
- PLN memiliki 10 pembangkit energi terbarukan penyedia REC yang berasal dari sumber energi air dan panas bumi.
- PLTA Cirata menjadi pembangkit REC berkapasitas terbesar dengan kapasitas 1.008 MW, disusul PLTA Saguling 700 MW.
- REC memungkinkan perusahaan mengklaim penggunaan energi terbarukan tanpa harus membangun pembangkit EBT sendiri.
Sobat EBT Heroes! Semakin banyak perusahaan yang memiliki target penggunaan energi bersih dan pengurangan emisi karbon. Namun, tidak semua perusahaan memiliki kemampuan atau ruang untuk membangun pembangkit energi terbarukan sendiri. Di sinilah peran Renewable Energy Certificate (REC) menjadi penting.
REC merupakan sertifikat yang membuktikan bahwa listrik yang digunakan berasal dari sumber energi terbarukan. Dengan membeli REC, perusahaan dapat mengklaim penggunaan listrik hijau tanpa harus membangun pembangkit energi baru terbarukan (EBT) secara mandiri. Setiap 1 REC mewakili produksi 1 MWh listrik yang dihasilkan dari pembangkit EBT yang telah terverifikasi.
Menurut data PLN per Juni 2026, saat ini terdapat 10 pembangkit energi terbarukan yang menjadi sumber pasokan REC di Indonesia. Listrik bersih yang dihasilkan dari pembangkit-pembangkit tersebut kemudian dikonversi menjadi REC dan dapat dimanfaatkan oleh pelanggan korporasi maupun institusi yang ingin mendukung transisi energi.
1. PLTP Ulumbu
PLTP Ulumbu merupakan pembangkit listrik tenaga panas bumi yang berlokasi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Pembangkit ini memiliki kapasitas terpasang 10 MW dengan kuota REC yang masih tersedia sebanyak 2.963 sertifikat.
2. PLTA Saguling
PLTA Saguling menjadi salah satu pemasok REC terbesar di Indonesia. Pembangkit listrik tenaga air yang berada di Jawa Barat ini memiliki kapasitas mencapai 700 MW dengan kuota REC tersedia sebanyak 77.593 sertifikat.
3. PLTA PB. Soedirman
PLTA PB. Soedirman yang berada di Banjarnegara, Jawa Tengah, memiliki kapasitas pembangkitan sebesar 180 MW. Hingga Juni 2026, pembangkit ini masih memiliki kuota REC sebanyak 64.527 sertifikat.
4. PLTA Bakaru
PLTA Bakaru yang berlokasi di Sulawesi Selatan memanfaatkan aliran air sebagai sumber energi utama. Pembangkit ini memiliki kapasitas 130 MW dengan kuota REC tersedia sebanyak 1.193 sertifikat.
5. PLTM Lambur
PLTM Lambur merupakan pembangkit listrik tenaga minihidro dengan kapasitas 9 MW. Meski kapasitasnya relatif kecil dibandingkan pembangkit lain dalam daftar ini, PLTM Lambur tetap menjadi bagian dari ekosistem penyedia REC nasional dengan sisa kuota sebanyak 1 sertifikat.
Baca Juga:
- 12 Pembangkit EBT Penyuplai REC PLN, Ini Sumber Listrik Hijau di Indonesia
- Tren Penjualan REC 2021–2025 Terus Tumbuh, Industri Jadi Motor Utama Energi Hijau
6. PLTP Lahendong
PLTP Lahendong yang berlokasi di Sulawesi Utara merupakan salah satu pembangkit panas bumi terbesar di Indonesia bagian timur. Kapasitas pembangkit ini mencapai 80 MW dengan kuota REC yang tersedia sebanyak 10.277 sertifikat.
7. PLTP Ulubelu
PLTP Ulubelu di Lampung menjadi salah satu andalan energi panas bumi nasional. Dengan kapasitas sebesar 110 MW, pembangkit ini memiliki kuota REC tersedia sebanyak 17.094 sertifikat.
8. PLTA Orya Genyem
PLTA Orya Genyem yang berada di Papua memiliki kapasitas 20 MW. Pembangkit ini masih menyediakan 12.099 REC yang dapat dimanfaatkan oleh pelanggan yang ingin menggunakan atribut energi terbarukan.
9. PLTA Cirata
PLTA Cirata merupakan pembangkit listrik tenaga air terbesar dalam daftar ini dengan kapasitas mencapai 1.008 MW. Berlokasi di Jawa Barat, pembangkit ini menjadi salah satu tulang punggung sistem kelistrikan nasional. Namun, hingga Juni 2026 kuota REC yang tersedia tercatat sudah habis atau nol.
10. PLTP Kamojang
PLTP Kamojang di Jawa Barat merupakan salah satu pelopor pengembangan panas bumi di Indonesia. Pembangkit ini memiliki kapasitas 140 MW dengan sisa kuota REC sebanyak 65 sertifikat.
ZONAEBT Beri Jalan Mudah & Murah Akses REC

Kabar baiknya, sekarang sobat juga bisa ikut berkontribusi dengan cara yang lebih mudah. Melalui platform ZONAEBT, REC dari berbagai sumber energi seperti panas bumi, air, hingga surya sudah tersedia dan bisa dibeli secara langsung.
Langkah kecil seperti membeli REC bisa jadi awal untuk mendorong penggunaan energi terbarukan yang lebih luas di Indonesia.
#ZONAEBT #EBTHeroes #Sebarterbarukan #REC #RenewableEnergyCertificate #PLN
Sumber: