Peran Krusial Restorasi Hutan dalam Penyerapan Karbon

Restorasi Hutan. Source: mongabay.co.id
  • Restorasi Hutan merupakan bagian yang penting untuk memenuhi tujuan iklim global, yang dapat dilakukan melalui reboisasi, revegetasi, dan reklamasi.
  • Ekosistem hutan yang sehat juga memainkan peran yang krusial dalam siklus karbon di bumi.
  • Peran masyarakat lokal harus dilibatkan sejak awal dalam restorasi ekosistem hutan.

Dalam upaya melawan perubahan iklim global, restorasi hutan memiliki peran yang krusial dalam memulihkan kembali ekosistem hutan yang telah rusak dan mengoptimalkan kembali fungsi hutan sebagai penyerap karbon di atmosfer.

Deforestasi besar-besaran yang kerap kali dilakukan telah mengakibatkan penurunan daya tampung hutan dalam menyerap karbon, menciptakan lingkungan yang semakin tidak stabil, dan memberikan dampak buruk pada perubahan iklim. Maka, dalam hal ini restorasi hutan menjadi sebuah keharusan yang perlu dilakukan untuk mengembalikan kelestarian dan fungsi hutan serta mengurangi dampak perubahan iklim.

Restorasi Hutan

Restorasi Hutan diartikan sebagai tindakan atau proses memulihkan ekosistem hutan yang telah rusak, terdegradasi, atau hilang. Restorasi hutan merupakan bagian yang penting untuk memenuhi tujuan iklim global, karena hutan adalah metode yang terbukti efektif untuk mengurangi karbon di atmosfer. Kegiatan restorasi meliputi serangkaian tindakan yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi ekologis, biodiversitas, dan struktur hutan yang terdegradasi. Restorasi hutan dapat dilakukan melalui beberapa cara, seperti penanaman hutan kembali atau reboisasi, revegetasi, dan reklamasi.

Reboisasi sebagai Langkah Restorasi Hutan. Sumber: vocasia.id
  • Reboisasi

Reboisasi merupakan kegiatan memulihkan pohon di suatu kawasan yang populasinya telah berkurang baik secara alami maupun campur tangan manusia. Reboisasi memberikan manfaat pada ekosistem menjadi lebih tahan terhadap tekanan di masa depan, seperti perubahan iklim. Manfaat signifikan dari reboisasi adalah perannya dalam mitigasi perubahan iklim. Pelepasan karbon (CO2) yang berlebihan merupakan penyebab utama pemanasan global. Melalui kegiatan reboisasi, karbon yang berada di atmosfer dapat diserap, sehingga mampu mengurangi dampak perubahan iklim dalam jangka panjang.

  • Revegetasi

Revegetasi merupakan suatu usaha untuk memperbaiki dan memulihkan vegetasi yang sudah rusak melalui kegiatan penanaman dan pemeliharaan pada lahan bekas penggunaan kawasan hutan. Revegetasi bertujuan untuk memperbaiki lahan-lahan yang tidak produktif, memulihkan biodiversitas, dan dalam jangka panjang diharapkan mampu memperbaiki iklim mikro. 

  • Reklamasi

Reklamasi hutan dilakukan pada lahan dan vegetasi hutan pada kawasan hutan yang mengalami perubahan permukaan tanah dan penutupan tanah yang disebabkan oleh penggunaan pada kawasan hutan dan bencana alam. Perubahan permukaan tanah merupakan berubahnya bentang alam pada kawasan hutan, sedangkan perubahan penutupan tanah merupakan berubahnya jenis-jenis vegetasi yang semula ada pada kawasan hutan. Reklamasi hutan dapat dilakukan pada kegiatan bekas pertambangan dan pembangunan. 


Baca Juga


Pengaruh Restorasi terhadap Penyerapan Karbon

Ilustrasi Penyerapan Karbon oleh Hutan. Source: reefresilience.org

Seperti yang kita ketahui, hutan memiliki fungsi sebagai penyerap karbon alami yang mampu menyerap CO2 di atmosfer dan menyimpannya dalam bentuk biomassa tumbuhan dan tanah. Penyerapan karbon oleh hutan mampu membantu mengurangi kadar CO2 di atmosfer dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Restorasi hutan yang dilakukan dalam skala besar sangat diperlukan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan memenuhi target iklim internasional, serta mengembalikan keanekaragaman hayati yang hilang. Restorasi hutan diharapkan mampu meningkatkan kuantitas karbon yang tersimpan, sehingga pemanasan global dapat dicegah. 

Ekosistem hutan yang sehat juga memainkan peran yang krusial dalam siklus karbon di bumi. Ekosistem hutan yang sehat memiliki ciri-ciri diantaranya memiliki kehidupan tumbuhan dan hewan yang melimpah, mampu mempertahankan keberagaman habitat, memiliki pepohonan dalam segala bentuk dan ukuran, serta memiliki udara dan air yang bersih.

Hutan yang subur dan berkembang dengan baik memiliki potensi untuk menyimpan karbon dalam jumlah yang besar dalam bentuk biomassa. Ekosistem hutan yang sehat juga mampu mempertahankan keseimbangan pada siklus karbon dengan menjaga kestabilan antara penyerapan karbon dan pelepasan karbon yang mampu mengatur kadar CO2 di atmosfer dan berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim. 


Baca Juga


Peran Masyarakat dalam Proyek Restorasi Hutan

KPSHK. Source: kpshk.org

Peran masyarakat lokal harus dilibatkan sejak awal dalam restorasi ekosistem hutan. Melalui organisasi yang peduli dengan isu lingkungan, seperti Konsorsium Pendukung Sistem Hutan Kerakyatan (KPSHK) mampu menjembatani hubungan antara masyarakat lokal dan keberlanjutan ekosistem hutan. Berikut beberapa peran KPSHK sebagai perantara yang efektif :

  • Melestarikan hutan sebagai penyerap karbon, KPSHK dapat membantu mengurangi emisi karbon dengan menjaga keutuhan hutan melalui kegiatan konservasi dan pengelolaan hutan lestari. 
  • Mengurangi deforestasi dan degradasi hutan, KPSHK berperan dalam melindungi hutan dari aktivitas-aktivitas yang bisa merusak lahan dengan mendorong praktik yang berkelanjutan, sehingga mampu membantu mengurangi emisi karbon akibat perubahan penggunaan lahan. 
  • Pendidikan dan kesadaran lingkungan, KPSHK dapat membantu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat lokal mengenai pentingnya konservasi hutan sebagai upaya mitigasi perubahan iklim. 
  • Advokasi dan kebijakan lingkungan, KPSHK dapat berperan aktif dalam mengadvokasi kebijakan-kebijakan yang mendukung konservasi hutan, pengelolaan hutan lestari, dan pengurangan emisi karbon melalui kerja sama dengan lembaga pemerintahan dan organisasi-organisasi terkait.

Dengan demikian, restorasi hutan bukan hanya sebuah konsep mengenai pemulihan lahan yang terdegradasi, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan upaya menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan. 

#Zonaebt #sebarterbarukan #EBTHeroes

Editor: Bellinda Putri Hidayat

Referensi:

[1] Hutan sebagai Penyimpan Stok Korban harus Tetap Dijaga Kelestariannya

[2] Reforestation: Pros, Cons, and Effects on Planet

[3] Rehabilitasi, Reklamasi, Restorasi, dan Recovery Hutan

[4] Restorasi Hutan: Memulihkan Hutan Tropis untuk Pembaruan Rohani

[5] Sistem Hutan Kerakyatan: Upaya Pengurangan Emisi Karbon Hutan

[6] What is A Healthy Forest?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *