Popularitas Panel Surya Terapung Kian Melesat di AS

Ilustrasi: Far Niente Vineyard di Lembah Napa, California. Sumber: ysgsolar.com
  • Setelah populer di Asia dan Eropa, kini panel surya terapung juga populer di Amerika Serikat
  • Berbagai proyek panel surya terapung di Amerika Serikat
  • Keuntungan penerapan panel surya untuk Amerika Serikat 

Panel surya terapung atau biasa disebut dengan Floating Photovoltaic (FPV) menjadi inovasi teranyar dalam sektor energi baru terbarukan (EBT). Sering dikenal dengan ‘floatovoltaics’, inovasi ini menjadi favorit karena penerapannya yang sama dengan panel surya pada umumnya dan dapat memanfaatkan badan air, seperti waduk, danau, dan laut.

Perkembangan awal FPV berjalan baik di Asia, karena sangat ekonomis diterapkan pada lahan terbuka yang bernilai tinggi untuk pertanian. Beberapa proyek di Asia, mulai dari Dezhou Dingzhuang Floating Solar Farm di China, Khandwa Floating Solar Panel Power Plant di India, sampai PLTS Terapung Cirata di Indonesia menggunakan ribuan panel untuk membangkitkan listrik hingga ratusan megawatt. Perkembangan awal FPV berjalan baik di Asia karena sangat ekonomis diterapkan pada lahan terbuka yang bernilai tinggi untuk pertanian.

Setelah berkembang pesat di sebagian besar Asia dan Eropa, kini popularitas panel surya terapung juga melesat di Amerika Serikat.

Menurut Sika Gadzanku, peneliti di Laboratorium Energi Terbarukan Nasional di Colorado, proyek-proyek FPV bahkan semakin menarik sewaktu panel itu dapat dibangun di kawasan perairan yang berdekatan dengan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan jalur transmisi yang sudah tersedia.

“Di negara-negara yang banyak bergantung pada PLTA, ada kekhawatiran mengenai bagaimana kerjanya selama musim kemarau, misalnya. Dengan perubahan iklim, kami juga perkirakan akan semakin banyak kejadian cuaca yang lebih ekstrem. Karena itu, ketika kami berpikir mengenai kekeringan, ada peluang untuk menempatkan FPV sebagai opsi energi terbarukan lainnya. Alih-alih banyak bergantung pada PLTA, kini kita dapat menggunakan FPV dan mengurangi ketergantungan pada PLTA selama musim yang sangat kering, dengan menggunakan panel surya terapung.”

Baca juga



Ladang panel surya terapung pertama dibangun dengan kapasitas 175 kilowatt di kilang anggur Far Niente di Lembah Napa, California pada tahun 2008.

Proyek selanjutnya dimulai pada Mei 2019 dan kini telah terdapat hampir lima ribu panel surya di salah satu kolam air limbah Windsor, California. Deborah Fudge, anggota dewan kota Windsor, mengatakan bahwa proyek ini berkapasitas 1,78 megawatt dan menyediakan 90 persen daya yang diperlukan untuk semua operasi pengolahan air limbah di sana. Dengan kolaborasi yang apik, Windsor hanya membayar sekitar 30 persen biaya untuk daya yang sama dengan diperoleh sebelumnya.

“Ini bukannya seperti kami berinvestasi untuk sesuatu yang tidak ada imbalannya. Kami bahkan mendapatkan imbalannya sewaktu kami berbicara sekarang, Dan kami akan mendapatkan imbalannya selama 25 tahun,” kata wali kota Windsor, Sam Salmon.

Baca juga



Ladang FPV terbesar di Amerika Serikat berada pada dua kolam pabrik pengolahan limbah di Healdsburg, California. Instalasi yang terdiri dari 11.600 panel surya ini memiliki kapasitas 4,8 megawatt dan cukup untuk menyediakan 8% dari kebutuhan listrik tahunan di Healdsburg. Saat ini, 48% kebutuhan listrik disana berasal dari sumber terbarukan dan menjadikan Healdsburg lebih dekat untuk mencapai target 60% energi yang dihasilkan dari energi terbarukan pada tahun 2025.

Penerapan sistem panel surya terapung, selain dapat menjadi alternatif penyediaan energi listrik di tengah keterbatasan lahan, juga memiliki manfaat lainnya, yakni mengurangi paparan cahaya, menurunkan suhu air, dam meminimalkan pertumbuhan ganggang yang berbahaya.

Dalam sebuah kajian pemerintah AS, ada hampir 25 ribu waduk buatan di seluruh Amerika yang cocok untuk menempatkan FPV. Panel-panel yang dipasang di seperempat area masing-masing waduk itu dapat membangkitkan hampir 10 persen energi yang dibutuhkan Amerika. 

Referensi:

[1] Panel Surya Terapung Mulai Populer di AS

[2] Tenaga Surya Terapung: Bisakah Solar Farm Berjaya di Atas Air?

[3] 3 Largest Floating Solar Farms in the United States in 2022 | YSG Solar

[4] 5 Largest Floating Solar Farms in the World in 2022 | YSG Solar

[5] Madhya Pradesh: World’s largest floating solar power plant to be built on Narmada’s Omkareshwar Dam

[6] PLTS Terapung Cirata, Calon Pembangkit EBT Terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara

zonaebt.com

Renewable Content Provider

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.