memiliki pengaruh pada negara tersebut, tetapi juga berkontribusi pada perubahan iklim global.

Baca Juga



Upaya Penurunan Emisi di Masa Depan

Perjalanan Emisi CO2 Penduduk Indonesia Selama 20 Tahun Terakhir: Tren Fluktuatif dan Implikasinya zonaebt.com
Ilustrasi Emisi Karbon. Sumber: unsplash.com

Melihat tren fluktuatif emisi CO2 selama 20 tahun terakhir di Indonesia, menjadi jelas bahwa tantangan pengurangan emisi adalah suatu keharusan. Meskipun terdapat penurunan pada tahun 2020, upaya lebih lanjut dan kebijakan yang efektif perlu terus diterapkan untuk mencapai target pengurangan emisi yang lebih ambisius.

Perjalanan emisi CO2 per kapita di Indonesia selama dua dekade terakhir menggambarkan fluktuasi yang mencerminkan dinamika aktivitas manusia dan perubahan kebijakan. Implikasi dari emisi CO2 yang tinggi, sebagai penyebab pemanasan global menjadi sorotan utama. Oleh karena itu, upaya pemerintah, masyarakat, dan sektor industri untuk mengurangi emisi perlu diperkuat untuk mencapai keseimbangan lingkungan yang berkelanjutan. Tren fluktuatif ini juga menjadi panggilan untuk terus melakukan penelitian dan inovasi guna merumuskan kebijakan yang lebih efektif demi menjaga masa depan bumi.

#zonaebt #sebarterbarukan #ebtheroes

Editor: Rewinur Alifianda Hera Umarul

Referensi

[1] Ini Perjalanan Emisi CO2 Penduduk Indonesia Selama 20 Tahun Terakhir

[2] Tren Emisi GRK Indonesia Fluktuatif Meningkat Sejak 2000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

33 Comment