
Sobat EBT Heroes! Hutan mangrove tidak hanya berfungsi sebagai pelindung kawasan pesisir dan penyimpan karbon. Bagian tertentu dari vegetasinya juga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan, salah satunya melalui pengolahan cabang mangrove menjadi briket kayu.
Inovasi ini dikembangkan melalui penelitian Universitas Sumatera Utara (USU) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Peneliti memanfaatkan cabang dari tiga spesies mangrove, yakni Bruguiera sexangula atau mata buaya, Excoecaria agallocha atau buta-buta, dan Rhizophora apiculata atau bakau minyak untuk menghasilkan briket kayu.
Cabang Mangrove Diolah Menjadi Briket

Penelitian tersebut mengolah potongan cabang mangrove menjadi briket berbentuk silinder dengan ukuran sekitar 3 x 4 cm. Material kayu kemudian dipadatkan menggunakan perekat berbahan pati alami, seperti tepung kentang dan tepung jagung.
Pemanfaatan cabang menjadi pilihan karena dapat menghindari penggunaan batang utama mangrove. Dengan pengelolaan yang dilakukan secara berkelanjutan, material dari bagian cabang dapat dimanfaatkan tanpa mengabaikan fungsi utama hutan mangrove bagi ekosistem pesisir.
Briket Mangrove Memiliki Nilai Kalor
Hasil penelitian menunjukkan karakteristik briket berbeda berdasarkan spesies mangrove dan jenis perekat yang digunakan. Briket dari Bruguiera sexangula dengan perekat tepung kentang menjadi salah satu kombinasi dengan kualitas terbaik.
Briket tersebut memiliki kepadatan lebih baik, kandungan karbon tetap yang tinggi, serta menghasilkan panas yang lebih besar. Sementara itu, briket dari Excoecaria agallocha dengan perekat pati jagung memiliki kadar air yang rendah sehingga lebih mudah terbakar.
Beberapa karakteristik fisik briket, seperti kadar air, kadar abu, dan nilai kalor, sebagian besar telah memenuhi standar ISO 17225-3:2020 dan Grade A2 dari Korea Forest Research Institute (KFRI).
Baca Juga:
- ZONAEBT Permudah Akses Pembelian Sertifikat Karbon Melalui Zona Karbon
- 73% Responden Indonesia Masih Asing dengan Definisi “Perubahan Iklim”, Mari Ketahui Bersama
Kepadatan Masih Menjadi Tantangan
Meskipun menunjukkan hasil yang menjanjikan, penelitian briket kayu mangrove masih memiliki sejumlah hal yang perlu diperbaiki. Salah satunya adalah densitas atau kepadatan briket yang belum memenuhi standar yang digunakan dalam penelitian.
Kondisi tersebut berkaitan dengan tekanan saat proses pengepresan. Tekanan yang lebih optimal diharapkan dapat menghasilkan briket dengan kepadatan dan kualitas yang lebih baik.
Menurut peneliti Hardiansyah Tambunan, perbaikan teknik press menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas briket kayu dari mangrove.
Berpotensi Menjadi Energi Alternatif
Pemanfaatan cabang mangrove sebagai bahan baku briket membuka peluang penggunaan biomassa sebagai alternatif bahan bakar. Selain menghasilkan energi, pendekatan tersebut dapat memberikan nilai tambah terhadap material kayu yang sebelumnya kurang dimanfaatkan.
Namun, pemanfaatannya tetap harus memperhatikan prinsip keberlanjutan. Hutan mangrove memiliki fungsi ekologis penting, termasuk melindungi pesisir, menjadi habitat berbagai organisme, dan menyimpan karbon.
Karena itu, pemanfaatan mangrove sebagai bahan baku energi tidak boleh dilakukan dengan menebang hutan secara sembarangan. Material yang digunakan perlu berasal dari bagian atau hasil pengelolaan yang tidak mengganggu keberlangsungan ekosistem mangrove.
Briket Mangrove Punya Peluang Ekonomi
Jika teknologi dan proses produksinya terus dikembangkan, briket kayu mangrove berpotensi menjadi produk biomassa bernilai ekonomi. Pemanfaatan sumber daya lokal juga dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat di sekitar kawasan pesisir.
Di sisi lain, pengembangan tersebut membutuhkan penelitian lanjutan untuk meningkatkan kualitas briket, khususnya dari sisi kepadatan. Aspek keberlanjutan bahan baku juga perlu menjadi perhatian agar pemanfaatan energi tidak mengorbankan fungsi ekologis hutan mangrove.
Inovasi briket dari cabang mangrove menunjukkan bahwa pengembangan energi terbarukan dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Dengan teknologi yang tepat dan pengelolaan yang bertanggung jawab, limbah atau bagian vegetasi yang sesuai dapat memiliki nilai tambah sekaligus mendukung pemanfaatan energi biomassa yang lebih berkelanjutan.
#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan
Sumber:
[1] https://www.usu.ac.id/id/riset-unggulan/kayu-briket-mengubah-cabang-mangrove-menjadi-energi-terbarukan