
- BRIN dan Swinburne University of Technology mengembangkan proyek Si-ZERO untuk mendaur ulang limbah panel surya melalui pendekatan zero-carbon dan ekonomi sirkular.
- Riset daur ulang panel surya mencakup prapengolahan mekanis dan termal serta pemulihan material berharga menggunakan metode hidrometalurgi.
- Kolaborasi BRIN dan Swinburne juga mendukung pengembangan periset melalui program magister dan doktoral serta menargetkan inovasi material berkelanjutan dan publikasi ilmiah internasional.
Sobat EBT Heroes! Penggunaan panel surya terus berkembang sebagai bagian dari transisi energi bersih. Namun, panel surya yang telah mencapai akhir masa pakainya berpotensi menambah timbulan limbah jika tidak dikelola dengan tepat.
Untuk mengantisipasi tantangan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kolaborasi dengan Swinburne University of Technology, Australia, melalui riset daur ulang panel surya berbasis zero-carbon dan ekonomi sirkular.
Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pemulihan material bernilai dari panel surya bekas sekaligus mendorong pengembangan teknologi industri hijau di Indonesia.
BRIN Kembangkan Riset Daur Ulang Panel Surya
Kolaborasi BRIN dan Swinburne University dikembangkan melalui proyek Si-ZERO (Silicon Zero Emission Recycling, Refining and Production). Proyek ini berfokus pada pengembangan teknologi pengolahan panel surya fotovoltaik (PV) yang telah mencapai akhir masa pakainya.
Riset tersebut mencakup beberapa tahapan, mulai dari prapengolahan mekanis dan termal hingga pemulihan material berharga menggunakan metode hidrometalurgi. Metode ini memanfaatkan proses kimia dalam larutan untuk memisahkan dan mengambil kembali logam atau material tertentu dari suatu bahan.
Melalui pendekatan tersebut, panel surya bekas berpeluang diolah menjadi sumber material yang dapat dimanfaatkan kembali. Upaya ini juga sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, yaitu memperpanjang masa guna material melalui pemulihan, penggunaan kembali, dan daur ulang.
Kolaborasi BRIN dan Swinburne Perkuat Riset Mineral dan Metalurgi
Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Iptek BRIN, Edy Giri Rachman Putra, mengatakan kerja sama dengan Swinburne University menjadi langkah strategis untuk memperluas kolaborasi riset dan meningkatkan kapasitas periset Indonesia.
Menurut Edy, Swinburne memiliki keahlian khusus yang dibutuhkan BRIN, terutama dalam bidang mineral dan metalurgi. Kerja sama tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperluas cakupan riset yang telah berjalan sebelumnya.
“Penandatanganan kerja sama dengan Swinburne University ini merupakan langkah yang sangat penting bagi kami, tidak hanya untuk memperpanjang kolaborasi yang telah ada, tetapi bagaimana kita dapat mengeksplorasi dan memperluas skala kerja sama riset,” ujar Edy di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Senin (19/10).
Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN, Ratno Nuryadi, menambahkan kedua lembaga memiliki teknologi dan fasilitas laboratorium yang dapat saling melengkapi. Pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan teknologi diharapkan memperkuat kapasitas riset serta mendukung lahirnya inovasi yang bermanfaat.
Baca Juga:
- 10 Universitas dengan Pengelolaan Air Terbaik di Indonesia 2025 Versi UI GreenMetric
- 3 Inovasi Energi Terbarukan BRIN yang Siap Dukung Listrik Pulau-Pulau Kecil
Dukung Pengembangan Periset melalui Program Magister dan Doktor
Kerja sama BRIN dan Swinburne University tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi daur ulang panel surya. Kemitraan ini juga mencakup pengembangan sumber daya manusia melalui program degree by research bagi periset dan mahasiswa BRIN pada jenjang magister dan doktoral.
Program tersebut diharapkan membuka peluang pertukaran pengetahuan serta meningkatkan kompetensi peneliti dalam mengembangkan teknologi dan inovasi. Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting agar fasilitas laboratorium dan teknologi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
Perwakilan Swinburne University of Technology, Bronte Neyland, menyampaikan komitmen untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan BRIN. Ia menilai hubungan yang kuat antara peneliti kedua lembaga menjadi salah satu fondasi penting dalam kerja sama tersebut.
“Swinburne sangat bangga dengan kemitraan ini. Kami ingin bermitra secara mendalam dengan prinsip mitra yang lebih sedikit namun jauh lebih kuat,” tutur Bronte.
Targetkan Inovasi Material Berkelanjutan dan Publikasi Ilmiah
Melalui proyek Si-ZERO, BRIN dan Swinburne University menargetkan pengembangan rekomendasi teknis, inovasi material berkelanjutan, serta publikasi ilmiah di jurnal internasional.
Ratno berharap kolaborasi ini dapat menjadi ruang pembelajaran bersama untuk meningkatkan kualitas riset Indonesia hingga sejajar dengan standar internasional. Menurutnya, pengembangan fasilitas penelitian perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan para periset.
Pengembangan teknologi daur ulang panel surya menjadi salah satu upaya untuk mengantisipasi limbah dari pemanfaatan energi terbarukan. Jika riset ini berhasil dikembangkan lebih lanjut, pemulihan material dari panel surya bekas berpotensi mendukung penggunaan sumber daya yang lebih efisien sekaligus memperkuat industri hijau.
Meski demikian, penerapan teknologi tersebut tetap membutuhkan pengembangan lebih lanjut agar proses daur ulang dapat berjalan efektif, aman, dan layak diterapkan pada skala industri.
#ZONAEBT #EBTHeroes #PanelSurya
Sumber:
[1] https://www.brin.go.id/news/130964/brin-dan-swinburne-kembangkan-riset-daur-ulang-limbah-panel-surya