Apa Itu Panas Bumi? Energi Terbarukan Tak Terbatas yang Bersemayam di Bawah Kaki Kita

Potensi panas bumi sebagai energi terbarukan yang melimpah, foto: Pertamina
  1. Panas bumi merupakan energi terbarukan ramah lingkungan yang berasal dari panas alami perut bumi dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
  2. Prinsip kerja panas bumi mirip teko mendidih, di mana uap panas dari dalam bumi dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik melalui PLTP.
  3. Selain listrik, energi panas bumi juga dimanfaatkan langsung untuk industri, pertanian, perikanan, dan mendukung pengurangan emisi karbon.

Sobat EBT Heroes! Tahukah Sobat bahwa ada harta karun energi bersih yang nyaris tak pernah habis dan diam-diam bersemayam di bawah kaki kita? Energi itu adalah panas bumi atau geothermal energy.

Berbeda dengan energi fosil yang harus ditambang dan suatu hari bisa habis, panas bumi berasal dari panas alami perut bumi yang terus diproduksi oleh aktivitas geologi. Inilah yang membuat panas bumi menjadi salah satu energi terbarukan paling andal untuk masa depan Indonesia.

Apa Keunggulan Energi Panas Bumi?

Keunggulan energi panas bumi, foto: anakteknik

Panas bumi sering disebut sebagai “energi senyap” karena tidak selalu terlihat, tapi manfaatnya besar. Ada beberapa alasan mengapa energi ini sangat istimewa:

  1. Berkelanjutan

Panas bumi berasal dari panas alami bumi yang terus tersedia selama aktivitas geologi masih berlangsung.

  1. Ramah Lingkungan

Emisi karbon dari pembangkit panas bumi jauh lebih rendah dibandingkan pembangkit berbahan bakar fosil.

  1. Efisien dan Andal

Tidak bergantung cuaca seperti matahari atau angin, panas bumi bisa beroperasi 24 jam nonstop.

Dengan karakteristik tersebut, panas bumi menjadi salah satu tulang punggung transisi energi bersih di Indonesia.

Baca Juga:



Cara Kerja Panas Bumi: Seperti Teko Air Mendidih

Prinsip kerja panas bumi, mirip teko mendidih, foto: pewresearch

Pernah dengar bunyi siulan teko saat air mendidih di atas kompor?
Prinsip kerja panas bumi kurang lebih sama.

Panas bumi berasal dari magma yang mendingin di dalam perut bumi, dengan suhu mencapai 800–1.000 derajat Celcius. Magma ini berperan layaknya kompor, sementara air formasi di bawah tanah bertindak seperti air di dalam teko.

Ketika air formasi dipanaskan, air tersebut berubah menjadi uap panas. Namun, karena di atasnya terdapat lapisan batuan dan lempung yang rapat—ibarat tutup teko—uap panas tidak bisa langsung keluar ke permukaan.

Akibatnya, uap panas akan mencari celah-celah batuan untuk keluar. Inilah yang kemudian muncul sebagai manifestasi panas bumi, seperti fumarol atau semburan uap panas di permukaan. Mirip seperti mulut teko yang mengeluarkan bunyi siulan saat air mendidih.

Jadi, Sobat EBT Heroes, asap putih yang sering terlihat di kawasan panas bumi itu bukan asap pembakaran, melainkan uap panas alami dari dalam bumi.

Uap Panas Bumi Bisa Jadi Listrik

Uap panas dari perut bumi tidak dibiarkan terbuang begitu saja. Melalui Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), energi ini diubah menjadi listrik yang kita gunakan sehari-hari.

Prosesnya sebagai berikut:

  1. Uap panas diarahkan untuk memutar turbin
  2. Turbin menggerakkan generator
  3. Energi mekanik diubah menjadi energi listrik

Listrik dari panas bumi kemudian disalurkan ke jaringan listrik nasional, membantu memenuhi kebutuhan energi dengan emisi yang jauh lebih rendah.

Pemanfaatan Langsung Panas Bumi

Selain untuk listrik, panas bumi juga dapat dimanfaatkan secara langsung, terutama untuk kebutuhan masyarakat dan industri. Beberapa contohnya:

  • Pemandian air panas
  • Pengeringan produk pertanian dan perkebunan
  • Pembibitan tanaman serta budidaya buah dan bunga
  • Budidaya ikan dan udang air tawar

Pemanfaatan langsung ini membuat panas bumi semakin relevan, tidak hanya sebagai sumber listrik, tetapi juga sebagai penopang ekonomi lokal dan ketahanan pangan.

Panas Bumi dan Aksi Nyata Pengurangan Emisi

Sebagai energi bersih, pemanfaatan panas bumi berkontribusi langsung pada pengurangan emisi gas rumah kaca. Salah satu bentuk kontribusi nyatanya adalah melalui Sertifikat Karbon, yang merepresentasikan penurunan emisi dari proyek energi terbarukan.

Salah satu proyek panas bumi yang telah terverifikasi adalah Proyek Lahendong Unit 5 & Unit 6 milik PT Pertamina Geothermal Energy Tbk di Sulawesi Utara. Proyek ini memanfaatkan panas bumi untuk menghasilkan listrik rendah emisi dan menggantikan pembangkit berbahan bakar fosil.

Bagi pelaku usaha, institusi, maupun individu yang ingin berkontribusi langsung pada aksi iklim, pembelian Sertifikat Karbon Proyek Lahendong menjadi langkah strategis untuk melakukan carbon offset sekaligus mendukung pengembangan energi terbarukan nasional.

👉 Pelajari dan dapatkan Sertifikat Karbon Proyek Lahendong Unit 5 & 6 di sini:
https://zonaebt.myr.id/pl/sertifikat-karbon-pertamina-nre-proyek-lahendong-unit-5-unit-6-pt-pertamina-geothermal-energy-tbk

Dengan mendukung proyek panas bumi melalui sertifikat karbon, Sobat EBT Heroes ikut berperan dalam mempercepat transisi energi dan mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih bersih, tangguh, dan berkelanjutan.

#ZonaEBT #EBTHeroes #PanasBumi #EnergiTerbarukan

Sumber:

[1] Bener Ga Sih? Ada Energi yang Gak Habis-Habis di Bawah Kaki Kita?

Bot
ZEBot Asisten Digital ZonaEBT
Hai Kak!
Aku ZEBot, asisten digital ZonaEBT. Ada yang bisa kubantu hari ini?