PERTAMA KALI! ENERGI ANGIN DIGUNAKAN MANUSIA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Energi angin dikatakan energi pertama
  • Energi angin ialah sumber energi yang pertama dan tertua.
  • Pembentukan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) pertama di Indonesia.
  • Potensi energi angin yang sangat besar di tahun 2030 seiring perkembangan teknologi.

Energi angin dikatakan sebagai sumber energi yang paling lama dan pertama yang dimanfaatkan oleh manusia. Hingga akhirnya, energi angin ini digunakan sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang paling banyak digunakan dan sudah mencapai perkembangan terbesar dalam dekade terakhir.

Tahun 3000 SM (Sebelum Masehi) ialah sebuah awal energi angin ditemukan dengan bukti bergeraknya kapal layar di Sungai Nil. Lalu, sudah dimulainya penggunan kincir angin guna untuk memompa air pada masa pemerintahan Hammurabi yang bertempatan di Babilonia.

Angin merupakan suatu hal yang bisa dirasakan oleh makhluk hidup tetapi tidak dapat dilihat. Selain itu, angin adalah penyeimbang lapisan atmosfer yang hebat, dapat melembabkan suhu, mengangkut debu, dan rasa panas.

Baca juga:



Angin ini biasa digunakan manusia sebagai pengering pakaian basah, bermain layangan, menggerakkan kapal layar, dan masih banyak lagi aktivitas sehari-hari manusia yang membutuhkan angin.

Namun, di Eropa pada abad pertengahan, energi angin digunakan oleh masyarakat sekitar untuk di bidang tani, ternak, penggilingan bahan makanan, dan lain sebagainya. Dengan adanya beberapa pemanfaatan yang menggunakan energi angin, dari situlah ilmuwan Eropa memiliki ide untuk menciptakan listrik dengan memanfaatkan energi angin. Pertama kali diciptakannya industri pembangkit listrik pada tahun 1979 di negara Denmark.

Dari awal diciptakannya industri pembangkit listrik dengan bantuan energi angin, dari waktu ke waktu semakin berkembang. Adanya penelitian-penelitian menunjukkan kualitas dan kuantitas energi yang dengan hasil yang cukup meningkat dan signifikan. Jumlah panenan energi angin adanya peningkatan tajam dari tahun ke tahun.

Energi baru terbarukan ini mulai dikembangkan di Indonesia dengan target 23 persen menuju tahun 2025, yang mana sejak itulah terbatasnya energi fosil. Lalu energi terbarukan tenaga angin ini memiliki kincir angin raksasa atau PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) pertama kali di Kecamatan watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap akan menghasilkan listrik dengan tenaga sebesar 75MW (Mega Watt). Dengan kekuatan tenaga sebesar itu, mampu mengaliri listrik 70.000 masyarakat Sulsel (Sulawesi Selatan). Pembangunan PLTB Sidrap ini telah rampung tahun 2018 pada bulan Februari sesuai dengan target yang sudah didiskusikan.

Energi angin di Indonesia dipercaya memiliki potensi yang sangat besar untuk wadah pengembangan energi terbarukan. Bukan hanya tentang nilai yang besar, tetapi juga memberikan lapangan besar yang cukup luas bagi masyarakat Indonesia. Dikatakan sebagai potensi yang besar, Indonesia pun melewati beberapa kendala. Salah satunya kecepatan pergerakan angin di Indonesia sangat rendah dibanding Eropa Utara dan Amerika.

Tenaga angin ini dikenal murah, ramah angin, serta menjadi andalan pasokan di masa depan, tergantung kondisi wilayahnya sehingga menghasilkan energi yang bervariasi. Bagaimana kondisi energi angin di masa depan? Para peneliti angin memperkirakan pada tahun 2030, energi angin menjadi murah dengan adanya penurunan mencapai 20-30 persen seiring dengan berkembangnya dan canggihnya teknologi di masa depan.

Lalu, teknologi angin mana yang dikatakan berkualitas baik? Turbin angin modern memiliki tinggi mencapai 180 meter, jika di darat satu turbin mengeluarkan listrik sebanyak 29 juta kWh per tahun. Turbin angin cocok di daerah laut yang mana angin bertiup dengan kekuatan yang cukup besar. Turbin lepas pantai memiliki keluaran mencapai 10.000 kilowatt dan memiliki target dalam beberapa tahun yang akan datang dengan adanya kenaikan 5.000 kilowatt.

Tenaga angin akan sangat murah jika hanya di wilayah yang berangin, tetapi listrik dihasilkan kemudian diangkut ratusan kilometer dan menyebabkan biayanya lebih mahal. Inilah sebabnya mengapa mengangkut listrik jarah jauh seringkali tidak ada manfaatnya. Dengan adanya pernyataan di atas, di dunia ini termasuk Indonesia yang sangat kaya dengan energi angin tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-harinya.

Editor: Riana Nurhasanah

Referensi:

Indonesia Pun Bisa Memanen Energi Angin

Melihat PLTB Sidrap, Pembangkit Tenaga Angin Pertama di Indonesia

Dari Mana Asal Angin dan Bagaimana Angin Bertiup?

Sejarah energi angin

Seberapa Besar Potensi Energi Angin di Masa Depan?

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.