Program Listrik Desa 2026 Siap Sambut HUT RI ke-81, Sasar 11.000 Desa!

Pemerintah meluncurkan Program Listrik Desa 2026 pada Agustus, foto: ESDM.
  • Program Listrik Desa 2026 akan diluncurkan pemerintah pada Agustus untuk memperluas akses listrik di berbagai wilayah Indonesia.
  • Sebanyak 1.400 desa telah rampung dibangun, dari sekitar 11.000 desa yang masih membutuhkan akses listrik.
  • IESR mendorong integrasi Listrik Desa dengan PLTS 100 GW untuk mempercepat elektrifikasi wilayah 3T dan mendukung transisi energi bersih.

Sobat EBT Heroes! Pemerintah akan meluncurkan program Listrik Desa (Lisdes) 2026 pada Agustus bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Program ini ditujukan untuk memperluas akses listrik ke wilayah yang hingga kini masih mengalami keterbatasan pasokan energi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut terdapat sekitar 11.000 desa di Indonesia yang belum mendapatkan akses listrik. Sementara itu, sebanyak 1.400 desa yang masuk dalam pembangunan program tahun 2025 telah selesai dikerjakan dan direncanakan segera diresmikan.

Program Listrik Desa Akan Diluncurkan pada Agustus 2026

Pemerintah melalui Kementerian ESDM kebut Program Listrik Desa 2026, foto: ESDM.

Presiden RI Prabowo Subianto direncanakan meresmikan program Listrik Desa pada Agustus 2026. Meski demikian, pemerintah masih membahas tanggal pasti peluncuran program tersebut.

Bahlil mengatakan peresmian ditargetkan berlangsung sebelum penyampaian Rancangan Undang-Undang APBN beserta Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 pada 14 Agustus 2026.

“Tanggalnya masih dibahas, Insya Allah Agustus ini,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (3/8/2026).

Program Listrik Desa menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas pemerataan akses energi. Pembangunan tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi, tetapi juga diharapkan dapat mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah yang sebelumnya belum terjangkau listrik.

IESR Dorong Listrik Desa Terintegrasi dengan PLTS 100 GW

IESR pandang Lisdes penting untuk diintegrasikan dengan target PLTS 100 GW guna mendukung transformasi energi yang lebih menyeluruh, foto: Dana Mitra Lingkungan.

Pengembangan Listrik Desa juga mendapat perhatian dari Institute for Essential Services Reform (IESR). Lembaga tersebut mendorong agar program elektrifikasi desa dapat berjalan beriringan dengan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW.

IESR sebelumnya mengapresiasi rencana pemerintah untuk memulai pembangunan PLTS 100 GW. Menurut Chief Executive Officer IESR Fabby Tumiwa, program Listrik Desa sebaiknya menjadi bagian dari transformasi sistem energi yang lebih menyeluruh.

“Kami mendorong agar pelaksanaan program ini dilakukan dalam kerangka tata kelola yang baik (good governance), dan diletakkan dalam kerangka transformasi sistem penyediaan energi yang menyeluruh dan berkeadilan, di mana program listrik desa (Lisdes) menjadi bagian integral di dalamnya,” ujar Fabby, Rabu (29/7).

Menurut Fabby, elektrifikasi desa tidak seharusnya hanya berorientasi pada peningkatan angka rasio elektrifikasi. Akses listrik perlu diarahkan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan energi secara produktif (productive use of energy).

Dengan adanya listrik yang memadai, masyarakat di daerah terpencil diharapkan dapat mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi, mulai dari usaha produktif, pengolahan hasil pertanian, hingga kegiatan usaha lainnya yang membutuhkan pasokan listrik.

Baca Juga:



PLTS Berpotensi Dukung Elektrifikasi Wilayah 3T

IESR juga menilai energi surya dapat menjadi salah satu solusi untuk mempercepat elektrifikasi di pulau-pulau kecil serta wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Melalui pendekatan Solar Archipelago, yang merupakan bagian dari peta jalan PLTS 100 GW, IESR mendorong pemanfaatan energi surya berbasis komunitas secara lebih luas. Pendekatan tersebut menempatkan elektrifikasi pulau dan wilayah 3T sebagai bagian dari pengembangan PLTS skala komunitas.

Pemanfaatan PLTS juga dapat menjadi alternatif bagi daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap jaringan listrik utama. Dengan memanfaatkan potensi energi surya setempat, kebutuhan listrik masyarakat dapat dipenuhi melalui sistem pembangkit yang lebih sesuai dengan karakteristik wilayah.

Pada akhirnya, program Listrik Desa 2026 tidak hanya menjadi upaya pemerintah untuk memperluas akses listrik, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di daerah. Integrasi antara elektrifikasi desa dan pengembangan PLTS berpotensi memperluas akses energi sekaligus mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkeadilan.

#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan

Sumber:

[1] https://www.cnbcindonesia.com/news/20260803142400-4-756094/siap-siap-prabowo-bakal-resmikan-proyek-listrik-desa-bulan-ini

[2] https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/anggaran-2026-prioritaskan-pembangunan-listrik-desa-dan-jaringan-gas-masyarakat

Bot
ZEBot Asisten Digital ZonaEBT
Hai Kak!
Aku ZEBot, asisten digital ZonaEBT. Ada yang bisa kubantu hari ini?