Harga Biodiesel dan Bioetanol Februari 2026 Ditetapkan, Ini Rinciannya

Harga biodiesel dan bioetanol Februari 2026, foto: ESDM
  1. HIP biodiesel Februari 2026 naik menjadi Rp13.856 per liter seiring kenaikan harga CPO dan pengaruh nilai tukar rupiah.
  2. HIP bioetanol Februari 2026 ditetapkan Rp8.019 per liter, relatif stabil karena berbasis harga tetes tebu.
  3. Penetapan HIP BBN menjadi acuan kebijakan pencampuran biodiesel dan bioetanol dalam bahan bakar di Indonesia.

Sobat EBT Heroes! Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN) untuk periode Februari 2026. Penetapan ini mencakup dua jenis BBN yang saat ini digunakan di Indonesia, yaitu biodiesel dan bioetanol. HIP menjadi acuan penting dalam pelaksanaan kebijakan pencampuran bahan bakar nabati ke dalam bahan bakar minyak (BBM).

Pada Februari 2026, harga biodiesel tercatat mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya, sementara harga bioetanol berada pada level yang lebih rendah. Berikut penjelasan lengkapnya, termasuk cara perhitungannya.

Mengenal Biodiesel dan Bioetanol

Biodiesel merupakan bahan bakar nabati yang diproduksi dari minyak nabati, terutama crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit. Di Indonesia, biodiesel digunakan sebagai campuran minyak solar untuk kebutuhan transportasi dan sektor lainnya. Penggunaan biodiesel bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada BBM impor sekaligus memanfaatkan sumber daya domestik.

Sementara itu, bioetanol adalah bahan bakar nabati berbasis etanol yang dihasilkan dari fermentasi bahan bergula, salah satunya tetes tebu (molases). Bioetanol umumnya dicampurkan ke bensin dan digunakan sebagai bahan bakar alternatif pada kendaraan bermotor tertentu.

Baca Juga:



HIP Biodiesel Februari 2026

Harga biodiesel Februari 2026 ditetapkan Rp13.856 per liter, foto: Bisnis.com

Untuk Februari 2026, HIP biodiesel ditetapkan sebesar:

  • Rp13.856 per liter ditambah ongkos angkut, naik dari Rp13.631 per liter pada Januari 2026
  • HIP biodiesel tersebut dihitung menggunakan formula:
  • HIP = (Harga CPO KPB rata-rata + US$85 per ton) × 870 kg/m³ + ongkos angkut

Harga CPO KPB rata-rata yang digunakan adalah periode 25 Desember 2025 hingga 24 Januari 2026, dengan nilai sebesar Rp14.496 per kilogram. Sementara itu, nilai US$85 per metrik ton merupakan besaran konversi bahan baku CPO menjadi biodiesel. Faktor 870 kg/m³ digunakan sebagai konversi satuan dari kilogram ke liter.

Adapun besaran ongkos angkut mengacu pada ketentuan Keputusan Menteri ESDM Nomor 290.K/EK.05/MEM.E/2025. Untuk konversi nilai tukar, digunakan rata-rata kurs tengah Bank Indonesia periode 25 Desember 2025 hingga 24 Januari 2026 sebesar Rp17.832 per dolar AS.

HIP Bioetanol Februari 2026

Harga bioetanol Februari 2026 ditetapkan Rp8.019 per liter, foto: Merdeka.com

Selain biodiesel, pemerintah juga menetapkan HIP bioetanol Februari 2026 sebesar:

  • Rp8.019 per liter, turun dari Rp8.428 per liter pada Januari 2026
  • HIP bioetanol dihitung berdasarkan formula:
  • HIP = (Harga tetes tebu KPB rata-rata periode 3 bulan × 4,125 kg per liter) + US$0,25 per liter

Harga tetes tebu KPB rata-rata yang digunakan adalah periode 15 Agustus 2025 hingga 14 Januari 2026, yakni sebesar Rp928 per kilogram. Faktor 4,125 kg per liter merupakan konversi satuan dari kilogram ke liter, sedangkan US$0,25 per liter merupakan nilai konversi bahan baku menjadi bioetanol.

Konversi nilai kurs menggunakan rata-rata kurs tengah Bank Indonesia periode 15 Desember 2025 hingga 14 Januari 2026, sebesar Rp16.759 per dolar AS. KPB sendiri merupakan singkatan dari Kharisma Pemasangan Bersama.

Dinamika Harga Biodiesel dan Bioetanol Februari 2026

Penetapan HIP biodiesel dan bioetanol untuk Februari 2026 menunjukkan adanya perbedaan dinamika harga antara kedua jenis bahan bakar nabati tersebut. Kenaikan HIP biodiesel dipengaruhi oleh pergerakan harga CPO dan nilai tukar, sementara harga bioetanol relatif lebih stabil seiring harga tetes tebu yang digunakan dalam perhitungannya.

Dengan adanya penetapan HIP ini, pelaksanaan kebijakan BBN diharapkan tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

#ZONAEBT #EnergiTerbarukan #Biodiesel #Bioetanol #Biomassa

Sumber:

[1] Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati Februari 2026