Sudah Maksimalkah Pemanfaatan PLTS di Indonesia Saat Ini?

Sudah Maksimalkah Pemanfaatan PLTS di Indonesia Saat Ini? zonaebt.com
Ilustrasi, PLTS ground-mounted, trenasia.com
  • Di Indonesia dapat dikatakan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia sekarang ini masih kurang maksimal.
  • Pada Indonesia Solar Summit 2022 yang dihadiri para pemangku kepentingan di Indonesia menghasilkan 2,3 GWp.

Berada di garis khatulistiwa merupakan anugerah bagi kita karena mendapat pasokan sinar matahari yang cukup dibandingkan negara-negara lain. Namun hal ini apakah sudah kita manfaatkan dengan maksimal? Terkhususnya di bidang energi ketenagalistrikan. Melihat banyaknya negara maju yang sekarang ini telah mengalami perpindahan energi dari energi fosil menuju energi yang terbarukan, Indonesia sendiri pun dapat dibilang tidak mau ketinggalan.

Indonesia sekarang ini pun sedang mengalami masa transisi energi, regulasi-regulasi tentang energi pun sudah mengarah ke pengembangan energi baru terbarukan. Namun sejauh mana pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia sekarang ini?

Baca Juga



Dilansir dari studi kasus milik IESR mengenai project pipeline di Indonesia dapat dikatakan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia sekarang ini masih kurang maksimal. Dilihat dari potensi teknis PLTS yang dimiliki Indonesia mencapai 3-20 TWp dan dapat dibangkitkan hingga 4.000-27.000 TWh per tahunnya namun dalam pemanfaatannya hingga kuartal 1 tahun 2022 total kapasitas terpasang masih di angka 196,2 MWp yang mana dinilai masih sangat kurang bila dilihat dari potensi teknis yang dimiliki, PLTS sendiri telah membangkitkan 167,62 GWh pada tahun 2022 ini yang mana nilainya di angka 0,05% dari total pembangkitan listrik di tahun 2021 yang mana sebesar 309,07 TWh.

Baca Juga



Pada Indonesia Solar Summit 2022 yang dihadiri para pemangku kepentingan di Indonesia menghasilkan 2,3 GWp untuk project pipeline dari 31 perusahaan pada tahun 2022-2023. Project pipeline ini merupakan proyek PLTS milik pengembang dan para pemangku kepentingan hingga konsumen yang terkontrak selambat-lambatnya di tahun 2023.

Bila dijabarkan, project pipeline ini didominasi oleh PLTS atap di wilayah usaha PLN sebesar 929 MWp selanjutnya PLTS prosumer di angka 522 MWp dan sebesar 685 MWp tidak terklasifikasi namun telah terkontrak. Bila dilihat dari jenis instalasinya, PLTS atap memiliki persentase yang paling besar yaitu 41% disusul oleh PLTS ground-mounted sebesar 20% dan 37% lainnya merupakan jenis instalasi campuran.

Makin tahu Indonesia, bahwa potensi pembangkitan tenaga surya di Indonesia sendiri pun cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional, cari tahu informasi tentang energi terbarukan lainnya di zonaebt.com

Referensi

[1] Pemetaan Project Pipeline PLTS di Indonesia

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.