
- PLN menjadi perusahaan listrik terbesar di ASEAN dengan kapasitas mencapai 46,8 GW.
- Daftar top 5 didominasi perusahaan milik negara dari Indonesia, Vietnam, Malaysia, dan Thailand.
- Kapasitas besar menjadi modal penting dalam mendukung kebutuhan listrik dan transisi energi di kawasan.
Sobat EBT Heroes! Tahukah sobat fakta menarik tentang satu-satunya perusahaan penyedia listrik di Indonesia, yaitu PT PLN (Persero)? Ternyata, perusahaan ini menjadi yang terbesar di kawasan ASEAN jika dilihat dari kapasitas pembangkit listriknya.
Hal ini menunjukkan betapa besar peran PLN dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional sekaligus menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemain utama di sektor energi kawasan.
Berdasarkan data yang dirangkum @seasia.stats, berikut lima perusahaan listrik dengan kapasitas terbesar di ASEAN:

Baca Juga:
- Panel Surya Atap Terbesar di Indonesia Seluas 12,2 Hektare Resmi Beroperasi di Cikarang
- 5 Sektor Penyerap Energi Terbesar di Indonesia 2020-2024
1. PT PLN (Persero)
Perusahaan listrik milik negara ini menempati posisi pertama dengan kapasitas mencapai 46,8 GW. Skala ini membuat PLN menjadi tulang punggung sistem kelistrikan Indonesia, mulai dari pembangkitan hingga distribusi. Selain itu, PLN juga memegang peran penting dalam mendorong pengembangan energi baru terbarukan di dalam negeri.
2. Vietnam Electricity (EVN)
Berada di posisi kedua, EVN memiliki kapasitas sekitar 30 GW. Perusahaan ini berperan besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Vietnam yang pesat, sekaligus aktif dalam pengembangan energi bersih seperti tenaga surya dan angin.
3. Tenaga Nasional Berhad (TNB)
Perusahaan listrik asal Malaysia ini memiliki kapasitas sekitar 21 GW. TNB dikenal sebagai salah satu utilitas energi terbesar di kawasan yang tidak hanya fokus pada penyediaan listrik, tetapi juga mulai memperluas portofolio energi terbarukan.
4. EGAT
Electricity Generating Authority of Thailand (EGAT) memiliki kapasitas sekitar 16,3 GW. Perusahaan ini berperan penting dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan Thailand, terutama dalam sektor pembangkitan dan transmisi.
5. Gulf Energy Development
Menempati posisi kelima, Gulf Energy Development memiliki kapasitas sekitar 15,1 GW. Berbeda dari yang lain, perusahaan ini merupakan Independent Power Producer (IPP) atau perusahaan swasta, yang menunjukkan bahwa sektor non-pemerintah juga memiliki kontribusi besar dalam industri kelistrikan.
Melihat daftar ini, terlihat bahwa sektor kelistrikan di ASEAN masih didominasi oleh perusahaan milik negara. Namun, kehadiran perusahaan swasta seperti Gulf Energy menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan swasta semakin penting, terutama dalam menghadapi kebutuhan energi yang terus meningkat.
#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan #PLN
Sumber: