Sebaran 4 Lokasi PLTSa di Wilayah Jakarta

Tumpukan sampah di TPA PLTSa, foto: Citarum Harum
  1. Empat lokasi PLTSa strategis di Jakarta: Tersebar di Sunter, Rorotan, Cakung, dan Pesanggrahan untuk mendukung pengolahan sampah perkotaan sekaligus penyediaan energi listrik.
  2. Setiap PLTSa memiliki kapasitas dan kebutuhan sampah berbeda: Total ribuan ton sampah per hari yang diolah menjadi listrik melalui teknologi pembakaran langsung.
  3. PLTSa menjadi solusi ganda Jakarta: Tidak hanya mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, tetapi juga memperkuat bauran energi terbarukan di ibu kota.

Sobat EBT Heroes! Upaya Jakarta dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus memenuhi kebutuhan energi terus menunjukkan arah yang semakin serius. Salah satu langkah strategis yang tengah dipersiapkan adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Proyek ini dirancang tidak hanya untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga mengonversi sampah kota menjadi sumber energi listrik yang bernilai.

Berdasarkan data PLN dan pengembangan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terdapat empat lokasi utama PLTSa yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta, yaitu PLTSa Sunter, Rorotan, Cakung, dan Pesanggrahan. Keempat proyek ini memiliki karakteristik lokasi, kapasitas, serta kebutuhan sampah yang berbeda, namun secara umum mengusung teknologi yang sama, yakni direct combustion. Berikut penjelasan lengkapnya.

Peran Strategis PLTSa dalam Sistem Energi dan Pengelolaan Sampah Jakarta

Jakarta sebagai megapolitan menghasilkan ribuan ton sampah setiap hari. Jika tidak dikelola secara inovatif, sampah berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan dan kesehatan. Di sisi lain, kebutuhan energi listrik terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan populasi. PLTSa hadir sebagai solusi dua arah yang menjawab tantangan tersebut.

Teknologi direct combustion yang digunakan pada seluruh PLTSa di Jakarta bekerja dengan cara membakar sampah secara terkontrol untuk menghasilkan panas. Panas ini kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan uap yang menggerakkan turbin pembangkit listrik. Dengan sistem ini, volume sampah dapat berkurang signifikan sekaligus menghasilkan listrik yang dapat disalurkan ke jaringan PLN. Melalui skema ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai sumber daya.

Baca Juga:



Empat Lokasi PLTSa Utama di Jakarta dan Karakteristiknya

Peta PLTSa di Jakarta, @zonaebt

1. PLTSa Sunter

PLTSa Sunter menjadi salah satu proyek paling awal dan strategis dalam pengembangan PLTSa di Jakarta. Berlokasi di Sunter, Jakarta Utara, fasilitas ini dikembangkan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang merupakan BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. PLTSa Sunter dirancang memiliki kapasitas pembangkitan sebesar 35 MW, dengan kebutuhan pasokan sampah mencapai 2.000 ton per hari. Angka ini menunjukkan peran penting PLTSa Sunter dalam mengurangi timbunan sampah harian Jakarta Utara dan sekitarnya, sekaligus menyumbang listrik dalam jumlah cukup signifikan bagi sistem kelistrikan daerah.

2. PLTSa Rorotan

Masih di wilayah Jakarta Utara, terdapat PLTSa Rorotan yang menjadi bagian dari pengembangan wilayah layanan timur. Lokasi ini dikembangkan oleh PT Sarana Jaya dan memiliki kapasitas pembangkitan sekitar 34 MW. Untuk dapat beroperasi optimal, PLTSa Rorotan membutuhkan pasokan sampah sekitar 1.700 ton per hari. Meskipun kapasitasnya sedikit lebih kecil dibandingkan PLTSa Sunter, proyek ini tetap memegang peran penting dalam mendistribusikan beban pengolahan sampah agar tidak terpusat pada satu lokasi saja.

3. PLTSa Cakung

Bergeser ke Jakarta Timur, terdapat PLTSa Cakung yang menjadi salah satu proyek dengan kapasitas terbesar di antara empat lokasi tersebut. PLTSa ini juga dikembangkan oleh PT Jakpro (BUMD DKI Jakarta) dan dirancang memiliki kapasitas hingga 50 MW. Untuk mendukung kapasitas tersebut, kebutuhan sampah yang harus dipasok mencapai 2.000 ton per hari. Dengan skala ini, PLTSa Cakung diharapkan menjadi tulang punggung pengolahan sampah sekaligus penyedia energi listrik dari sampah di wilayah timur Jakarta.

4. PLTSa Pesanggrahan

Sementara itu, PLTSa Pesanggrahan berlokasi di Jakarta Selatan dan dikembangkan oleh PT Sarana Jaya. Dibandingkan lokasi lainnya, PLTSa Pesanggrahan memiliki kapasitas yang relatif lebih kecil, yakni sekitar 29,7 MW, dengan kebutuhan pasokan sampah sekitar 1.500 ton per hari. Meski demikian, keberadaan PLTSa ini tetap krusial karena memperluas sebaran fasilitas pengolahan sampah berbasis energi ke wilayah selatan Jakarta, sehingga distribusi sampah dan manfaat listrik menjadi lebih merata.

Secara keseluruhan, keempat PLTSa di Jakarta menggunakan teknologi direct combustion sebagai pendekatan utama. Keseragaman teknologi ini memudahkan standardisasi operasional, pengawasan lingkungan, serta integrasi dengan sistem kelistrikan nasional. Jika seluruh proyek dapat berjalan sesuai rencana, Jakarta tidak hanya akan mengurangi ketergantungan pada TPA konvensional, tetapi juga memperkuat bauran energi melalui pemanfaatan energi terbarukan berbasis sampah.

Melalui pengembangan PLTSa Sunter, Rorotan, Cakung, dan Pesanggrahan, Jakarta sedang menapaki jalan menuju kota yang lebih berkelanjutan. Sampah yang selama ini menjadi persoalan besar, perlahan diubah menjadi peluang untuk menghasilkan energi dan mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan efisien.

#zonaebt #sebarterbarukan #PLTSa #Jakarta