Brazil Percepat Energi Terbarukan Secara Global Pada 2030

Ilustrasi negara Brazil dan sumber energi terbarukan, Brazil Percepat Energi Terbarukan Secara Global Pada 2030, zonaebt.com

Ilustrasi negara Brazil dan sumber energi terbarukan. Sumber: www.airswift.com

  • Brazil telah melakukan perjanjian untuk melipat gandakan energi terbarukan, demi segera beralih dari penggunaan batu bara pada 2030 mendatang.
  • Lebih dari 80% listrik di negara terbesar di Amerika Selatan tersebut berasal dari sumber energi terbarukan.
  • Brazil menjadi salah satu negara yang menggencarkan transisi energi ke energi terbarukan, salah satunya dengan memanfaatkan energi surya.

Negara Brazil telah melakukan perjanjian untuk melipat gandakan energi terbarukan secara global. Hal tersebut dilakukan Brazil demi segera beralih dari penggunaan batu bara pada 2030 mendatang. Kementerian Luar Negeri Brazil menyampaikan bahwa Brazil telah menandatangani kesepakatan tersebut dengan didukung oleh Uni Eropa, Amerika Serikat (AS), dan Uni Emirat Arab (UEA).

Brazil telah menjadi pemain utama dalam sektor energi terbarukan di benua Amerika. Lebih dari 80% listrik di negara terbesar di Amerika Selatan tersebut berasal dari sumber energi terbarukan. Beberapa sumber energi terbarukan yang sedang berkembang pesat di Brazil yaitu tenaga air, matahari, dan angin.

Brazil sendiri menjadi salah satu negara yang menggencarkan transisi energi ke energi baru terbarukan (EBT). Adapun salah satu langkah yang dilakukan oleh Brazil yaitu dengan memanfaatkan energi surya. Oleh karena itu, dilansir dari kantor berita Brazil, Agencia Brazil, energi surya telah berkembang di Brazil dan menempati urutan ketiga dalam pembangkit listrik.

Brazil dan Perjanjian EBT

Kedutaan Besar Brazil di Abu Dhabi, mengatakan pernyataan dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab. Pernyataan tersebut mengatakan bahwa Brazil akan bergabung dengan kesepakatan yang berjudul “Janji Target Energi Terbarukan dan Efisiensi Energi Global.” Juru bicara Kementerian Luar Negeri Brazil juga mengonfirmasi, bahwa Brazil telah memutuskan untuk bergabung dengan pakta kesepakatan tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Brazil mengakatan, “Meskipun Brazil mendukung peningkatan energi terbarukan hingga tiga kali lipat secara global, namun secara matematis hal ini tidak mungkin dilakukan di dalam negeri”. Tambahnya, “Brazil tidak akan mampu melipat gandakan energi terbarukannya sendiri karena sudah sangat tinggi, namun Brazil sekali lagi memperkuat dukungannya untuk energi terbarukan”. Meskipun begitu, Brazil akan tetap dan terus optimis dengan percepatan energi terbarukan di negaranya.

Selain itu, dari rancangan janji energi terbarukan, Brazil berkomitmen untuk mengurangi penggunaan energi batu bara yang tidak berkelanjutan. Hal itu termasuk dengan mengakhiri pembiayaan untuk pembangkit listrik tenaga batu bara baru. Batu bara hanya menyumbang lebih dari 1 persen dari listrik Brazil, menurut data statistik. Rancangan janji tersebut juga mencakup janji untuk melipat gandakan tingkat efisiensi energi tahunan global menjadi 4 persen per tahun hingga tahun 2030.

Baca Juga



Penggunaan EBT Untuk Dorong Transisi Energi di Brazil

Sistem PV (photovoltaic) perumahan dipasang di Brazil oleh grup energi Perancis, Engie, Brazil Percepat Energi Terbarukan Secara Global Pada 2030, zonaebt.com

Sistem PV (photovoltaic) perumahan dipasang di Brazil oleh grup energi Perancis, Engie. Sumber: www.pv-magazine.com

Energi terbarukan yang bersumber dari tenaga surya sangat berkembang di Brazil. Asosiasi Tenaga Surya Fotovoltaik Brazil atau Brazilian Solar Photovoltaic Energy Association (ABSOLAR), mengungkapkan bahwa terdapat peningkatan penggunaan energi surya di negara terbesar di Amerika Selatan itu. ABSOLAR juga mengungkapkan, adanya penghematan energi di Brazil saat menggunakan energi surya yang bersumber dari matahari tersebut. Penghematan energi tersebut dilansir mencapai 90 persen.

Brazil memiliki kapasitas listrik dari energi surya, yang mencapai lebih dari 19 gigawatt dari potensi sumber surya fotovoltaik. Sebanyak 13 gigawatt dari jumlah tersebut berasal dari pembangkit listrik yang terpasang di atap, fasad, dan sebidang tanah kecil. Konfederasi Industri Nasional (CNI), mencatat jumlah tersebut sebagai sejarah pada sektor energi di Brazil. CNI juga memprediksi bahwa kapasitas energi surya yang terpasang di Brazil akan berlipat ganda pada awal tahun 2024.

Presiden ABSOLAR, Rodrigo Sauaia, mengatakan bahwa perlunya penyesuaian kembali tagihan listrik dan pengurangan biaya pemasangan panel fotovoltaik di Brazil. Penyesuaian tersebut dilakukan karena energi surya dianggap sebagai sumber energi bersih, yang tidak menghasilkan limbah atau polusi. Menurut ABSOLAR, energi surya mampu menekan emisi hampir 28 juta ton karbon dioksida (CO2) dalam pembangkit listrik.

Baca Juga



Partisipasi Brazil dalam OPEC+

Presiden Brazil, Luiz Inacio Lula da Silva, pada COP28UAE, Brazil Percepat Energi Terbarukan Secara Global Pada 2030, zonaebt.com

Presiden Brazil, Luiz Inacio Lula da Silva, pada COP28UAE. Sumber: www.tellerreport.com

Tujuan Brazil ikut berpartisipasi dalam Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC), salah satunya adalah untuk meyakinkan negara lain supaya beralih dari penggunaan bahan bakar fosil dan menggencarkan penggunaan energi terbarukan. Presiden Brazil, Luiz Inacio Lula da Silva, mengatakan pada Sabtu (2/12/2023) di COP 28 (konferensi perubahan iklim PBB di Dubai), bahwa partisipasi Brazil dalam kelompok negara-negara produsen minyak OPEC+ adalah untuk meyakinkan negara-negara (23 negara produsen minyak) tersebut supaya beralih dari penggunaan bahan bakar fosil.

Menteri Energi dan Pertambangan Brazil, Alexandre Silveira, juga mengatakan bahwa “Kami akan memimpin negara-negara produsen minyak untuk mempercepat transisi energi. Di bawah kepemimpinan Presiden Lula, kami ingin menggunakan pendapatan minyak untuk mendanai energi bersih dan terbarukan”. Jadi meskipun Brazil masih memproduksi minyak, namun negara tersebut tetap menggencarkan penggunaan energi terbarukan secara global.

Brazil sendiri merupakan negara produsen minyak terbesar di Amerika Selatan, dengan produksi minyak dan gas sebesar 4,6 juta barel per hari (bph), di mana 3,7 juta bph di antaranya adalah minyak mentah. Partisipasi Brazil dalam OPEC+ akan kontroversial, karena negara tersebut dapat menentukan pemangkasan produksi minyak. Serta mengingat bahwa Brazil adalah ekonomi pasar, dengan beberapa perusahaan seperti perusahaan minyak milik negara yaitu Petrobras yang terdaftar di bursa saham. Namun, Brazil diperkirakan tidak akan membatasi produksi minyak sebagai bagian dari OPEC+, dan akan terus berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan EBT.

#ZonaEBT #SebarTerbarukan #EBTHeroes

Editor: Bellinda Putri Hidayat

Referensi:

[1] Brazil Teken Kesepakatan Iklim Global untuk Melipatgandakan Energi Terbarukan

[2] Kebut Energi Terbarukan, Brasil Teken Perjanjian Iklim Global

[3] Dorong Transisi Energi, Brazil Terus Tingkatkan Penggunaan Tenaga Surya

[4] Presiden Lula: Partisipasi Brazil di OPEC+ untuk Hentikan Penggunaan Bahan Bakar Fosil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 Comment

  1. you are in reality a just right webmaster The site loading velocity is incredible It seems that you are doing any unique trick In addition The contents are masterwork you have performed a wonderful task on this topic