
- Energi panas bumi adalah sumber energi terbarukan yang penting dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
- PLTP dapat dibagi menjadi tiga jenis utama berdasarkan jenis fluida yang digunakan: PLTP kering, PLTP flash, dan PLTP biner.
- Dalam pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP), berbagai jenis fluida seperti air panas, uap panas, larutan garam, fluida organik, CO2 superkritikal, dan hidrokarbon fluids digunakan berdasarkan karakteristik geologi dan suhu lokasi PLTP untuk menghasilkan energi listrik.
Energi panas bumi semakin mendapatkan perhatian global dalam upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) merupakan salah satu cara paling efisien untuk mengkonversi panas bumi menjadi energi listrik. PLTP dapat dibagi menjadi tiga jenis utama berdasarkan jenis fluida yang digunakan, yaitu: PLTP kering, PLTP flash, dan PLTP biner. Dalam artikel ini, Sobat EBT Heroes akan menjelajahi masing-masing jenis PLTP, bagaimana mereka berperan dalam menyediakan energi berkelanjutan, dan berbagai jenis fluida panas bumi. Yuk, Sobat EBT Heroes jadi makin tahu Indonesia mengenai PLTP yang digunakan di Indonesia.
Jenis-jenis PLTP
1. PLTP Kering (Dry Steam Geothermal Power Plant)

PLTP Dry Steam adalah salah satu jenis PLTP yang paling sederhana. Cara kerjanya yaitu mengandalkan uap panas langsung dari reservoir panas bumi. Reservoir tersebut mengandung uap air alami yang dihasilkan oleh panas bumi di bawah permukaan bumi. Uap panas ini dialirkan langsung ke turbin, yang digunakan untuk menggerakkan generator listrik.
Keunggulan PLTP Dry Steam adalah efisiensinya, karena memiliki uap panas alami dengan suhu dan tekanan yang tinggi. Namun, PLTP ini hanya dapat diterapkan di daerah dengan sumber daya panas bumi yang mencukupi. Misalnya lokasi PLTP kering yang terkenal adalah Geysers di California, Amerika Serikat.
2. PLTP Flash (Flash Steam Geothermal Power Plant)

PLTP Flash Steam menggunakan air panas yang bercampur dengan uap dari reservoir panas bumi sebagai fluida kerja. Air panas ini memiliki suhu yang lebih tinggi daripada titik didihnya pada tekanan atmosfer. Ketika air panas ini diambil ke permukaan dan tekanannya dikurangi, air tersebut mendidih dan berubah menjadi uap. Uap yang dihasilkan digunakan untuk menggerakkan turbin dan generator listrik.
PLTP Flash lebih fleksibel daripada PLTP kering. Kelebihannya ialah dapat digunakan di daerah dengan sumber panas bumi yang mengandung cairan panas, meskipun di daerah dengan suhu panas bumi yang lebih rendah. Jenis PLTP Flash juga dapat ditemukan di berbagai negara yang memiliki potensi panas bumi, seperti Islandia dan Jepang. Semantara di Indonesia, PLTP jenis ini dapat ditemukan dan digunakan di PLTP Kamojang.
3. PLTP Biner (Binary Cycle Geothermal Power Plant)

PLTP biner menggunakan dua sirkuit berbeda untuk menghasilkan energi. Sirkuit pertama mengalirkan cairan panas langsung dari reservoir panas bumi, sedangkan sirkuit kedua menggunakan cairan kerja yang memiliki titik didih lebih rendah daripada air. Cairan panas dari reservoir panas bumi memanaskan cairan kerja melalui penukar panas. Cairan kerja yang dipanaskan kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin dan generator listrik.
Keunggulan PLTP biner adalah kemampuannya dalam menghasilkan listrik dari daerah dengan suhu panas bumi yang lebih rendah dan menjadi pilihan yang baik di banyak lokasi di seluruh dunia. PLTP ini dapat membantu optimalisasi penggunaan panas bumi yang tidak cukup panas untuk jenis PLTP lainnya.
Baca juga
- Mengungkap Misteri Manifestasi Panas Bumi: Fenomena Alam yang Menyimpan Energi Bumi
- Memanfaatkan Harta Karun Bumi: Potensi Geothermal Indonesia dalam Pencapaian Energi Bersih
Jenis-jenis Fluida Panas Bumi
Panas bumi merupakan sumber energi terbarukan yang penting, dan berbagai jenis fluida dapat ditemukan dalam sistem panas bumi. Di bawah ini terdapat beberapa jenis fluida panas bumi yang umumnya digunakan atau ditemui dalam pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP):
1. Air Panas (Hot Water)
Air panas ialah fluida panas bumi yang paling umum digunakan oleh PLTP. Biasanya memiliki suhu antara 150°C hingga 370°C, serta tergantung pada kedalaman dan sumbernya. Air panas dapat digunakan langsung untuk menghasilkan uap yang digunakan dalam turbin PLTP.
2. Uap Panas (Steam)
Uap panas merupakan fase gas dari air yang terbentuk saat air mendidih di dalam reservoir panas bumi. Dalam PLTP kering, uap panas langsung digunakan untuk menggerakkan turbin. Sekadar informasi, uap panas memiliki suhu yang sangat tinggi dan tekanan yang cukup tinggi.
3. Larutan Garam (Brine)
Brine adalah larutan yang mengandung air dan berbagai jenis garam mineral seperti natrium, klorida, dan lainnya. Brine panas bumi memiliki suhu yang tinggi dan tekanan yang bervariasi tergantung pada kedalaman reservoir. Brine sering digunakan PLTP dengan tipe Flash dan biner, untuk menghasilkan uap atau cairan panas yang digunakan dalam turbin.
4. Fluida Organik (Organic Fluids)
Fluida organik adalah cairan yang memiliki titik didih lebih rendah daripada air. Dalam PLTP tipe biner, fluida organik digunakan sebagai cairan kerja yang mengalir melalui penukar panas dengan brine untuk menghasilkan uap panas yang digunakan dalam turbin.
Baca juga
- 8 Negara dengan Kapasitas Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi Terbesar di Dunia 2022
- Antusiasme dan Partisipasi Perusahaan pada IIGCE
5. Fluida Karbon Dioksida (Carbon Dioxide – CO2)
CO2 superkritikal adalah fluida yang memiliki sifat antara gas dan cairan pada suhu dan tekanan tertentu. Beberapa PLTP eksperimen menggunakan CO2 superkritikal sebagai fluida kerja alternatif untuk menghasilkan energi.
6. Fluida Hidrokarbon (Hydrocarbon Fluids)
Fluida hidrokarbon adalah cairan yang mengandung karbon dan hidrogen, seperti propana atau butana. Meskipun kurang umum, mereka dapat digunakan sebagai cairan kerja dalam PLTP biner. Setiap jenis fluida panas bumi memiliki karakteristiknya sendiri, dan pemilihan jenis fluida tergantung pada kondisi geologi, suhu, dan tekanan di lokasi PLTP tertentu. Penting untuk memilih fluida yang paling sesuai untuk memaksimalkan ekstraksi energi panas bumi dan menjaga kinerja sistem PLTP.
#zonaebt #sebarterbarukan #ebtheroes
Editor: Tika Sari Safitri
Referensi:
[1] Mengenal Teknologi Pembangkit Listrik Panas Bumi
[2] Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi – Pengertian, Sumber, Cara Kerja & Potensi