
- PLTS atap terbesar di sektor industri Indonesia berkapasitas 22,5 MWp resmi beroperasi di Cikarang.
- Instalasi seluas 12,2 hektare dengan 36.862 panel surya mampu menghasilkan 68.500 kWh listrik per hari.
- Proyek ini berpotensi mengurangi emisi karbon hingga 26,8 juta kg CO₂ per tahun dan mendukung transisi energi.
Sobat EBT Heroes! Pemanfaatan energi surya di sektor industri Indonesia kembali mencatatkan tonggak penting. Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap terbesar di sektor komersial dan industri kini resmi beroperasi di kawasan Cikarang, Bekasi. Proyek ini tidak hanya menjadi yang terbesar, tetapi juga menunjukkan bahwa energi terbarukan semakin relevan untuk kebutuhan industri skala besar.
Menurut pemberitaan Tempo, ukuran instalasi ini bahkan setara dengan sekitar 17 kali lapangan sepak bola di Gelora Bung Karno (GBK). Skala tersebut menggambarkan besarnya komitmen sektor industri dalam beralih ke energi bersih.
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Muliaglass, PT Muliakeramik Indahraya, dan pengembang energi surya Xurya. Dengan kapasitas mencapai 22,5 megawatt peak (MWp), PLTS atap ini menjadi salah satu instalasi energi surya terbesar yang pernah dibangun di Indonesia.
Baca Juga:
- Manfaat PLTS Atap Industri: Tekan Biaya Operasional Sekaligus Dukung Dekarbonisasi
- Prospek PLTS Atap 2026 Kian Cerah, Permintaan Industri dan Rumah Tangga Meningkat
Kapasitas PLTS Atap Terbesar di Indonesia

Secara teknis, sistem ini terdiri dari sekitar 36.862 panel surya yang terpasang di area seluas 122.783 meter persegi atau sekitar 12,2 hektare. Dari kapasitas tersebut, PLTS ini mampu menghasilkan listrik rata-rata sekitar 68.500 kWh per hari, yang digunakan untuk mendukung operasional pabrik selama 24 jam penuh.
Tidak hanya berdampak pada efisiensi energi, proyek ini juga memberikan kontribusi besar terhadap lingkungan. PLTS ini diperkirakan mampu menekan emisi karbon hingga 26,8 juta kilogram CO₂ per tahun. Selain itu, penggunaan energi surya ini juga membantu mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis batu bara.
Kehadiran proyek ini menjadi bukti bahwa sektor industri memiliki peran strategis dalam mempercepat transisi energi di Indonesia. Dengan kebutuhan energi yang tinggi dan operasional yang berjalan terus-menerus, industri menjadi salah satu sektor yang paling potensial dalam mengadopsi energi terbarukan.
Menariknya, implementasi PLTS atap ini tidak mengganggu proses produksi. Justru sebaliknya, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi biaya energi sekaligus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa transisi energi bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan efisiensi dan daya saing bisnis.
Secara keseluruhan, proyek PLTS atap di Cikarang ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pelaku industri dan pengembang energi dapat menghasilkan solusi energi yang bersih, efisien, dan berkelanjutan. Ke depan, model seperti ini berpotensi direplikasi di berbagai kawasan industri lain di Indonesia.
#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan #Panelsurya
Sumber:
[1] PLTS Atap Terbesar di Indonesia Diresmikan, 17 Kali Luas GBK