Menilai Lingkungan Melalui Sudut Pandang Ekologi Perkotaan

Ekologi Perkotaan
Ilustrasi ekologi perkotaan. Sumber: freepik.com
  • Ekologi perkotaan dan lingkungan merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan.
  • Interaksi organisme dengan lingkungan fisiknya di wilayah perkotaan merupakan definisi dari ekologi perkotaan.
  • Kota yang menerapkan prinsip ekologis tentu akan menjadi kota yang ramah lingkungan.

Daerah perkotaan adalah kota besar, kota kecil, dan tempat lain di mana orang-orang tinggal dalam populasi yang padat. Sebagian besar masyarakat perkotaan terlibat dalam kegiatan ekonomi yang berfungsi secara efisien di populasi padat. Kebanyakan dari mereka berkegiatan dalam bidang perdagangan, pendidikan, manufaktur, dan jasa. Sebaliknya, aktivitas ekonomi berbasis sumber daya, seperti menanam pangan dan memanen mineral, bahan bakar fosil, kayu, atau satwa liar, umumnya terjadi di wilayah pedesaan.

Daerah perkotaan mengimpor energi, makanan, dan material dari pedesaan setempat. Selain itu, juga dari daerah yang lebih jauh di negara mereka, serta dari negara lain di seluruh dunia dalam perdagangan global. Keterkaitan yang terkait dengan sumber daya antara kota dan daerah pedesaan terdapat pada semua skala spasial (lokal, regional, dan global) dan merupakan aspek integral namun seringkali kurang dihargai dalam ekologi perkotaan.

Setiap kawasan perkotaan dapat dipandang sebagai suatu ekosistem, karena memiliki ciri-ciri ekologis berikut:

  1. Kebutuhan akan masukan energi dan material dalam jumlah besar untuk menopang populasi manusia dan beragam kegiatan ekonominya, serta untuk mempertahankan struktur dan pertumbuhannya
  2. Metabolisme yang kompleks, termasuk jaringan transfer, pemrosesan, dan penyimpanan bahan, energi, dan informasi yang berkembang dengan baik di antara organisme yang berinteraksi dan sektor ekonomi
  3. Keluaran panas dan bahan limbah lainnya dalam jumlah besar, yang dibuang ke ekosistem sekitar, menyebabkan polusi dan masalah lingkungan lainnya

Fungsi ekologi penting juga terjadi dalam ekosistem perkotaan, seperti produktivitas biologis dan siklus air dan nutrisi. Namun, proses ini sangat dipengaruhi oleh manusia. Semua wilayah perkotaan secara intrinsik bergantung pada ekosistem di sekitarnya untuk menyediakan sumber daya yang diperlukan dan mengasimilasi limbah yang dihasilkan. Jejak ekologis (atau eco-footprint) dari populasi perkotaan adalah area ecoscape (lanskap dan laut) yang diperlukan untuk memasok makanan, energi, material, pembuangan limbah, dan barang serta jasa penting lainnya.

Pengaruh terhadap jejak ekologis ini berkaitan dengan intensitas penggunaan energi dan material serta produksi limbah dalam perekonomian nasional. Lalu, hal apa saja yang dapat mempengaruhi kondisi ekologi perkotaan? Yuk, simak penjelasan berikut!

Baca Juga



Perencanaan Kota

Perencanaan kota
Ilustrasi perencaanaan kota. Sumber: Royal Rown and Planning Institute

Perencanaan kota adalah proses aktif merancang dan mengatur struktur dan fungsi kota. Dengan demikian, perencanaan kota berkontribusi terhadap informasi yang dibutuhkan oleh legislator dan pengambil keputusan lainnya ketika mereka mengembangkan penentuan lokasi yang masuk akal dan efisien sebagai berikut:

  1. Bangunan, termasuk rumah, properti komersial, institusi (seperti rumah sakit dan sekolah), dan fasilitas industri
  2. Infrastruktur transportasi, utilitas, dan pengelolaan limbah, seperti jalan raya, kereta api, jalur angkutan umum, koridor transmisi listrik dan pipa, saluran pembuangan dan fasilitas pengolahan limbah, serta area pembuangan limbah padat
  3. Ruang hijau, termasuk lapangan bermain dan taman hortikultura dan kawasan alam

Daerah perkotaan yang terencana dengan baik memiliki lingkungan yang relatif menyenangkan sebagai tempat tinggal dan bekerja. Sebaliknya, kota yang tidak direncanakan dengan baik akan kacau, kotor, dan tidak menyenangkan.

Transportasi Perkotaan

transportasi perkotaan
Ilustrasi transportasi perkotaan. Sumber: freepik.com

Semua wilayah perkotaan memiliki sistem yang kompleks untuk pergerakan orang dan barang. Prasarana fisik transportasi meliputi jalan raya, tempat parkir, rel kereta api, kereta bawah tanah, bandar udara, dan jalur perairan, serta berbagai jenis kendaraan beroperasi di koridor tersebut.

Sejak pergantian abad ke-20 hingga tahun 1950-an, sistem angkutan umum merupakan sarana transportasi umum jarak jauh yang paling umum digunakan. Angkutan umum masih merupakan sarana transportasi yang penting di perkotaan, meskipun pertumbuhannya moderat dan tidak sebesar pertumbuhan penggunaan mobil.

Meskipun memiliki mobil atau truk secara luas dipandang sebagai aspek gaya hidup yang diinginkan, ketergantungan pada kendaraan bermotor pribadi berdampak serius terhadap kualitas lingkungan di kota-kota besar dan kecil. Dibandingkan dengan alat transportasi perkotaan lainnya, kendaraan bermotor pribadi mengeluarkan lebih banyak polusi udara, membutuhkan lebih banyak infrastruktur fisik (seperti jalan dan tempat parkir), menggunakan lebih banyak sumber daya material dan energi, serta lebih mahal untuk dimiliki dan dioperasikan.

Berbeda dengan transportasi bermotor, bersepeda tidak mengeluarkan zat pencemar udara seperti NO x , SO 2 , hidrokarbon, maupun partikulat. Selain itu, pembuatan sepeda memerlukan sumber daya material dan energi yang jauh lebih sedikit. Infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung kendaraan ini dalam hal ruang untuk jalan dan tempat parkir juga lebih sedikit. Oleh karena itu, sepeda mewakili alternatif kendaraan bermotor yang ramah lingkungan untuk transportasi pribadi.

Polusi Perkotaan

ilustrasi polusi
Ilustrasi polusi perkotaan. Sumber: freepik.com

Polusi perkotaan mencakup peningkatan konsentrasi bahan kimia dan partikulat, serta peningkatan kebisingan dan panas.

Seringkali, polusi kimiawi di lingkungan perkotaan cukup parah sehingga merusak kesehatan manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Tanah di daerah perkotaan mungkin tercemar oleh berbagai macam zat, termasuk produk minyak bumi, hidrokarbon terhalogenasi (seperti PCB), dan logam.

Selanjutnya ialah polusi termal yang terjadi ketika peningkatan suhu lingkungan cukup untuk mengakibatkan kerusakan ekologi. Hal ini mungkin disebabkan oleh pelepasan panas secara langsung ke lingkungan, sering kali dari sumber titik ke ekosistem perairan. Polusi termal yang ekstrem dapat mengakibatkan air kekurangan oksigen, percepatan eutrofikasi, dan kematian ikan. Polusi ini dapat mengurangi potensi penggunaan air untuk rekreasi, industri, dan air minum.

Selain itu, polusi suara juga dapat mempengaruhi ekologi perkotaan. Bagaimana tidak? Daerah perkotaan biasanya lebih bising dibandingkan daerah pedesaan. Sebagian besar kebisingan berasal dari pengoperasian berbagai jenis mesin yang banyak terdapat di perkotaan, seperti AC, mesin pemotong rumput, mobil, truk berat, dan kompresor udara. Pada intensitas yang tinggi, polusi suara dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang progresif dan berkepanjangan.

Baca Juga



Pengelolaan Sampah

pengelolaan sampah
Ilustrasi pengelolaan sampah. Sumber: freepik.com

Manusia selalu menghasilkan berbagai jenis sampah. Namun, jumlah dan kompleksitas bahan-bahan yang dibuang telah meningkat pesat sebagai akibat dari perkembangan industri dan teknologi, ditambah dengan pertumbuhan populasi dan konsumerisme. Aktivitas di perkotaan menghasilkan sampah dalam jumlah besar.

Berbagai cara pengelolaan bahan limbah sangat berbeda dalam dampaknya terhadap lingkungan. Secara umum, permasalahan lingkungan yang terkait dengan produksi dan pembuangan limbah dapat dikurangi dengan menerapkan 3R.

Nah, gimana Sobat EBT Heroes? Kamu pasti sudah tahu bagaimana cara menilai lingkungan melalui sudut pandang ekologi perkotaan, bukan? Ini merupakan tantangan besar bagi kita untuk mengembangkan pemahaman terkait ekologi perkotaan. Ayo, share pengetahuan baru ini ke orang-orang di sekitarmu!

#zonaebt #sebarterbarukan #ebtheroes

Editor: Ken Hitana Prakarsi

Referensi:

[1] Ekologi Kota di Perkotaan

[2] Panduan Internasional tentang Perencanaan Kota dan Wilayah

[3] Menuju Transportasi Perkotaan yang Ramah dan Nyaman

[4] Terdapat Hubungan Antara Polusi dengan Urbanisasi

[5] Tiga Langkah Mudah Mengelola Sampah Yang Ada di Rumah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 Comment