5 Perusahaan EBT dengan Prospek Tinggi

  • Terdapat lima perusahaan yang sukses beralih ke energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai bagian integral dari strategi bisnis.
  • Lima perusahaan EBT ini memiliki prospek tinggi di pasar saham.
  • Perusahaan ini aktif melakukan diversifikasi, menunjukkan ketangguhan, serta adaptabilitas terhadap dinamika pasar.

Teknologi energi baru dan terbarukan (EBT) telah menjadi perbincangan utama dalam beberapa tahun terakhir. Seiring meningkatnya kesadaran akan dampak perubahan iklim dan kebutuhan mendesak untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil, banyak perusahaan telah mengambil langkah proaktif dengan melakukan investasi dalam pengembangan dan penerapan teknologi EBT. Berikut adalah lima Perusahaan EBT dengan prospek tinggi yang telah berhasil menciptakan inovasi dan kontribusi positif dalam memajukan sektor energi terbarukan.

1. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)

Logo Perusahaan PGEO. Sumber: mastasaham.com

Sebagai anak usaha PT Pertamina (Persero), PGEO atau PT Pertamina Geothermal Energy Tbk adalah perusahaan yang berfokus pada sektor energi baru dan terbarukan (EBT), terutama dalam pengolahan panas bumi. PGEO secara resmi beralih menjadi perusahaan EBT untuk menjawab panggilan global terhadap keberlanjutan dan perlindungan lingkungan.

PGEO didirikan pada tahun 2006 dan sejak awal telah memposisikan diri sebagai perusahaan yang bergerak di sektor energi panas bumi. Sejak beralih menjadi perusahaan EBT, PGEO telah aktif terlibat dalam berbagai kegiatan untuk memajukan teknologi dan pemanfaatan energi panas bumi. Beberapa inisiatif yang diambil oleh PGEO melibatkan pengembangan proyek-proyek panas bumi, investasi dalam teknologi hijau, dan partisipasi aktif dalam proyek-proyek EBT berskala besar.

Sejak transformasi menjadi perusahaan EBT, PGEO terus berkomitmen untuk menyediakan solusi energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dengan fokusnya pada pengolahan panas bumi, PGEO memberikan kontribusi penting dalam mendiversifikasi sumber energi Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Inovasi terus-menerus dan partisipasi aktif dalam proyek-proyek EBT telah menjadikan PGEO sebagai pemain utama dalam sektor ini yang memperkuat kontribusinya terhadap perubahan positif dalam paradigma energi global.

PGEO memiliki rekam jejak yang baik sebagai pemain utama dalam hilirisasi EBT dan semakin berkembang karena didukung oleh pemerintah dan berbagai stakeholder. Harga saham terakhir adalah 1.455 IDR. Saham ini mengalami kenaikan sebesar 55 poin atau 3.93%. Dengan kapitalisasi pasar sebesar 54,229 triliun IDR, PGEO menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan di masa depan.

Baca Juga



2. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)

Logo Perusahaan DSSA. Sumber: rizensia.com

Sebagai bagian dari Grup Sinarmas, Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebelumnya dikenal sebagai perusahaan yang bergerak dalam berbagai sektor, termasuk energi konvensional, infrastruktur, dan layanan. Seiring dengan perubahan paradigma global menuju keberlanjutan dan energi bersih, DSSA telah melakukan transformasi signifikan dengan memastikan akan masuk ke sektor energi baru dan terbarukan (EBT).

DSSA mulai memfokuskan diri pada EBT sebagai langkah strategis untuk menyesuaikan bisnisnya dengan tuntutan pasar yang semakin memperhatikan aspek lingkungan. Transformasi ini dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya kesadaran akan dampak perubahan iklim dan perlunya berkontribusi pada solusi energi bersih global.

Pada saat beralih menjadi perusahaan EBT, DSSA telah melakukan serangkaian langkah, termasuk peningkatan investasi dalam proyek-proyek EBT, seperti pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan penerapan teknologi ramah lingkungan. Langkah-langkah ini mencakup peningkatan efisiensi energi, diversifikasi sumber daya energi, dan pengurangan jejak karbon perusahaan.

Dengan demikian, DSSA berusaha untuk menjadi pemain kunci dalam menyediakan solusi energi bersih dan berkelanjutan yang menggambarkan komitmen perusahaan terhadap perubahan positif dalam paradigma energi global.

Harga saham terakhir perushaan ini adalah 51.300 IDR. Dengan kapitalisasi pasar sebesar 39,53 triliun IDR, DSSA menunjukkan komitmen yang kuat untuk berinvestasi dalam teknologi EBT.

3. PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA)

Logo Perusahaan TOBA. Sumber: arest.web.id

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) adalah perusahaan yang awalnya beroperasi di sektor perkebunan kelapa sawit. Sebelum beralih menjadi perusahaan energi baru dan terbarukan (EBT), TOBA lebih dikenal dalam industri kelapa sawit, yang umumnya dikenal dengan produksi minyak kelapa sawit dan produk turunannya.

TOBA mulai merintis diversifikasi bisnisnya ke sektor energi baru dan terbarukan sebagai respons terhadap tuntutan untuk lebih berkelanjutan secara lingkungan. Perusahaan ini secara progresif memperluas portofolio bisnisnya menuju EBT dan juga sektor kendaraan listrik (electric vehicle atau EV). Keputusan ini sejalan dengan arah global menuju energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

Sejak beralih menjadi perusahaan EBT, TOBA telah mengambil beberapa langkah strategis. Salah satu inisiatif utamanya adalah menjajaki bisnis energi terbarukan dan kendaraan listrik. TOBA juga telah mengalokasikan sejumlah besar investasi atau capital expenditures (capex) untuk mendukung ekspansi dan perkembangan di sektor-sektor ini hingga US$ 600 juta sampai dengan lima tahun mendatang. Langkah-langkah ini mencakup penelitian dan pengembangan dalam teknologi EBT, pembangunan fasilitas terbarukan, dan proyek-proyek yang mendukung keberlanjutan energi.

Sebagai perusahaan yang sedang bertransformasi, TOBA terus menunjukkan keterlibatan dan kontribusinya dalam mengakselerasi peralihan ke sumber energi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Seiring berjalannya waktu, diharapkan TOBA akan memainkan peran yang semakin besar dalam mendukung agenda global untuk mengurangi jejak karbon dan mencapai keberlanjutan energi.

Harga saham terakhir TOBA adalah 286 IDR, mengalami penurunan sebesar 22 poin atau 7.00%. Meskipun harga sahamnya sedang turun, TOBA memiliki kapitalisasi pasar sebesar 2.307.525 juta IDR dan menunjukkan potensi pertumbuhan yang besar di masa depan.

Baca Juga



4. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

Gambar Perusahaan PTBA. Sumber: tagar.id

PT Bukit Asam disahkan pada tahun 1950, setelah berakhirnya masa kependudukan Belanda di Indonesia. Pada tahun tersebut, PT ini disahkan dengan nama Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA). Pada tahun 1981, PN TABA kemudian berubah nama menjadi PT Bukit Asam Tbk (Persero). Perusahaan ini sejatinya adalh perusahaan tambang baru bara. Namun, saat ini PT Bukit Asam Tbk (Persero) mengembangkan transformasi bisnis baru menuju bisnis energi baru dan terbarukan (EBT).

Harga saham terakhir PT Bukit Asam Tbk (Persero) adalah 4.140 IDR, mengalami penurunan sebesar 0,24%. Meskipun harga sahamnya sedang turun, PT Bukit Asam Tbk (Persero) memiliki kapitalisasi pasar sebesar 43,55 triliun IDR.

5. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)

Logo Perusahaan ADRO. Sumber: Bisnis

Sebelum beralih menjadi perusahaan energi baru dan terbarukan (EBT), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) awalnya dikenal sebagai perusahaan tambang batu bara yang didirikan pada tahun 2004. Sebagai salah satu pemain utama di industri batu bara di Indonesia, ADRO fokus pada eksplorasi, produksi, dan pemasaran batu bara.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, ADRO telah mengalami transformasi signifikan dengan ekspansi portofolio bisnisnya ke dalam segmen EBT. Transformasi ini sejalan dengan tren global yang menuntut perusahaan energi untuk beralih ke sumber daya yang lebih berkelanjutan. ADRO kini memiliki niat kuat untuk mengurangi ketergantungannya pada sektor batu bara dan menaikkan pendapatan dari segmen non-batubara, khususnya dalam ranah EBT.

Perubahan strategis ADRO mencakup investasi dalam proyek-proyek EBT, seperti pembangunan pembangkit listrik terbarukan dan inisiatif-inisiatif lainnya yang mendukung sumber daya energi bersih dengan memiliki harga saham terakhir adalah 2.760 IDR, mengalami penurunan sebesar 10 poin atau 0.36%. Meskipun harga sahamnya sedang turun, ADRO memiliki kapitalisasi pasar sebesar 86,682 triliun IDR dan menunjukkan potensi pertumbuhan yang besar di masa depan.

Itulah lima perusahaan EBT dengan prospek tinggi. Dengan prospek yang cerah untuk sektor EBT, saham perusahaan-perusahaan ini layak dipertimbangkan untuk investasi jangka panjang.

#zonaebt #sebarterbarukan #ebtheroes

Editor: Rewinur Alifianda Hera Umarul

Referensi

[1] PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)

[2] PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)

[3] PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA)

[4] PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

[5] PT Adaro Energy Indonesia Tbk, (ADRO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 Comment

  1. Wow, wonderful blog format! How lengthy have you ever been blogging for?
    you make blogging glance easy. The entire glance of your website is
    great, let alone the content! You can see similar here ecommerce