
Bali, 8 Mei 2026 — Program pelatihan SINAR (Sinergi Energi Terbarukan untuk Rakyat) yang diselenggarakan oleh ZONAEBT bersama Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih resmi dilaksanakan pada 4–8 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid, yaitu offline di Gedung Teknik Elektro Politeknik Negeri Bali serta online melalui Zoom bagi peserta dari luar Bali.
Pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai daerah, khususnya wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur & Jawa Barat. Latar belakang peserta adalah anggota atau pengurus Koperasi Desa Merah Putih. Program SINAR hadir sebagai upaya membangun kapasitas sumber daya manusia di desa agar mampu mengoperasikan dan merawat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) secara mandiri sekaligus berkontribusi nyata dalam pencapaian target transisi energi nasional sebesar 100 GWh.
Program ini dilatarbelakangi oleh banyaknya PLTS desa yang tidak lagi beroperasi optimal bahkan mangkrak setelah beberapa tahun digunakan. Setelah ditelusuri, permasalahan utamanya bukan terletak pada teknologi PLTS itu sendiri, melainkan minimnya tenaga teknis di desa yang memahami perawatan dan penanganan dasar sistem PLTS.
Melalui program SINAR, ZONAEBT ingin mendorong lahirnya teknisi lokal desa yang tidak hanya memahami dasar kelistrikan dan energi surya, tetapi juga mampu melakukan monitoring, pemeliharaan, hingga identifikasi masalah pada sistem PLTS.

CEO ZONAEBT, I Kadek Alamsta Suarjuniarta mengatakan bahwa keberlanjutan energi terbarukan di desa tidak cukup hanya dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia di tingkat lokal.
“Banyak PLTS desa sebenarnya masih punya potensi untuk terus dimanfaatkan, tetapi terkendala pada perawatan dan keterbatasan teknisi lokal. Melalui SINAR, kami ingin memastikan desa memiliki SDM yang mampu menjaga sistem tetap berjalan secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal terciptanya ekosistem energi terbarukan berbasis masyarakat desa.
“Ketika desa memiliki kemampuan teknis sendiri, keberlanjutan PLTS akan jauh lebih terjaga. Kami berharap program ini bukan hanya menghasilkan peserta pelatihan, tetapi juga melahirkan penggerak energi terbarukan di daerah masing-masing,” tambahnya.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi dan praktik langsung terkait sistem PLTS. Pada hari pertama & kedua secara online, peserta memperoleh pembekalan dasar berupa materi listrik praktis, keselamatan kerja kelistrikan, pengenalan PLTS. Dilanjutkan dengan materi monitoring system, studi kasus, komponen sistem PLTS, dan alur energi pada sistem PLTS.
Memasuki hari ketiga, pelaksanaan secara offline kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh, S.E., M.Si. yang menyampaikan bahwa koperasi memiliki posisi strategis dalam mendukung pengembangan energi baru terbarukan di masyarakat.

“Koperasi merupakan lembaga ekonomi yang paling bergesekan langsung dengan masyarakat. Kami melihat program energi baru terbarukan ini bisa disambungkan dengan pengembangan ekonomi koperasi,” ujarnya Rabu, (6/5/2026).
Menurutnya, pengembangan energi baru terbarukan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendukung upaya menjaga lingkungan.
“Saat kita mengarahkan pelaku ekonomi, tujuannya bukan hanya mendapatkan keuntungan ekonomi semata, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan,” tambahnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik penggunaan alat pelindung diri (APD), praktik panel surya, hingga identifikasi komponen PLTS skala komersial.

Pada hari keempat, peserta kembali mengikuti sesi materi serta praktik langsung pemeliharaan panel surya, termasuk pembersihan panel dan pemeriksaan dasar sistem PLTS. Kegiatan hari kelima masih menunggu informasi lanjutan dari panitia penyelenggara.
Pada hari kelima, peserta mengikuti sesi troubleshooting sistem PLTS yang membahas berbagai permasalahan umum pada instalasi energi surya beserta langkah penanganannya. Peserta juga mendapatkan simulasi wawancara asesor sebagai persiapan menghadapi proses sertifikasi kompetensi. Selain itu, panitia memberikan pembekalan terkait tahapan lanjutan program SINAR, termasuk informasi mengenai sertifikasi kompetensi PLTS yang akan dilaksanakan bersama lembaga sertifikasi di bawah Kementerian ESDM sebagai bagian dari proses penguatan kapasitas teknisi energi terbarukan di tingkat desa.
Program SINAR tidak berhenti pada pelatihan ini saja. Ke depan, peserta akan melanjutkan tahapan program berupa sertifikasi pada 2–4 Juni 2026, program magang pada Agustus 2026, hingga prosesi kelulusan pada Oktober 2026.
Melalui rangkaian program tersebut, ZONAEBT bersama Kopdes Merah Putih berharap dapat membangun jaringan teknisi energi terbarukan di tingkat desa yang mampu mendukung keberlanjutan pemanfaatan PLTS di berbagai daerah Indonesia.
Tentang Program SINAR (Sinergi Energi Terbarukan Untuk Rakyat)
Program SINAR adalah inisiatif strategis dari ZONAEBT yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi teknis dan sertifikasi bidang PLTS (Solar PV) bagi anggota Koperasi Desa Merah Putih. Sebagai program kolaboratif, SINAR bertujuan menciptakan teknisi lokal yang handal di tingkat desa demi memastikan keberlanjutan infrastruktur energi bersih, sekaligus berkontribusi nyata dalam pencapaian target transisi energi nasional sebesar 100 GWh.
Tentang ZONAEBT
Berdiri sejak April 2021, ZONAEBT adalah platform informasi dan edukasi energi terbarukan di Indonesia. Dengan visi untuk mendorong transisi energi yang adil dan berkelanjutan, ZONAEBT aktif berkontribusi dalam pengembangan kapasitas dan literasi energi bersih di tanah air.
Kontak Media:ZONAEBT.com
hello@zonaebt.com
085175878765