5 Peran Mangrove dalam Menyerap Karbon dan Mengatasi Perubahan Iklim

Ilustrasi hutan mangrove yang menjadi penjaga iklim Indonesia, foto: Istimewa.
  • Hutan mangrove menyerap dan menyimpan karbon melalui biomassa tanaman serta sedimen atau tanah pesisir.
  • Mangrove menjadi salah satu nature-based solutions untuk mendukung mitigasi perubahan iklim melalui penyimpanan karbon.
  • Kerusakan mangrove dapat mengganggu cadangan karbon, sementara ekosistem yang terjaga juga membantu melindungi wilayah pesisir dari erosi dan gelombang.

Sobat EBT Heroes! Hutan mangrove tidak hanya berfungsi sebagai pelindung wilayah pesisir, tetapi juga memiliki peran penting dalam menghadapi perubahan iklim. Ekosistem ini mampu menyerap karbon dioksida (CO₂) melalui fotosintesis dan menyimpannya dalam biomassa tanaman serta sedimen atau tanah.

Kemampuan tersebut membuat mangrove menjadi salah satu ekosistem pesisir yang penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Berikut lima peran hutan mangrove dalam menghadapi perubahan iklim.

1. Menyerap Karbon dari Atmosfer

Mangrove menyerap CO₂ dari atmosfer melalui proses fotosintesis. Karbon tersebut kemudian digunakan dalam pertumbuhan tanaman dan tersimpan dalam berbagai bagian biomassa, seperti akar, batang, dan daun.

Proses ini membuat hutan mangrove berperan sebagai penyerap karbon alami. Semakin terjaga ekosistemnya, semakin besar pula potensi karbon yang dapat tersimpan dalam biomassa mangrove.

2. Menyimpan Karbon dalam Tanah

Selain pada bagian tanaman, karbon juga tersimpan dalam sedimen atau tanah di kawasan mangrove. Lingkungan mangrove yang sering tergenang air memiliki kondisi minim oksigen sehingga proses penguraian bahan organik dapat berlangsung lebih lambat.

Kondisi tersebut memungkinkan karbon tersimpan dalam sedimen dalam waktu yang panjang. Karbon yang tersimpan di ekosistem pesisir seperti mangrove dikenal sebagai karbon biru (blue carbon).

3. Mendukung Mitigasi Perubahan Iklim

Kemampuan menyerap dan menyimpan karbon membuat mangrove menjadi salah satu nature-based solutions atau solusi berbasis alam dalam mitigasi perubahan iklim.

Konservasi dan restorasi mangrove dapat membantu mempertahankan cadangan karbon yang sudah tersimpan sekaligus memulihkan fungsi ekosistem pada kawasan yang mengalami kerusakan. Namun, perlindungan mangrove tetap perlu dilakukan bersama upaya pengurangan emisi dari sektor lain.

4. Kerusakan Mangrove Dapat Melepaskan Karbon

Peran mangrove dalam penyimpanan karbon dapat terganggu ketika ekosistemnya mengalami kerusakan. Penebangan, perubahan fungsi lahan, pembangunan pesisir, dan gangguan terhadap sedimen dapat menyebabkan karbon yang sebelumnya tersimpan dilepaskan kembali ke lingkungan.

Karena itu, menjaga mangrove tetap utuh tidak hanya penting untuk mempertahankan ekosistem pesisir, tetapi juga untuk menjaga cadangan karbon yang telah tersimpan di dalamnya.

5. Melindungi Pesisir dari Dampak Perubahan Iklim

Mangrove memiliki fungsi ekologis lain yang berkaitan dengan perubahan iklim, yaitu membantu melindungi kawasan pesisir. Vegetasi mangrove dapat meredam energi gelombang, membantu mengurangi erosi, dan menjadi pelindung alami bagi kawasan di belakangnya.

Fungsi tersebut membuat konservasi mangrove memiliki manfaat ganda. Ekosistem ini membantu menyimpan karbon sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap berbagai tekanan lingkungan.

Baca Juga:



Menjaga Mangrove untuk Menghadapi Perubahan Iklim

Peran hutan mangrove dalam menyerap karbon menjadikannya bagian penting dalam upaya menghadapi perubahan iklim. Karbon dapat tersimpan dalam biomassa tanaman maupun sedimen, sementara ekosistem mangrove juga memberikan perlindungan bagi wilayah pesisir.

Karena itu, konservasi, restorasi, dan pemantauan mangrove perlu dilakukan secara berkelanjutan agar fungsi ekologisnya dapat terus terjaga.

#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan

Bot
ZEBot Asisten Digital ZonaEBT
Hai Kak!
Aku ZEBot, asisten digital ZonaEBT. Ada yang bisa kubantu hari ini?