Sumsel Berpotensi Menjadi Pemasok EBT Panas Bumi Terbesar di Indonesia

  • Sumatera Selatan memiliki kawasan pegunungan yang cukup banyak, hal itu mempengaruhi kemungkinan potensi ketersediaan gas alam yang cukup tinggi di kawasan itu.
  • Energi panas bumi masih bisa dikembangkan di Sumsel, terutama di lokasi-lokasi yang dekat dengan pegunungan.
  • Pemprov Sumsel mengundang investor untuk mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) panas bumi setelah diresmikannya pengoperasian PLTP Rantau Dedap di Muara Enim pada Desember 2021 lalu.

Sumatera Selatan memiliki kawasan pegunungan yang cukup banyak, hal itu mempengaruhi kemungkinan potensi ketersediaan gas alam yang cukup tinggi di kawasan itu. Daerah Pagaralam dan Lahat misalnya, diperkirakan memiliki potensi sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk jangka panjang.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pun tak ingin menyia-nyiakan potensi sumber daya alam di daerahnya. Pemprov Sumsel mengundang investor untuk mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) panas bumi setelah diresmikannya pengoperasian PLTP Rantau Dedap di Muara Enim pada Desember 2021 lalu.

Baca juga:



Dilansir dari antaranews.com, Herman Deru, selaku Gubernur Sumatera Selatan mengatakan bahwa Energi panas bumi masih bisa dikembangkan di Sumsel, terutama di lokasi-lokasi yang dekat dengan pegunungan.

Tentunya bukan tidak mungkin apabila Sumsel menjadi pemasok sumber EBT panas bumi terbesar di Indonesia, asalkan didukung oleh adanya hasil studi dan investor yang akan menggarapnya. Gubernur Sumsel sangat meyakini hal tersebut, karena menurutnya investor memanfaatkan SDM yang berasal dari nasional dalam pengerjaan proyek tersebut.

Nisriyanto, selaku Direktur Eksekutif PT Supreme Energy Rantau Dedap mengatakan bahwa proyek Rantau Dedap merupakan proyek panas bumi yang sangat menantang karena konstruksi dilakukan di area berketinggian 2.600 meter di atas permukaan laut.

Baca juga:



Proyek Rantau Dedap ini diawali dengan adanya studi yang dilakukan pada tahun 2008, hasil studi itu menyimpulkan bahwa terdapat potensi sumber daya panas bumi yang cukup besar berada di Muara Enim, Lahat, dan Pagaralam.

Dilanjutkan pada tahun 2012, perusahaan penggarap membuat kesepakatan dengan PLN terkait perencanaan proyek tersebut. Kesepakatan kemudian membuahkan hasil yang cukup baik karena pada tahun berikutnya perusahaan menginvestasikan dana sebesar 10 triliun rupiah dan konstruksi pun dimulai.

PLTP Rantau Dedap kini menjadi sumber listrik andalan di Sumsel karena dapat memproduksi listrik hingga 91,22 MW dan disalurkan ke Gardu Induk PLN Lumut Balai yang terhubung ke jaringan listrik Lahat. Kemudian dari jaringan listrik tersebut terkoneksi dengan PLN yang menyalurkan listrik di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Referensi:

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.