Pertamina Dukung Blue Carbon Initiatives Upaya Pelestarian Lingkungan Pesisir

blue carbon. zonaebt.com
2nd International Conference on Nature-Based Solution in Climate Change (RESILIENCE 2023). Sumber: Pertamina Foundation
  • BCI, atau Blue Carbon Initiatives, merupakan inisiatif penting dalam melestarikan lingkungan pesisir dengan fokus pada hutan mangrove dan terumbu karang.
  • Tantangan utama dalam penerapan BCI meliputi perbedaan pemahaman, keragaman pandangan, dan keterbatasan kebijakan ekonomi yang mendukung solusi berbasis alam.
  • Dukungan masyarakat serta forum diskusi seperti RESILIENCE 2023 menjadi kunci dalam mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi dalam implementasi BCI.

Blue Carbon Initiatives (BCI) adalah upaya penting dalam pelestarian lingkungan pesisir. Namun, ada sejumlah tantangan yang mesti diatasi. Implementasi BCI oleh Pertamina Foundation bertujuan untuk melestarikan ekosistem penting seperti hutan mangrove dan terumbu karang. Namun, perbedaan pemahaman, keragaman pandangan, dan kebijakan ekonomi yang terbatas menjadi hambatan. Dukungan masyarakat juga menjadi faktor kunci. Forum seperti RESILIENCE 2023 diharapkan dapat membantu mengatasi tantangan ini.

Blue Carbon Initiatives (BCI)

Blue Carbon Initiatives (BCI). Sumber: UK-IOC

Blue Carbon Initiatives (BCI) menjadi tonggak penting dalam upaya melestarikan lingkungan pesisir. Program ini bertujuan utama untuk mengurangi emisi karbon dengan memanfaatkan ekosistem pesisir, seperti hutan mangrove dan padang lamun dalam menyerap dan menyimpan karbon dari atmosfer. Melalui BCI, langkah-langkah konkret dilakukan untuk memelihara dan memperluas ekosistem tersebut.

Pertamina Foundation, sebagai penggagas BCI, memiliki peran sentral dalam mengimplementasikan program ini. Salah satu fokusnya adalah menginisiasi proyek-proyek besar, seperti Kwatisore dan Lembata Project, serta tiga proyek Hutan Pertamina. Proyek-proyek ini tidak hanya ditujukan untuk mengurangi karbon tetapi juga untuk mendukung pengembangan komunitas lokal dan keanekaragaman hayati. Dengan memperluas area perlindungan dan menjaga kualitas lingkungan, BCI menjadi investasi jangka panjang yang berkelanjutan.

Namun, tantangan yang dihadapi dalam menjalankan BCI juga tak kalah signifikan. Salah satunya adalah mencapai pemahaman yang seragam dan menyeluruh dari berbagai pihak terkait efektivitas dan nilai dari program ini. Selain itu, keragaman pendapat serta persepsi antara stakeholder juga menjadi hal yang perlu diatasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Pentingnya BCI terletak pada dampaknya yang bukan hanya pada mitigasi perubahan iklim, tetapi juga dalam mendukung keberlangsungan hidup manusia dan ekosistem laut secara keseluruhan. Dengan terus mengembangkan dan mengimplementasikan program-program inovatif seperti BCI, diharapkan upaya pelestarian lingkungan pesisir dapat terus berkembang. Hingga pada akhirnya memberikan kontribusi yang lebih besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem global.

Baca juga



Pertamina Foundation dan Kontribusi Blue Carbon

2nd International Conference on Nature-Based Solution in Climate Change (RESILIENCE 2023). Sumber: Pertamina Foundation

Pertamina Foundation, sebagai bagian integral dari upaya sosial tanggung jawab perusahaan PT Pertamina (Persero), memainkan peran penting dalam upaya pelestarian Blue Carbon Initiatives (BCI). Melalui program-programnya, Pertamina Foundation telah menginisiasi dan mengimplementasikan serangkaian proyek yang mengedepankan Blue Carbon Initiatives (BCI) dan Hutan Pertamina. Dua proyek utama yang menjadi fokusnya adalah Kwatisore dan Lembata Project. Projek-projek ini menggarisbawahi komitmen mereka terhadap penurunan karbon serta pengembangan komunitas dan keanekaragaman hayati.

Selain itu, Pertamina Foundation juga mengarahkan perhatiannya pada tiga proyek Hutan Pertamina, yakni Hutan Pertamina-UGM, Hutan Pertamina Badak LNG, dan Hutan Pertamina Mahakam. Langkah ini menekankan pentingnya memperhatikan keberagaman spesies dan pengembangan masyarakat lokal di sekitar ekosistem pesisir. Upaya ini mencakup inisiatif besar untuk menjaga dan mendukung keberlangsungan ekosistem pesisir, seperti mangrove, padang lamun, dan terumbu karang, yang menjadi rumah bagi berbagai organisme laut penting.

Pertamina Foundation memiliki peran penting dalam menyokong implementasi Blue Carbon Initiatives (BCI) dan memastikan bahwa upayanya tidak hanya fokus pada pengurangan karbon, tetapi juga pada aspek pengembangan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. Inisiatif ini menjadi bukti konkret dari komitmen Pertamina Foundation dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan ekosistem pesisir yang menjadi bagian penting dari kehidupan laut dan sumber karbon yang krusial. Melalui proyek-proyeknya, Pertamina Foundation memainkan peran sentral dalam upaya menyelamatkan Blue Carbon dan mendukung keberlangsungan ekosistem pesisir, yang pada gilirannya berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim secara keseluruhan.

Baca juga



Tantangan dalam Penerapan Nature-Based Solution (NBS)

Penerapan Nature-Based Solution (NBS) sebagai strategi untuk mengatasi perubahan iklim memiliki sejumlah tantangan yang perlu diatasi secara menyeluruh. Meskipun investasi global pada NBS telah mencapai angka yang signifikan, yakni sekitar 154 miliar per tahun pada tahun 2022, tetapi penerapannya tidak serta merta tanpa hambatan. Salah satu tantangan utama adalah kesenjangan dalam pemahaman yang berkaitan dengan implementasi NBS dan efektivitasnya.

Kesenjangan ini sering muncul dalam berbagai aspek, mulai dari pemahaman teknis hingga persepsi dari berbagai pihak yang terlibat. Pendekatan berbasis alam memiliki cakupan yang luas dan melibatkan sejumlah stakeholder, seperti pemerintah, perusahaan, masyarakat, dan organisasi non-profit. Tidak jarang, perbedaan persepsi dan nilai-nilai yang beragam antarpihak dapat menjadi kendala serius dalam penerapan NBS.

Selain itu, kendala lain yang tidak kalah penting adalah keterbatasan dalam kebijakan dan instrumen ekonomi yang mendukung penerapan NBS. Meskipun banyak negara telah mulai memasukkan aspek lingkungan dalam kebijakan mereka, masih ada kebutuhan yang besar akan regulasi yang lebih kuat dan insentif ekonomi yang mendorong penerapan solusi berbasis alam.

Tantangan lainnya adalah dalam memperoleh dukungan masyarakat secara luas terhadap konsep NBS. Pengenalan, edukasi, dan membangun kesadaran mengenai manfaat serta kebutuhan akan solusi berbasis alam merupakan langkah penting, tetapi membutuhkan waktu dan upaya yang cukup besar.

Di tengah tantangan-tantangan ini, forum-forum diskusi seperti RESILIENCE 2023 menjadi sarana penting untuk mengevaluasi tantangan yang dihadapi dan mencari solusi bersama. Diskusi intensif antara berbagai pihak akan membantu mengatasi kesenjangan pemahaman, merumuskan kebijakan yang lebih efektif, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya implementasi NBS dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

#zonaebt #sebarterbarukan #ebtheroes

Editor: Tika Sari Safitri

Referensi

[1] Pertamina Foundation: Solusi Berbasis Alam Menjadi Inisiatif Pertamina Mencapai NZE

[2] Pertamina Ungkap Kontribusi Signifikan dalam Pengurangan Emisi lewat Konferensi Internasional

[3] Bantu Pemerintah Capai Net Zero Emission, Ini Strategi Pertamina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *