Melawan Perubahan Iklim: Peran Penting Hutan dalam Penyerapan Karbon

Ilustrasi hutan. Sumber: pixabay.com
  • Hutan dapat menjaga planet ini lebih dingin 0.5 Celcius ketika terjadi reaksi antara cahaya dan karbon
  • Hutan yang memiliki ekosistem baik dapat mengembalikan kelembaban udara melalui evapotranspirasi sehingga daerah yang berlawanan arah angin dapat menerima curah hujan yang lebih banyak
  • Kondisi hutan yang rusak dan kenaikan suhu yang tinggi dapat mengakibatkan ketidakstabilan iklim sehingga menimbulkan fenomena perubahan iklim

Hutan merupakan bagian penting dalam sistem ekosistem global di alam semesta ini. Hutan juga menjadi sumber penghidupan bagi makhluk hidup, baik bagi kelangsungan hidup manusia, hewan, dan tumbuhan.

Selain itu, hutan memiliki peranan penting dalam membantu mengatasi perubahan iklim. Hutan berperan sebagai penyerap karbon, penyedia habitat berbagai spesies, dan penjaga kesuburan tanah.

Sebagai penyerap karbon alami, hutan melalui sebuah proses dimana nantinya penyerapan karbon dapat dilakukan. Dalam ekosistem hutan, terdapat proses fotosintesis, yaitu proses penyerapan CO2 (karbon dioksida) dari udara dan proses pengubahan CO2 (karbon dioksida) menjadi O2 (oksigen).

Pada proses fotosintesis dalam kawasan hutan, diperlukan cahaya matahari yang cukup untuk membantu proses pertukaran udara antara CO2 dan O2. Hal ini dapat membantu mengurangi jumlah CO2 di atmosfer yang menjadi penyebab utama perubahan iklim.

Dalam studi penelitian lain mengatakan bahwa hutan dapat membantu menjaga udara tetap sejuk dan lembab pada jarak dekat atau jauh. Hutan dapat menjaga planet ini lebih dingin 0.5 Celcius ketika terjadi reaksi antara cahaya dan karbon.

Itu sebabnya, apabila Sobat EBT Heroes berada di kawasan hutan atau berada di bawah pohon akan merasa sejuk dan segar. Hutan mengeluarkan oksigen sebagai produk utama dalam melakukan fotosintesis.

Namun, saat ini hutan sedang menghadapi keadaan yang tidak baik-baik saja. Adanya perubahan iklim mempengaruhi kesehatan hutan. Peningkatan suhu global dan cuaca ekstrim mengakibatkan rusaknya keberlanjutan ekosistem hutan.

Oleh karena itu, untuk menjaga keberlanjutan ekosistem hutan, diperlukan upaya pelestarian melalui kegiatan reboisasi. Selain untuk mencegah rusaknya hutan, reboisasi dapat membantu mengatasi perubahan iklim.

Baca juga:



Mengapa Hutan Penting dalam Melawan Perubahan Iklim?

Ilustrasi peran hutan dalam melawan perubahan iklim. Sumber: pixabay.com

Hutan memiliki peranan penting dalam menjaga dan mengatur iklim global. Hutan memiliki kemampuan menyimpan dan menyerap karbon terus-menerus dalam jumlah besar dari atmosfer.

Hutan yang ada di dunia diperkirakan dapat menyimpan sekitar 861 miliar ton karbon. Itu artinya hutan dapat menjadi jantung dunia dari paparan karbon. Hutan menyerap CO2 dari atmosfer melalui fotosintesis dan menyimpannya dalam biomassanya.

Hutan yang memiliki ekosistem baik dapat mengembalikan kelembaban udara melalui evapotranspirasi sehingga daerah yang berlawanan arah angin dapat menerima curah hujan yang lebih banyak. Selain itu, hutan membantu mengurangi emisi gas rumah kaca yang terperangkap dalam atmosfer dan mencegah planet menjadi panas.

Berikut ini beberapa alasan mengapa hutan penting dalam, melawan perubahan iklim :

  • Penyerap karbon yang kuat. Hutan merupakan penyerap karbon alami. Penyerapan karbon dilakukan melalui proses fotosintesis dan penyimpanan dalam biomassa. Penyerapan karbon dapat mengurangi jumlah CO2 di atmosfer dan membantu mengatasi perubahan iklim.
  • Penghasil Oksigen. Hutan menjadi penghasil oksigen terbesar di alam semesta. Oksigen dihasilkan melalui proses fotosintesis. Fotosintesis dilakukan melalui reaksi kimia antara karbon dan sinar matahari.
  • Mengatur  iklim. Dengan menyimpan sejumlah karbon, hutan dapat membantu mengurangi konsentrasi CO2 di atmosfer dan mengendalikan iklim. Hutan dapat membantu menjaga kelembaban udara, mengurangi suhu, dan cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.
  • Dapat beradaptasi terhadap perubahan iklim. Selain dapat membantu mengatasi perubahan iklim, hutan juga berperan dalam proses adaptasi perubahan iklim. Hutan menyediakan sumber daya alam yang dapat menjadi sumber makanan bagi makhluk hidup dan kebutuhan lainnya.

Apa Dampak dari Kerusakan Hutan Terhadap Iklim?

Ilustrasi kerusakan hutan. Sumber: pixabay.com

Kerusakan hutan memberikan dampak yang besar bagi kelangsungan hidup makhluk hidup. Dampak yang dihasilkan dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung. Terutama terkait perubahan iklim, apabila hutan mengalami kerusakan akan menambah keparahan yang terjadi.

Hal pertama yang akan dirasakan apabila hutan mengalami kerusakan yaitu adanya peningkatan suhu bumi. Tidak adanya penghasil oksigen alami menjadi pemicu peningkatan suhu bumi. Ditambah dengan adanya pemanasan global dan penggunaan gas rumah kaca semakin menambah kenaikan suhu bumi.

Kondisi hutan yang rusak dan kenaikan suhu yang tinggi dapat mengakibatkan ketidakstabilan iklim sehingga menimbulkan fenomena perubahan iklim. Akibatnya cuaca menjadi tidak terkontrol dan rentan terhadap cuaca ekstrem.

Kerusakan hutan juga dapat memicu intensitas siklus air berubah. Hal itu dapat mengurangi curah hujan dan menyebabkan kekeringan. Fenomena alam yang terjadi juga dapat menyebabkan bencana alam seperti, banjir, tanah longsor, kekeringan dan bencana alam lainnya.

Hutan yang rusak dapat mengakibatkan rusaknya ekosistem hutan dan kekeringan yang berkepanjangan. Tidak adanya daerah resapan air yakni pohon yang menjadi penyimpan air. Kekeringan yang terjadi dapat menyebabkan punahnya berbagai satwa dan punahnya spesies tumbuhan.

Baca juga:



Bagaimana Cara Menjaga Kelestarian Hutan?

Ilustrasi penanaman kembali hutan. Sumber: pixabay.com

Menjaga kelestarian hutan menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Kelestarian hutan menjadi hal vital yang harus dijaga dan menjadi kunci utama keberlangsungan kehidupan. Oleh karena itu, berikut ini merupakan cara menjaga kelestarian hutan :

  • Melakukan reboisasi

Reboisasi merupakan kegiatan penanaman kembali pada hutan gundul. Reboisasi dilakukan untuk mencegah rusaknya ekosistem hutan. Pohon-pohon yang ditanaman akan membantu peran pohon lain dalam menyerap karbon. Dengan adanya reboisasi ekosistem hutan dapat terjaga dan sistem keberlanjutan hutan akan meningkat

  • Menerapkan sistem tebang pilih dalam penanaman

Sistem penebangan tebang pilih menjadi salah satu alternatif solusi dalam menjaga kelestarian hutan. Penebangan hutan didasarkan pada pohon yang hampir mati, roboh, dan yang sudah mati untuk ditebang. Perlakuan tersebut dilakukan untuk menjaga pohon yang masih muda agar terus bertumbuh dan berkembang.

  • Mendukung konservasi alam

Mendukung konservasi alam merupakan tindakan yang penting dilakukan untuk makin tahu Indonesia. Sebab, upaya tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap pelestarian hutan dan ekosistem yang ada di sana. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem menyebutkan bahwa pengelolaan sumber daya alam hayati dilakukan secara bijaksana dan menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragamannya.

#zonaebt #sebarterbarukan #ebtheroes

Editor: Nur Wasilatus Sholeha

Referensi:

[1] THE ROLE OF FORESTS IN AIDING CLIMATE CHANGE

[2] Peran Hutan Pada Iklim Lebih Besar, Tak Hanya Penyimpan Karbon

[3] Hutan sebagai Penyimpan Stok Karbon harus Tetap Dijaga Kelestariannya

[4] Cara Pelestarian Hutan dan Fungsinya bagi Makhluk Hidup, Jangan Asal Tebang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 Comment