
- Pemprov Jawa Tengah menawarkan proyek PSEL atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik kepada investor China dalam forum bisnis Indonesia–Tiongkok di Jakarta pada Mei 2026.
- PSEL merupakan teknologi waste to energy yang mengubah sampah menjadi sumber listrik melalui proses pengolahan modern untuk mengurangi penumpukan sampah dan emisi.
- Jawa Tengah memasukkan proyek PSEL sebagai bagian dari pengembangan energi baru terbarukan (EBT) bersama PLTS, biomassa, biogas, mikrohidro, hingga panas bumi.
Sobat EBT Heroes! Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menawarkan sejumlah proyek energi baru terbarukan (EBT) kepada investor asal China dalam agenda Pertukaran Tokoh Politik dan Bisnis Tiongkok-Indonesia yang digelar di Grand Hyatt Jakarta pada Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengusaha dan investor China yang telah menanamkan modal di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memperkenalkan tujuh proyek energi yang siap dikembangkan bersama investor. Proyek tersebut meliputi PLTS, mikrohidro, biomassa, biogas, gas rawa, panas bumi, hingga energi sampah atau waste to energy yang dikenal juga sebagai PSEL.
PSEL menjadi salah satu proyek yang cukup menarik perhatian karena dinilai mampu menjawab dua persoalan sekaligus, yakni masalah sampah dan kebutuhan energi listrik.
Apa Itu PSEL?

PSEL adalah singkatan dari Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik. Teknologi ini mengubah sampah menjadi sumber energi melalui proses tertentu sehingga dapat menghasilkan listrik yang kemudian disalurkan ke jaringan kelistrikan.
Secara sederhana, PSEL bekerja dengan memanfaatkan sampah kota yang sebelumnya hanya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Sampah tersebut diproses menggunakan teknologi seperti insinerasi, gasifikasi, atau metode termal lainnya untuk menghasilkan panas. Panas inilah yang kemudian digunakan untuk memutar turbin dan menghasilkan listrik.
Karena mampu menghasilkan energi dari limbah, PSEL sering disebut sebagai bagian dari konsep waste to energy.
Kenapa PSEL Mulai Banyak Dilirik?
Pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi membuat volume sampah di kota-kota besar terus meningkat setiap tahun. Di sisi lain, kapasitas TPA di berbagai daerah mulai penuh dan memunculkan persoalan lingkungan baru seperti emisi gas metana, pencemaran air tanah, hingga bau tidak sedap.
Melalui PSEL, sampah tidak hanya dibuang begitu saja, tetapi juga dimanfaatkan menjadi energi yang memiliki nilai ekonomi.
Selain membantu mengurangi timbunan sampah, PSEL juga dinilai dapat:
- Mengurangi ketergantungan pada lahan TPA
- Menghasilkan listrik dari limbah domestik
- Menekan emisi gas rumah kaca dari sampah terbuka
- Mendukung target transisi energi Indonesia
- Membantu penyediaan energi di perkotaan
Teknologi ini banyak digunakan di negara seperti Jepang, Singapura, hingga beberapa negara Eropa yang memiliki keterbatasan lahan tetapi menghasilkan sampah dalam jumlah besar.
Jawa Tengah Dorong Investasi Energi dan Pengelolaan Sampah

Dalam forum investasi tersebut, Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa Jawa Tengah terus membuka peluang investasi di sektor energi dan industri hijau.
Pada 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp110,02 triliun yang terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp37,64 triliun, dan UMK Rp21,52 triliun.
Sementara pada triwulan I 2026, investasi di Jawa Tengah telah mencapai Rp23,02 triliun dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,89%.
Saat ini terdapat sekitar tujuh kawasan industri dan ekonomi khusus yang aktif di Jawa Tengah, serta 12 kawasan baru yang sedang dipersiapkan untuk memperkuat pemerataan investasi.
Menurut Ahmad Luthfi, China menjadi salah satu negara dengan nilai investasi terbesar di Jawa Tengah, mencapai sekitar Rp10,13 triliun.
Tantangan PSEL di Indonesia
Meski potensinya besar, pengembangan PSEL di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah biaya investasi awal yang cukup tinggi serta kebutuhan teknologi pengolahan sampah yang modern dan ramah lingkungan.
Selain itu, pengelolaan sampah dari hulu juga menjadi faktor penting. Sampah yang tidak dipilah dengan baik dapat memengaruhi efisiensi proses pengolahan di fasilitas PSEL.
Karena itu, keberhasilan proyek waste to energy tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga dukungan regulasi, pembiayaan, hingga partisipasi masyarakat dalam memilah sampah.
PSEL Bisa Jadi Solusi Masa Depan Kota Besar
Di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan persoalan sampah perkotaan, PSEL mulai dipandang sebagai salah satu solusi yang potensial untuk masa depan Indonesia.
Jika dikembangkan secara optimal, teknologi ini tidak hanya membantu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, tetapi juga mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Langkah Jawa Tengah menawarkan proyek PSEL kepada investor asing menunjukkan bahwa sektor energi berbasis pengolahan sampah kini mulai dipandang sebagai peluang ekonomi sekaligus solusi lingkungan jangka panjang.
#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan #PSEL
Sumber:
[1] https://news.detik.com/bangun-indonesia/d-8501211/pemprov-jateng-tawarkan-7-proyek-ebt-kepada-investor-china