Nilai TKDN Pembangkit Listrik di Indonesia, PLTA Tertinggi Capai 45%

  • PLTA memiliki nilai TKDN tertinggi di Indonesia dengan capaian hingga 45%
  • TKDN PLTS dan PLTB masih terus didorong untuk memperkuat industri EBT nasional
  • Peningkatan TKDN penting untuk mendukung industri lokal dan transisi energi Indonesia

Sobat EBT Heroes! Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi salah satu indikator penting dalam pembangunan sektor energi nasional. Lewat TKDN, pemerintah ingin memastikan proyek pembangkit listrik di Indonesia tidak hanya bergantung pada produk impor, tetapi juga melibatkan industri dan tenaga kerja lokal.

Semakin tinggi nilai TKDN, semakin besar pula kontribusi komponen, jasa, dan teknologi buatan dalam negeri dalam pembangunan pembangkit listrik.

Hal ini penting karena sektor ketenagalistrikan tidak hanya soal pasokan energi, tetapi juga berkaitan dengan pertumbuhan industri nasional dan penciptaan lapangan kerja.

Apa Itu TKDN?

TKDN atau Tingkat Komponen Dalam Negeri adalah persentase kandungan lokal dalam suatu produk, proyek, atau layanan.

Dalam sektor pembangkit listrik, TKDN dihitung dari penggunaan material, peralatan, tenaga kerja, hingga jasa yang berasal dari dalam negeri.

Pemerintah terus mendorong peningkatan TKDN agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi energi, tetapi juga mampu membangun industri manufaktur energinya sendiri.

PLTA Jadi Pembangkit dengan TKDN Tertinggi

Berdasarkan data Kementerian ESDM, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) menjadi salah satu jenis pembangkit dengan nilai TKDN tertinggi di Indonesia.

Untuk PLTA berkapasitas kecil di bawah 10 MW, nilai TKDN bahkan mencapai 45%.

Sementara PLTA kapasitas 10–50 MW memiliki TKDN sekitar 35%, dan PLTA di atas 50 MW berada di angka 23%.

Tingginya TKDN PLTA menunjukkan bahwa teknologi dan rantai pasok pembangkit tenaga air di Indonesia sudah relatif berkembang dibanding beberapa teknologi energi lainnya.

Baca Juga:



TKDN Energi Terbarukan Masih Terus Didorong

Beberapa pembangkit energi baru terbarukan (EBT) lain juga mulai menunjukkan perkembangan TKDN yang cukup baik.

PLTP atau Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi memiliki TKDN hingga 29% untuk kapasitas tertentu. Sementara PLTBg (biogas) berada di angka 25,19% dan PLTBm (biomassa) sekitar 21%.

Di sisi lain, PLTS atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya saat ini memiliki TKDN sekitar 20%.

Sedangkan PLTB atau tenaga bayu masih berada di kisaran 15%.

Angka ini menunjukkan bahwa industri manufaktur energi surya dan angin di Indonesia masih perlu diperkuat, terutama pada sektor komponen utama seperti panel surya, inverter, dan turbin angin.

PLTU dan PLTGU Juga Punya TKDN Beragam

Pembangkit berbasis fosil juga memiliki nilai TKDN yang berbeda-beda tergantung kapasitas dan teknologinya.

PLTU misalnya memiliki TKDN sekitar 27,18% untuk kapasitas di bawah 600 MW. Sedangkan PLTGU berada di angka 21,93%.

Adapun PLTG dan PLTMG masing-masing memiliki TKDN sekitar 10,39% dan 23,96%.

Perbedaan ini dipengaruhi oleh jenis teknologi, kompleksitas proyek, hingga ketersediaan industri pendukung di dalam negeri.

Kenapa Peningkatan TKDN Penting?

Peningkatan TKDN tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga ekonomi nasional secara keseluruhan.

Dengan meningkatnya penggunaan komponen lokal, industri manufaktur dalam negeri bisa berkembang lebih cepat. Selain itu, proyek energi juga dapat membuka lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan transfer teknologi.

Bagi sektor EBT, peningkatan TKDN juga menjadi langkah penting agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada impor teknologi energi bersih dari luar negeri.

Apalagi, kebutuhan pembangunan pembangkit EBT diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan untuk mendukung target transisi energi nasional.

Daftar Nilai TKDN Pembangkit Listrik di Indonesia

  1. PLTG: 10,39%
  2. PLTBm: 21%
  3. PLTB: 15%
  4. PLTSa: 16,53%
  5. PLTGU: 21,93%
  6. PLTS: 20%
  7. PLTU: hingga 27,18%
  8. PLTA: hingga 45%
  9. PLTP: hingga 29%
  10. PLTMG: 23,96%
  11. PLTBg: 25,19%

#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan

Sumber:

[1] https://www.linkedin.com/posts/zonaebt_zonaebt-zedata-tkdn-activity-7464933418888253440-QSFN?utm_source=share&utm_medium=member_desktop&rcm=ACoAAC7MWTEBJRlcMS1OMKsjMzlUVPZ8FtlduZw

Bot
ZEBot Asisten Digital ZonaEBT
Hai Kak!
Aku ZEBot, asisten digital ZonaEBT. Ada yang bisa kubantu hari ini?