Beberapa Negara Ini Sudah Ramah Lingkungan

Beberapa Negara Ini Sudah Ramah Lingkungan, zonaebt.com
Ilsutrasi Negara. Photo: Kompas.com
  • Pemanasan global membuat Negara membuat kebijakan Ramah Lingkungan untuk melindungi dan mencegah kerusakan lebih jauh pada Bumi.
  • Banyak negara semakin peduli terhadap masalah yang menyangkut lingkungan
  • Negara yang ramah lingkungan pasti juga nyaman ditinggali.

Menurutmu, faktor apa saja yang membuat negara nyaman untuk ditinggali? Bukankah salah satunya merupakan faktor lingkungan? Faktor lingkungan sangat berpengaruh dalam kenyamanan. Banyak faktor lingkungan yang membuat tidak nyaman untuk ditinggali salah satunya faktor-faktor penyebab pemanasan global seperti asap pabrik, asap kendaraan, dll.

Pemanasan global yang menjadi topik di seluruh dunia membuat banyak negara semakin peduli terhadap masalah yang menyangkut lingkungan. Berbagai tindakan ramah lingkungan diupayakan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada Bumi.

Apa itu Negara ramah lingkungan?

Ilustrasi Ramah Lingkungan. Photo: Kompasiana.com

Ramah lingkungan atau go-green mengacu pada kebijakan ataupun situasi yang berpedoman pada ekosistem atau lingkungan yang meminimalisir kerusakan ekosistem atau lingkungan. Ramah lingkungan juga bermanfaat untuk menghambat pemanasan global.

Menurut NASA, suhu permukaan pada tahun 2021 telah meningkat 0,85 derajat Celcius. Pemanasan global yang membuat meningkatnya suhu di bumi, membuat berbagai Negara mengeluarkan kebijakan baru untuk lebih ramah lingkungan agar pencemaran bumi bisa semakin berkurang.

Suatu Negara bisa disebut ramah lingkungan jika mampu mengoptimalkan dalam mencegah hal-hal yang bisa mengganggu/merusak/mencemari lingkungan. Negara yang termasuk ramah lingkungan itu berarti telah melakukan berbagai upaya besar demi tujuan yang baik untuk bumi.

Oleh karena itu, ramah lingkungan menjadi salah satu faktor yang menunjukkan negara tersebut nyaman untuk ditinggali. Beberapa negara di dunia sudah menetapkan kebijakan untuk melindungi lingkungan, seperti pengelolaan sumber daya alam untuk menghasilkan energi.

Apa saja ciri negara ramah lingkungan?

Ilustrasi Ramah Lingkungan. Photo: Medcom.id

Lingkungan yang bersih dan sehat merupakan ciri negara ramah lingkungan, di antaranya:

1. Udara bersih dan segar (bebas dari polusi)

2. Ketersediaan air bersih dan jernih

3. Tempat pembuangan sampah dapat ditemukan dengan mudah

4. Fasilitas pengelompokan sampah

5. Fasilitas pengelolaan atau daur ulang sampah

6. Sarana kakus yang baik

7. Saluran air lancar

8. Banyak tanaman hijau di lingkungan sekitar

9. Lingkungan terlihat rapi dan bersih

10. Warganya Menyadari dan Bertanggung Jawab Atas Kebersihan Lingkungan

11. Bertanggung jawab dalam merawat dan menjaga hewan peliharaan

Baca Juga:



World Population Review tahun 2022 merilis data negara paling ramah lingkungan. Rilisan tersebut didasarkan pada penelitian yang dilakukan para peneliti Universitas Yale dan Universitas Columbia yang bekerjasama dengan Forum Ekonomi Dunia untuk mengukur kebersihan dan keramahan lingkungan dari 180 negara di dunia. Penelitian tersebut menciptakan standar penilaian, yakni Environmental Performance Index (EPI) yang terdiri dari 32 indikator dan 11 kategori, antara lain: kualitas udara, air, sanitasi, keanekaragaman hayati, habitat, hingga keberlanjutan lingkungan.

Berdasarkan penelitian tersebut, wilayah Eropa mendominasi negara paling ramah lingkungan.

10 Negara di Eropa ini paling ramah lingkungan

Ilustrasi Benua Eropa. Photo: MediaIndonesia

1. Denmark

Diperkirakan pada tahun 2050, Denmark akan menjadi negara yang tidak akan menggunakan bahan bakar fosil. Denmark menggunakan turbin angin sebagai tenaga penghasil listrik. Negara ini memang berusaha mengubah ketergantungan sumber daya fosil menjadi bahan bakar yang terbarukan. Negara ini juga memiliki kebijakan untuk mengurangi jumlah mobil terlebih di pusat kota dengan menyediakan ruang untuk sepeda dan area bermain dengan alam.

Keberlanjutan alam dan lingkungan Denmark juga meningkat melalui peningkatan jumlah hotel ramah lingkungan, perahu bertenaga surya, dan makanan organik. Tidak puas di sana, negara ini juga terus mengembangkan bidang kesehatan, pelestarian habitat yang beragam, dan sanitasi air.

Menurut laporan Environmental Performance Index (EPI) 2022, Denmark merupakan Negara yang paling ramah lingkungan di skala global. Menjadikan Negara yang sangat nyaman untuk ditinggali karena sudah terjamin kesehatan lingkungannya.  

2. Luxembourg

Terletak di sebelah Barat Eropa, Luxembourg sebagai negara yang sangat kecil dengan populasi kurang dari 600.000 jiwa, tidak mengherangkan jika Luxembourg berhasil masuk ke dalam daftar negara paling ramah lingkungan. Setengah dari ruang publik di sana telah menyatakan terbebas dari segala bentuk pestisida yang berbahaya pada satwa liar dan sumber air minum. Pengelolaan limbah yang dilakukan oleh negara ini juga sangat efektif. Kualitas air juga mengalami berbagai perbaikan yang signifikan.

Selain itu, Luxembourg juga masuk kedalam daftar Negara paling tidak stress, yang dilihat dari tingkat populasi, angka kriminalitas, keamanan Negara, lingkungan hijau, tingkat polusi, dan tingkat kesehatan menjadikan Luxembourg Negara yang sangat nyaman untuk ditinggali.

3. Swiss

Negara ini dikelilingi pegunungan Alpen dan bukit-bukit hijau, sehingga dikenal dengan air bersih dan satwa liarnya yang melimpah. Pada tahun 2017 lalu, Swiss dinobatkan oleh PBB sebagai negara yang paling mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), tidak heran jika Swiss menjadi negara paling ramah lingkungan.

Pencapaian Swiss menjadi negara ramah lingkungan dilakukan dengan berbagai usaha, di antaranya adalah sistem pengelolaan limbah; mendaur ulang limbah organik menjadi energi; serta pengendalian polusi udara melalui pabrik dan sebagainya. Hal ini berkat adanya tanggung jawab nasional dengan melibatkan banyak perusahaan untuk menemukan suatu inovasi.

Selain itu, Swiss juga mencegah lahan pertanian agar tidak digunakan untuk bangunan beton. Kebutuhan listrik dari negara ini 50% dihasilkan dari tenaga air yang sangat ramah lingkungan. Dengan standar hidup yang tinggi, ekonomi stabil, dan tingginya pendidikan menjadi faktor negara ini tidak pernah keluar dari posisi 10 besar negara paling ramah lingkungan.

4. Inggris

Sebagai salah satu negara yang paling maju, bangunan-bangunan Inggris didesain sedemikian rupa agar tidak memberi dampak buruk ke lingkungan. Inggris memiliki penemuan teknologi ramah lingkungan yang terdapat pada energi bersih, transportasi, bangunan, dan tata letak smart grid.

Bahkan, mereka memiliki sebuah pulau kecil yang sumber daya listriknya 100% berasal dari sumber energi matahari. Penemuan tersebut mendominasi Eropa lebih dari 80 persen. Negara yang populasinya mencapai 66,2 juta ini berhasil memperoleh skor yang baik untuk kategori air minum, sanitasi, dan emisi polusi. Selain itu, Inggris berencana untuk menghilangkan semua pabrik batubaranya paling lambat tahun 2025.

Inggris juga menyiapkan target netralitas karbon atau no emisi karbon untuk dicapai pada 2050. Selain itu juga, inggris menetapkan target untuk mengakhiri penjualan mobil berbahan bakar bensin dan diesel pada tahun 2030 dan beralih penggunaan kendaraan listrik.

5. Perancis

Perancis menawarkan subsidi bagi warganya yang mengeksplorasi teknologi bersih. Banyak siswa Perancis yang mengambil bidang lingkungan karena banyak lowongan di sana. Selain itu, Perancis memanfaatkan sumber daya alam dengan membuat turbin air di sepanjang sungai. Industri pertanian dan produk-produknya juga dikembangkan oleh negara dengan baik. 

Transportasi canggih mereka juga sangat ramah lingkungan. Meskipun Perancis menggunakan 80 persen tenaga nuklir untuk kebutuhan industrinya yang padat, ternyata hal tersebut secara signifikan membantu mengurangi emisi karbon hingga memperoleh skor 100 dalam emisi polusi.

Baca Juga:



6. Austria

Negara Austria dikenal sebagai pelopor dan trendsetter dalam bidang pertanian organik. Austria memanfaatkan sumber daya alam berupa air dan angin hingga menghasilkan 76 persen pasokan listrik.

Perusahaan di Austria telah menerapkan konsep waste management dengan sistem pengelolaan limbah yang baik. Sehingga tidak menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan. Selain itu, Kebijakan di Austria mengenai tingkat polusi udara, bahan kimia, dan pengelolaan limbah disebut sebagai yang paling ketat di Eropa. Sehingga, kondisi hutan sebanyak dua per tiga disana masih terjaga.

Austria juga membangun kota hijau ramah lingkungan yang sangat menarik wisatawan-wisatawan asing, kota tersebut merupakan Wina, dengan pembangunan kota hijau tersebut juga meningkatkan gaya hidup hijau masyarakat setempat.

7. Finlandia

Helsinki adalah salah satu kota terbersih di dunia. Hal ini membuat WHO menyebutkan bahwa Finlandia memiliki kualitas udara terbaik di dunia. Hal ini disebabkan kebijakan untuk mengurangi penggunaan mobil dan memperbanyak jalur sepeda. Selain itu, Finlandia menerapkan sistem transportasi publik cerdas, sehingga masyarakat dapat menentukan lokasi tujuan dan penjemputan, selayaknya Uber.

Negara yang terkenal karena sistem edukasi canggihnya ini memiliki prioritas pada konservasi daya dan pelestarian hutan, meskipun negara ini merupakan salah satu negara industri terkaya di dunia. 35% sumber daya Finlandia berasal dari sumber-sumber yang dapat diperbarui. Selain itu, mereka juga menerapkan undang-undang perlindungan yang ketat terhadap spesies langka yang terancam punah.

Di sisi masyarakat, usaha yang dilakukan ialah mengumpulkan sampah botol dan kaleng sehingga dapat dijual kembali ke mesin otomatis toko seharga 15-40 sen.

8. Swedia

Swedia memiliki target yang ambisius, di mana mereka ingin 100% bergantung pada sumber daya yang bersih dan terbarukan pada tahun 2040. Pemerintah Swedia menerapkan kebijakan pengelolaan limbah dengan menghasilkan satu persen limbah padat di tempat pembuangan sampah. Lalu, 99 persennya didaur ulang atau dijadikan biogas.

Pengolahan air limbahnya juga baik sehingga mampu meningkatkan kualitas air minum. Sanitasi dan kesehatan negara ini juga menjadi alasan lainnya. Swedia juga berusaha untuk mengurangi secara bertahap penggunaan bahan fosil dan menjaga kelestarian hutan yang mereka miliki.

Swedia memiliki salah satu tingkat emisi terendah di seluruh Eropa karena melakukan gerakan waste to energy di mana sekitar 50 persen sampah dibakar untuk diubah menjadi energi listrik. Hal ini berkat adanya tanggung jawab nasional dengan melibatkan banyak perusahaan untuk menemukan suatu inovasi.

9. Norwegia

Sejak tahun 1850-an, Norwegia memiliki konsep hidup yang bernama friluftsliv atau hidup di alam terbuka. Mereka menganggap bahwa semakin banyak waktu yang dihabiskan di luar rumah, maka kamu akan semakin sehat dan bahagia. Untuk itu, pemerintahan Norwegia pun memfasilitasi masyarakatnya dengan berbagai transportasi ramah lingkungan.

Norwegia menjadi pengguna mobil listrik tertinggi di dunia. Pemerintahnya berjanji akan memberikan alam yang bebas polusi pada tahun 2030. Untuk menekan polusi, pemerintah sudah mulai menghapus ruang parkir di tempat umum, supaya para pejalan kaki punya pedestarian dan makin banyak ruang untuk pesepeda.

Sampai saat ini, Norwegia memenuhi pasokan listriknya dengan menggunakan tenaga air dari garis pantai, fjord dan air terjunnya. Hingga akhir tahun 2020, pemerintah menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen.

10. Jerman

Dikenal sebagai negara maju dalam bidang teknologi, Jerman memiliki pembangkit listrik bertenaga surya yang menyuplai lebih dari setengah kebutuhan listrik di sana.

Mayoritas masyarakat di Jerman juga sangat mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan Negara yang ramah lingkungan sehingga masyarakat disana menjadi terbiasa dengan hidup sustainable living yang bertujuan untuk menjaga lingkungan.

Referensi:

[1] Negara Ramah Lingkungan

[2] Peningkatan Suhu Bumi

[3] Sustainable Living

[4] Revolusi Indutsri Hijau

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.