10 Brand Fashion Indonesia yang Mengusung Konsep Sustainable Fashion

Ilustrasi Fashion. Photo: Unsplash
  • Fast Fashion yang sedang marak sangat berpotensi mencemari lingkungan.
  • Jika fast fashion masih sering dilakukan diperkirakan emisi karbon akibat industri pakaian meningkat menjadi 50% pada tahun 2030.
  • Perlu adanya kesadaran baik dari produsen fashion maupun masyarakat untuk beralih ke sustainable fashion yang lebih ramah lingkungan.

Perkembangan zaman yang semakin modern membuat produsen fashion semakin berlomba-lomba memproduksi pakaian, sehingga menciptakan fast fashion dengan jumlah yang cepat dan banyak tapi menekan biaya produksi. Dengan menekan biaya produksi maka bahan yang digunakan tidak berkualitas sehingga tidak ramah lingkungan.

Apa itu Sustainable Fashion ?

Ilustrasi Sustainable Fashion. Photo: Unsplash

Sustainable Fashion” itu merupakan suatu konsep produksi garmen yang menyajikan pakaian atau aksesoris yang ramah di kulit, serta memiliki etika membagi keuntungan dengan adil kepada para pembuatnya, buruh pabrik produsen hingga distribusinya, dan yang paling penting adalah sangat ramah lingkungan.

Hadirnya Sustainable Fashion untuk berkontribusi dalam pencegahan kerusakan lingkungan akibat fast fashion dan sampah tekstil sulit terurai. Sustainable Fashion ini tidak bisa jika hanya dijalankan oleh produsen-produsen fashion saja, perlu adanya kontribusi oleh masyarakat juga

Tips Menjalani Sustainable Fashion

Ilustrasi Tips. Photo: Keyword Google

1. Think Before You Buy

Sebelum membeli pakaian baru, kamu bisa mengecek dahulu pakaianmu, mungkin saja sudah ada pakaian yang mirip. Sehingga kamu tidak perlu membeli yang baru.

2. Beli pakaian secondhand atau preloved

Selain mengurangi sampah pakaian dan lebih ramah lingkungan, kamu juga bisa mendapatkan harga yang miring membuat kamu lebih hemat.

Baca Juga:



3. Rawat barang-barang dengan baik

Merawat pakaian dengan baik sangat membantu membuat pemakaian jauh lebih lama. Gunakan dengan baik bila ada yang rusak bisa diperbaiki dulu.

4. Beralih ke Eco Brand

Jika memang sangat memerlukan pakaian baru. Kamu bisa membeli brand lokal yang sudah menerapkan sustainable fashion yang mementingkan lingkungan dan sosial.

Brand Fashion Indonesia yang Mengusung Konsep Sustainable Fashion

Ilustrasi Brand. Photo: Unsplash

1. Sare Studio

Brand bentukan Cempaka Asriani dan Putri Amandewi ini merupakan brand pajamas yang mendukung sustainable fashion. Pajamas dari brand ini terbuat dari Serat LENZING™ ECOVERO™ yang berasal dari kayu yang tersertifikasi dan sustainable. Sare juga telah memperoleh sertifikasi EU Ecolabel sebagai brand yang memenuhi standar lingkungan di siklus hidupnya melalui pengambilan material mentah mulai dari produksi, distribusi, sampai ke proses pembuangannya.

2. Osem

Osem merupakan brand fashion lokal yang mengusung konsep less or zero waste dengan mencegah sisa kain hasil produksi terbuang sia-sia. Osem memanfaatkan sisa kain produksi yang ada melalui kegiatan upcycling atau mengolah kembali sisa kain menjadi produk baru juga memberikannya kepada label lain yang membutuhkan

Osem juga memanfaatkan pewarna alami dalam pakaian tie-dye mereka yaitu tumbuhan Indigofera Tinctoria untuk menghasilkan warna biru yang natural.

3. Sukkha Citta

Denica Riadini-Flesch menciptakan Sukkha Citta pada tahun 2016, brand ini sangat unik karena menggunakan pewarnaan dari buah-buahan serta mulai menanam sendiri kapas untuk material pakaian.Tidak hanya itu, Sukkha Citta memberdayakan pengrajin daerah khususnya perempuan dan menekan pembuangan sisa kain tekstil dengan mengolah kembali kain sisa menjadi packaging pakaian sehingga dapat mendukung konsep zero waste.

4. Pijak Bumi

Berbeda dengan brand sebelumnya, Pijak Bumi ini merupakan brand footwear. Brand yang berasal dari Bandung ini menggunakan bahan-bahan recyle dari ban bekas, kulit kelapa, dan katun yang membuat brand ini menjadi ramah lingkungan. Selain mendukung Sustainable Fashion, Pijak Bumi juga mendapatkan penghargaan Emerging Designer The MICAM Milano 2020 yang berhasil diraih Rowland Asfales, founder Pijak Bumi

5. Setali Indonesia

Brand ini didirikan oleh Andien Aisyah beserta rekannya Intan Anggita Pratiwie. Mereka membangun Setali Indonesia menjadi brand fashion yang turut menerapkan prinsip sustainable di dalam produknya. Melalui konsep “Reuse, Repair, Recycle”, Setali berupaya mengurangi sampah sisa produksi dengan cara mendaur ulang sisa kain untuk dimanfaatkan pada produk lain guna memperpanjang masa pakai dan menciptakan nilai tambah.

Baca Juga:



6. Imaji Studio

Imaji Studio memanfaatkan kain tenun yang mengandung serat alami sebagai material pakaian mereka. Pewarnaannya pun berasal dari bahan alami yaitu tumbuhan sehingga aman dan sustainable.Untuk mendukung zero waste, mereka berusaha mengurangi sampah tekstil melalui kegiatan upcycling. Sisa kain produksi yang dihasilkan diolah kembali dan di-upgrade menjadi aksesoris yang elegan serta berkualitas.

7. Rentique

Berbeda dengan brand-brand lainnya. Rentique menyediakan fashion rental dan resale yang dapat menekan timbulan sampah tekstil yang semakin menggunung untuk mewujudkan slow fashion.

Rentique mendukung gaya hidup sustainable & live with less dengan menyediakan layanan sewa pakaian. Tujuannya adalah masyarakat dapat lebih memperhatikan lingkungan sekaligus menghemat budget shopping.

8. Seratus Kapas

Seratus Kapas juga merupakan salah satu brand lokal yang mengusung konsep sustainable fashion. Brand ini didirikan pada tahun 2015 oleh Yadnya Seni. Pakaian dalam brand Seratus Kapas ini terbuat dari Linen dan Katun yang merupakan kain alami.

9. Kana Goods

Didirikan oleh Sancaya Rini pada tahun 2013 dengan mengusung konsep mengombinasikan elemen tradisional dan modern. Kana Goods menggunakan pewarna alami dari tumbuhan dan daun yang menciptakan cita rasa daerah Indonesia. Menggunakan bahan alami karena mengurangi bahaya lingkungan yang dihasilkan oleh tekstil.

Selain itu, Kana Goods juga mendapatkan penghargaan “Merit Prize in Textiles Category” di INACRAFT AWARD 2017, pameran kerajinan tangan tahunan yang diselenggarakan Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI).

10. Hlaii

Berdiri tahun 2016 yang didirkan oleh salah satu arsitektur di Indonesia, Ayudya Paramitha atau yang biasa dikenal dengan Mitha. Selain menjadi arsitektur, mitha juga mendirikan studio fashion yang mendukung zero waste. Hlaii memiliki tujuan untuk merancang pakaian yang meminimalisir pembuangan kain dengan menggunakan teknik draping, crumpling, dan folding. Sehingga tidak banyak kain yang terbuang sia-sia.

Masih banyak brand fashion lainnya yang mendukung sustainable fashion untuk mengurangi sampah fashion di Indonesia. Untuk mengurangi sampah fashion Indonesia tentu tidak bisa dilakukan hanya dengan produsen-produsen fashion saja, tetapi juga butuh dukungan dan partisipasi dari masyarakat.

Yuk mari bersama-sama beralih ke sustainable fashion. Setiap langkah kecil sangat berarti, karena jika dilakukan bersama-sama maka akan membawa gelombang perubahan yang besar.

Makin tahu Indonesia kaya akan sumber energi terbarukan dan lingkungan bersama zonaebt.com

Referensi:

[1] Fast Fashion Waste, Limbah yang Terlupakan

[2] 10 Stunning Fast Fashion Waste Statistics

[3] Eco-Friendly Fashion Label in Jakarta

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.