Keren! PLTA Peninggalan Belanda Masih Beroperasi

  • PLTA Peninggalan Belanda ini sudah berdiri dari tahun 1924
  • PLTA peninggalan Belanda ini dinamakan PLTA Lamajan, merupakan salah satu sub Unit Pembangkit (UP) seguling yang dikelola oleh PT Indonesia Power
  • PLTA Lamajan ini awalnya dibangun untuk memenuhi kebutuhan listrik pada pabrik gula yang ada di Jawa Barat

PLTA Peninggalan Belanda ini sudah berdiri dari tahun 1924, dibangun unit 1 dan 2 mulai dioperasikan pada tahun 1925, kemudian pada tahun 1933 dibangunlah unit ketiga yang mulai beroperasi pada tahun 1934, dari pembangunan pertamanya hingga kini masih beroperasi dengan baik, PLTA peninggalan Belanda ini hanya direnovasi satu kali pada tahun 1995 itu pun bukan renovasi yang besar.

PLTA peninggalan Belanda ini dinamakan PLTA Lamajan, merupakan salah satu sub Unit pembangkit (UP) seguling yang dikelola oleh PT Indonesia Power, PLTA Lamajan ini ditopang oleh 3 unit generator pembangkit.

PLTA lamajan ini awalnya dibangun untuk memenuhi kebuthan listik pada pabrik gula yang ada di Jawa Barat, hingga dengan seiring kemerdekaan Indonesia, PLTA Lamajan diambil alih leh pemerintah sehinga fungsi PLTA ini mengalami perubahan.

PLTA Lamajan menghasilkan listrik sebesar 3×6,5 megawatt (MW), terletak di dataran tinggi Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Baca juga:



Keunikan PLTA Lamajan terletak pada kendaraan yang digunakan dari gedung kantor PLTA Lamajan menuju generator pembangkitnya yaitu dengan menggunakan Lori, namun kini Lori ini tidak dapat beroperasi setiap hari dikarenakan usianya yang sudah tua.

Pipa generator Lori dan juga relnya yang ada di PLTA Lamajan ini masih original sama seperti ketika PLTA Lamajan ini dibangun namun ada beberapa perubahan yang dilakukan, perubahan ini bertujuan untuk mempermudah pengelolaan PLTA Lamajan, beberapa perubahan yang dilakukan yaitu mengganti tuas manual dengan tombol agar lebih mempermudah.

Sistem kerja PLTA peninggalan Belanda lamajan

Dalam PLTA Lamajan ada dua pipa pasat sebagai penghubung antara kolam antar kolam Tando harian kth dengan powerhouse berisi 3 buah unit turbin dengan daya terpasang mencapai 7,25 MW PLTA 5 jam ini mengalirkan air dari olahan air PLTA pengulangan energi yang dihasilkan oleh air yang mengalir dari atas ini nantinya akan digunakan untuk memutarkan mesin turbin yang ada di powerhouse hingga akhirnya menjadi energi listrik.

Baca juga:



PLTA Lamajan ini terbilang sudah cukup modern meskipun masih menggunakan mesin lama yang ada sejak dari zaman Belanda, Bahkan pipa yang digunakan pada PLTA Lamajan ini belum pernah bocor.

Untuk membangkitkan 1 MW listrik, PLTA Lamajan hanya membutuhkan debit air 0,5 meter kubik, konsumsi tersebut terbilang hemat dibandigkan PLTA Lainya.

Referensi:

  1. Mengintip Nasib PLTA Peninggalan Zaman Kolonial di Bandung
  2. PLTA Lamajan, Peninggalan Belanda yang Masih Beroperasi
  3. Mengintip Uniknya PLTA Lamajan, Pembangkit Peninggalan Belanda

Editor : Muhammad Fhandra Hardiyon

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.