Panas Bumi Indonesia Makin Prospektif, Kinerja PGE Tumbuh Positif pada Kuartal I 2026

Pertumbuhan pendapatan dicapai oleh PGE pada Kuartal I 2026, foto: Pertamina.
  • Kinerja Pertamina Geothermal Energy (PGE) pada kuartal I 2026 mencatat pertumbuhan positif dengan pendapatan naik 14,8% dan laba bersih meningkat 40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
  • PGE menargetkan kapasitas pembangkit panas bumi mencapai 1 GW pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034 untuk mendukung target RUPTL PLN 2025–2034.
  • Dengan mengelola sekitar 70% kapasitas panas bumi nasional, PGE menjadi salah satu motor utama pengembangan energi terbarukan dan transisi energi di Indonesia.

Sobat EBT Heroes! Industri panas bumi di Indonesia kembali menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari kinerja PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) yang berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba pada kuartal I 2026.

Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa energi panas bumi tidak hanya berperan penting dalam mendukung transisi energi nasional, tetapi juga mampu memberikan kinerja bisnis yang sehat di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global.

Pendapatan dan Laba PGE Tumbuh Signifikan

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, PGE membukukan pendapatan sebesar US$116,56 juta, meningkat 14,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tak hanya itu, laba bersih perusahaan juga melonjak sekitar 40% menjadi US$43,90 juta. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa strategi bisnis yang dijalankan perusahaan mampu menjaga profitabilitas sekaligus memperkuat fondasi keuangan untuk ekspansi di masa depan.

Beberapa capaian penting PGE pada kuartal I 2026 antara lain:

  • Pendapatan mencapai US$116,56 juta.
  • Laba bersih naik menjadi US$43,90 juta.
  • Ekuitas meningkat menjadi US$2,09 miliar.
  • Liabilitas turun menjadi US$964,74 juta, sehingga struktur keuangan semakin sehat.

Baca Juga:



Siap Mendukung Target Transisi Energi Indonesia

Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik rendah emisi, panas bumi dinilai menjadi salah satu sumber energi yang paling andal karena mampu menghasilkan listrik selama 24 jam tanpa bergantung pada kondisi cuaca.

Melalui RUPTL PLN 2025–2034, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit panas bumi hingga 5,2 GW. Target tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan industri geothermal di Indonesia.

Untuk mendukung hal tersebut, PGE menargetkan:

  • Kapasitas terpasang mencapai 1 GW pada 2028.
  • Meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034.
  • Mempercepat pengembangan wilayah kerja panas bumi baru.
  • Mengoptimalkan pembangkit yang telah beroperasi.

PGE Masih Menjadi Pemain Utama Panas Bumi Nasional

Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan total kapasitas terpasang mencapai 727 MW. Angka tersebut mewakili sekitar 70% kapasitas panas bumi nasional, menjadikan perusahaan sebagai salah satu pengembang geothermal terbesar di Indonesia.

Selain memasok listrik bersih, PGE juga terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan. Pada 2025, perusahaan meraih skor ESG 7,1 dari Sustainalytics dan menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar Top 50 Global ESG Companies 2025.

Kinerja keuangan yang terus tumbuh, ekspansi kapasitas pembangkit, serta komitmen terhadap praktik bisnis berkelanjutan menjadi modal penting bagi PGE untuk terus memperkuat perannya dalam mendukung target transisi energi Indonesia.

#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan #PGE #Panasbumi

Sumber:

[1] https://swa.co.id/read/471969/laba-pertamina-geothermal-pge-melonjak-40-di-kuartal-i-2026-tancap-gas-ekspansi-panas-bumi

[2] https://www.tempo.co/ekonomi/laba-bersih-pertamina-geothermal-energy-melonjak-40-persen-2133468

Bot
ZEBot Asisten Digital ZonaEBT
Hai Kak!
Aku ZEBot, asisten digital ZonaEBT. Ada yang bisa kubantu hari ini?