
- Realisasi kapasitas EBT Indonesia 2025 mencapai 15.630 MW, naik 1,3 GW dari tahun sebelumnya meski belum menyentuh target 15.865 MW.
- Tenaga air masih mendominasi kapasitas EBT nasional dengan 7.587 MW, disusul bioenergi dan panas bumi.
- Target kapasitas EBT 2026 ditetapkan 16.300 MW sebagai bagian dari percepatan transisi energi menuju sistem energi bersih dan berkelanjutan.
Sobat EBT Heroes! Perkembangan energi baru terbarukan (EBT) Indonesia terus menunjukkan tren positif. Hingga Desember 2025, total kapasitas terpasang pembangkit EBT nasional mencapai 15.630 megawatt (MW).
Angka ini memang belum sepenuhnya menyentuh target 2025 yang dipatok sebesar 15.865 MW, namun tetap mencatat kenaikan signifikan sekitar 1,3 gigawatt (GW) dibanding tahun sebelumnya. Untuk 2026, pemerintah menargetkan kapasitas EBT meningkat menjadi 16.300 MW.
Capaian ini menunjukkan bahwa transisi energi Indonesia terus bergerak, meski masih perlu percepatan agar target jangka menengah dan panjang bisa tercapai.
Komposisi Kapasitas EBT Indonesia 2025

Jika dilihat berdasarkan jenis pembangkit, energi air masih menjadi kontributor terbesar dalam bauran kapasitas EBT nasional.
Berikut rincian realisasi kapasitas EBT Indonesia hingga akhir 2025:
- Tenaga Air (PLTA/PLTMH): 7.587 MW
- Panas Bumi (Geothermal): 2.744 MW
- Bioenergi: 3.185 MW
- Tenaga Surya (PLTS): 1.494 MW
- Tenaga Bayu (Angin): 152 MW
- EBT lainnya: 18 MW
- Gasifikasi Batubara: 450 MW
Dari data tersebut, terlihat bahwa pembangkit listrik tenaga air masih mendominasi, diikuti bioenergi dan panas bumi. Sementara itu, tenaga surya terus tumbuh dan menjadi salah satu sektor dengan potensi percepatan paling besar di masa depan.
Baca Juga:
- 7 Arah Utama Kebijakan Energi Nasional PP 40 Tahun 2025
- PLTA: Energi Terbarukan yang Ramah Lingkungan
Peran Setiap Sumber EBT Menuju Energi Bersih
Setiap jenis energi baru terbarukan memiliki karakteristik dan perannya masing-masing dalam mendukung sistem energi nasional.
Tenaga air berperan sebagai tulang punggung pembangkit EBT karena kapasitasnya besar dan relatif stabil. Panas bumi menjadi andalan Indonesia karena sumber dayanya melimpah dan mampu menyediakan listrik baseload yang andal.
Bioenergi mendukung pemanfaatan limbah dan sumber daya hayati, sekaligus berkontribusi pada ekonomi sirkular. Sementara tenaga surya dan bayu menjadi simbol percepatan transisi energi karena teknologinya semakin murah dan fleksibel untuk dikembangkan di berbagai daerah.
Gasifikasi batubara, meskipun bukan EBT murni, tetap masuk dalam strategi transisi energi karena bertujuan meningkatkan nilai tambah dan efisiensi pemanfaatan sumber daya domestik.
Tantangan dan Target 2026
Meskipun capaian 15.630 MW menunjukkan pertumbuhan positif, selisih dengan target 2025 menjadi catatan penting. Percepatan pembangunan proyek pembangkit, kepastian regulasi, serta dukungan investasi menjadi faktor kunci untuk mencapai target 16.300 MW pada 2026.
Ke depan, peningkatan kapasitas EBT tidak hanya soal angka, tetapi juga bagian dari komitmen Indonesia menuju sistem energi yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan.
Sobat EBT Heroes, setiap tambahan megawatt dari energi terbarukan adalah langkah nyata menuju masa depan rendah emisi. Dan perjalanan transisi energi Indonesia masih terus berlanjut.
#EnergiTerbarukan #EBTHeroes #ZONAEBT #EBT
Sumber:
[1] Kapasitas Terpasang EBT Capai 15.630 MW, EBT Terus Bertumbuh