Kejar Target PLTS 100 GW, Industri Panel Surya Lokal Siap Bangkit

Ilustrasi teknisi panel surya, foto: HO/NET
  • Target PLTS 100 GW membuka peluang besar bagi industri panel surya lokal di tengah tekanan pasar ekspor
  • Kadin menegaskan pentingnya pasar domestik dan kepastian kebijakan
  • Deregulasi PLTS atap dapat mempercepat permintaan dan mendukung industri dalam negeri

Sobat EBT Heroes! Target 100 gigawatt (GW) PLTS yang sedang didorong pemerintah ternyata bukan cuma soal menambah listrik dari energi bersih. Di balik itu, ada peluang besar buat industri panel surya dalam negeri untuk ikut “naik kelas”.

Selama ini, produsen panel surya Indonesia cukup bergantung pada pasar ekspor. Masalahnya, kondisi global saat ini sedang tidak ramah. Ada tarif tinggi dari luar negeri yang bikin produk kita jadi kurang kompetitif. Akibatnya, banyak kapasitas produksi yang belum terserap maksimal.

Nah, di sinilah peran pasar dalam negeri jadi penting. Jika proyek PLTS dalam jumlah besar benar-benar jalan, kebutuhan panel surya otomatis ikut naik. Artinya, produk lokal punya kesempatan lebih besar untuk terserap di dalam negeri, tanpa harus terlalu bergantung pada pasar luar.

Pasar Dalam Negeri Jadi Penopang

Pasar dalam negeri menjadi kunci penopang kemajuan industri panel surya di Indonesia, foto: ESDM

Dengan target sebesar 100 GW, kebutuhan panel surya jelas tidak sedikit. Ini bisa jadi “pasar baru” yang besar untuk produsen dalam negeri.

Ketua Komite Tetap Kajian Hilirisasi dan Investasi Kadin Indonesia, Chandra Wahjudi, juga melihat hal yang sama.

“Dengan pasar domestik yang melonjak, industri panel surya Indonesia dapat mengalihkan kapasitas produksi yang terdampak tarif AS ke proyek PLTS nasional,” ujarnya, dikutip dari Bisnis.

Artinya, daripada bergantung pada ekspor yang penuh tantangan, produsen lokal bisa mulai fokus memenuhi kebutuhan dalam negeri. Ini bukan cuma soal bertahan, tapi juga membuka peluang untuk berkembang.

Namun, agar peluang ini benar-benar maksimal, tetap dibutuhkan dukungan kebijakan. Mulai dari insentif fiskal, kemudahan pembiayaan, hingga dukungan untuk komponen yang belum tersedia di dalam negeri.

Baca Juga:



Jangan Lupakan PLTS Atap

PLTS atap sebagai peluang dan hambatan kuota, foto: atoenergi

Selain proyek besar, sebenarnya ada peluang lain yang bisa lebih cepat terasa dampaknya, yaitu PLTS atap.

Segmen ini punya potensi besar, terutama di sektor industri dan bisnis. Sayangnya, masih ada hambatan seperti sistem kuota yang membuat adopsinya berjalan lebih lambat.

Kalau regulasinya lebih sederhana, permintaan panel surya bisa naik lebih cepat dan langsung berdampak ke industri dalam negeri.

Momentum yang Sayang Kalau Dilewatkan

Target 100 GW memang besar, tapi juga membuka peluang yang sama besarnya. Bukan cuma untuk energi bersih, tapi juga untuk memperkuat industri lokal.

Selama dijalankan dengan konsisten dan didukung kebijakan yang tepat, program ini bisa jadi titik balik. Indonesia tidak hanya jadi pengguna panel surya, tapi juga punya kesempatan jadi pemain penting di industrinya.

#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan #PLTS #Panelsurya

Sumber:

[1] Ambisi PLTS 100 GW, Momentum Perkuat Industri Panel Surya Lokal

[2] Target Energi Surya 100 GW Bisa Dipercepat lewat Skema Atap dan Power Wheeling

Bot
ZEBot Asisten Digital ZonaEBT
Hai Kak!
Aku ZEBot, asisten digital ZonaEBT. Ada yang bisa kubantu hari ini?